72. Pesaing Baru

1454 Kata

Sepanjang perjalanan, tak ada obrolan yang tercipta diantara keduanya. Anin masih mencoba untuk menormalkan degup jantungnya, yang sempat berdetak tak keruan. Melihat Elard yang mengamuk. Rasanya, sudah cukup lama Anin tak melihat Elard seperti itu. Menghajar orang hingga kalap. Jika Elard remaja, itu bukan hal yang aneh di mata orang-orang yang tau tentang sosok pria itu. Tapi, seiringnya bertambah usia yang kian dewasa. Elard sudah cukup mahir untuk mengendalikan emosinya. Entah kenapa, pria itu tadi hilang kontrol. Di sisi lain, Anin masih bertanya-tanya, kenapa Elard masih berada di kampungnya? Bukankah seharusnya, pria itu sudah pulang? Tapi kenapa kasih di sini? Bahkan menyusulnya hingga ke pasar? Meski begitu, di sisi lain, Anin bersyukur atas kedatangan Elard. Karena, tanpa ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN