Prabu telah memperhatikan anak lelakinya itu, dia tampak sedikit murung belakangan ini. Memang 1 bulan terakhir, dia sibuk mengurus pekerjaan di luar kota. Tetapi, mereka telah beberapa kali melakukan video call, tampaknya Cais memiliki sesuatu dalam pikirannya. Kali ini Prabu mengajak Cais bertemu di kantor, Prabu begitu kagum dan bangga pada anak bungsunya itu. Sifat Cais lembut dan pengasih seperti istrinya, Fatma, tetapi sangat cerdas dan pintar seperti dirinya. "Kapan papa pulang?" Cais tersenyum saat sampai di ruangan Prabu. "Baru saja, tapi papa ingin bertemu dengan putra papa." Cais memeluk ayahnya. "Kenapa tidak bertemu di rumah?" "Nanti malam papa akan berangkat lagi, kalau papa pulang dan melihat mamamu, papa tidak akan ingin pergi." Mereka duduk di sofa, menikmati secan

