Cato pulang ke rumahnya, dia melihat mamanya sedang duduk di beranda. "Kamu pulang?" "Ma. Aku mau bicara." "Duduk dulu kenapa?" Fatma menatap wajah Cato. Pria itu menurutinya. Fatma memanggil si mbak untuk membuatkan minum. "Aku udah ngopi." Cato berkata. "Di mana?" "Di rumah." Fatma menatapnya, "Kapan kamu kembali ke rumah ini?" "Aku suka tinggal sendiri." Fatma diam. "Jadi kamu mau bilang apa?" "Aku akan menikah dengan Indi." Laura pucat pasi, "A-apa maksudmu Cato?" "Sudah jelas maksudku. Aku dan Indi akan menikah, kami saling mencintai. Jadi di mana masalahnya?" "Ti-tidak bisa." Fatma tercekat. Cato tertawa, "Apa maksudnya itu? Kenapa tidak boleh?" "Cais, adikmu mencintai Indi. Mama nggak mau kalian ribut karena wanita." Cato mendengus, "Indi tidak mencintai Cais, kenap

