Part 23 Di Antara Dua Tangan

1059 Kata

Sudah jam 9 malam, Indi terpaksa lembur. Hujan turun sangat deras, bajunya terkena tempias air, sepatunya juga basah "Indi." "Cato." Indi terkesiap. Dia melihat pria bertubuh tinggi itu sedang basah kuyup. "Astaga dari mana sih?" "Mobilku mogok, aku udah janji mau jemput kamu. Jadi jalan kaki deh." "Ya ampun. Kan kamu bisa nelpon." "Lihat tanganku sampe keriput." Dia tertawa sambil memperlihatkan telapak tangan. "Jadi pulangnya gimana? kan di mobil ada payung." Indi mengeraskan suara, mengalahkan bunyi derai hujan. "Masa?" "Astaga!" Lagi-lagi Indi ngomel, "Kemarin aku taruh di belakang." "Lupa." "Iihh...ya udah, aku panggil taxi online dulu." "Tapi baju aku basah semua ini." Cato berkata. Indi menggelengkan kepalanya, dia segera menghubungi taxi online. "Pak maaf ya, ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN