54. Pulang

1847 Kata

"Jadi, bisa dijelaskan, apa yang kalian lakukan?" Bersedekap tangan, Iva menyandarkan punggung pada sandaran sofa yang berada di belakangnya. Mengela napas gusar, sembari melempar tatapan penuh selidik. Pada dua pemuda yang tertangkap basah dalam posisi mencurigakan. "Kalian pacaran?" "Astaghfirullah!" "Ma!" "Itu salah saham." "Salah paham!" Ralat Elard dengan manahan kesal. "Eh, iya, itu maksudnya." Ringis Dava dengan kekehan kering. Keduanya kontan memelotot tak percaya, dengan apa yang baru saja Iva tuduhkan pada mereka. Sementara wanita paruh baya itu tetap memasang wajah penuh tuntutan, karena belum mendapat jawaban. "Ya, makanya, jawab kalau ditanya." Elard melirik sebal, saat Dava menendang-nendang pelan kakinya. Memberi isyarat untuk menjadi perwakilan. Meski enggan, Ela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN