"Liburan?" Memaksakan senyuman, Helen mengepalkan kedua tangannya di atas pangkuan yang tersembunyi di bawah meja. "Liburan kemana ya, Tan?" "Nah, itu. Kalau tempatnya kurang tau." Kok nggak tau sih?! Ck! Kenapa kasih informasi dengan setengah-setengah? Bukannya mendapat pencerahan atas hilangnya keberadaan Elard. Helen justru memupuk rasa penasaran. Jika saja yang di hadapannya saat ini bukan sosok Iva, Helen tak kan segan meneriakinya. Memaksa agar memberitahukan keberadaan putra tiri wanita itu. Helen benar-benar dibuat frustrasi, karena tak berhasil menemukan sosok Elard. Telepon darinya pun tak pernah ditanggapi. Apalagi puluhan pesan yang dia kirimkan?! Mungkin hanya dianggap sebagai angin lalu. Atau, tak ubahnya pesan yang menawarkan pinjaman dan sebagainya. Hingga membu

