Menunaikan Janji

1419 Kata
Assalamualaikum.... Halo semuanya... Semoga suka ceritanya ya... SELAMAT MEMBACA...? Oeekk.... Oeekkk... Oeekk... Suara tangisan bayi menggema di sebuah ruangan bersalin yang kini tengah dihuni oleh Lina yang menjadi pasiennya.Sementara Rizwan,sang suami yang masih setia mendampingi sang istri melewati semua proses persalinan yang mendebarkan. Begitu banyak rasa yang telah menghinggapi hatinya mulai dari saat ia menerima telpon dari Lina yang mengabarinya bahwa waktunya sudah tiba,menghadapi kemacetan dan hingga menyaksikan perjuangan sang istri tercinta demi melahirkan sang bayi yang sudah sangat amat mereka nanti nantikan. Tadi pagi di kantor,Rizwan yang baru sampai di lobi kantor,seperti biasa saling menyapa dengan rekan rekannya di kantor tempatnya bekerja.saling bertegur sapa dan mengobrol ringan sebentar. " ngomong ngomong anaknya udah lahir belum Wan?" tanya seorang rekannya. "belum ndrong,tapi kayanya sih dalam waktu dekat ini.soalnya Istriku bilang dia udah mulai merasakan tanda tandanya.Doa in aja mudah mudahan semuanya lancar dan selamat."jawabnya pada rekanya yang dipanggil Gondrong,meskipun rambutnya sudah tidak gondrong. "O ya gimana kerjaan lu di Solo.Enam bulan lu di Solo.Anteng aja lu,nggak ada kabar kabarnya.Jangan jangan lu udah punya bini muda disana "goda rekan yang lain pada Gondrong. "Sembarangan lu ngomong.Prinsip gue ya,kalau punya bini itu cukup satu seumur hidup.Nggak perlu nambah nambah.Cuma bikin pusing aja tau nggak! Makanya gue ke Solo juga,bini gue ya gue bawa lah.Enak aja ditinggal.Masa mau di anggurin selama Enam bulan." cecar gondrong tak rela dituduh menduakan istrinya. Setelah selesai mengobrol singkat,mereka duduk di kursi kerja masing masing. Baru saja Rizwan hendak duduk,hpnya berdering. "Udah waktunya Da," langsung saja dia memutuskan panggilan istrinya karena ia mendengar istrinya meringis kesakitan seperti yang sudah dia dengar dari semalam. Secepat kilat dia berlari ke parkiran menuju mobilnya. Rekan rekanya yang melihat ia berlari secepat itu,menduga ia baru saja dapat kabar mengenai istrinya. Dalam perjalanan,hatinya sudah tak menentu lagi.Dia melaju secepat mungkin. Perasaanya makin tak karuan kala dimana setiap persimpangan jalan yang dilaluinya,anehnya lampu merah selalu menyala. Ingin rasanya ia menumbangkan semua lampu lampu itu, atau ia menerobosnya saja,sehingga perjalananya tak akan terhalang lagi. Namun fikiran warasnya masih mengendalikannya.Sepenting apapun keadaanya, peraturan lalu lintas harus tetap ditaati demi keselamatan bersama. Tentu ia harus selamat supaya ia bisa membantu dan mendampingi istrinya. Begitupun cepatnya ia melaju,ia tidak bisa menjemput istrinya di rumah.Hari ini Lina memang tidak membuka tokonya. Mila baru saja menelponya lagi,meminta Rizwan menyusul ke Klinik RAHAYU saja.Klinik itu yang terdekat dengan rumah mereka.Lina yang sudah tak tahan lagi,langsung menyuruh Mila mengantarnya kesana. Begitu sampai di klinik,dia celinguk ke kiri dan kanan mencari istrinya. Mila yang melihatnya mencoba berteriak memanggilnya sambil melambaikan tanganya.Tapi teriakanya tertahan,karena ia tak mungkin berteriak disitu. Untungnya Rizwan melihatnya,lalu menghampirinya. Tanpa kata kata,Mila hanya menunjuk pintu didepanya. Rizwan membaca tulisan yang terpampang dipintu dengan tulisan "RUANG BERSALIN".Lalu ia masuk kedalam.Hatinya terasa ngilu dan cemas melihat istrinya sedang meringis kesakitan.Tanpa sadar ia pun ikut meringis Melihat kesakitan istrinya itu membuat ia merasa seperti kesakitan juga.Ia mendampingi istrinya dengan perasaan kasihan, cemas,takut dan panik.Ia tak tahu harus melakukan apa selain mencium dan mengelus bagian tubuh istrinya yang bisa dia cium dan elus.Seperti kening,pundak dan tangan.Itu dia lakukan berulang ulang,sesekali ia juga ikut menarik nafas seperti istrinya.Rasanya ia tak akan meminta istrinya melahirkan anak lagi untuknya setelah melihat kesakitan yang harus dirasakan istrinya mulai dari sejak ngidamnya,hingga yang disaksikannya sekarang ini. . Sekarang bayi itu telah lahir dan mengeluarkan suara pertamanya untuk menyerukan kehadirannya. Rasa cemas,deg degan,panik,takut dan rasa aneh lainya yang mendidihkan darah dan memacu kinerja jantung Rizwan lebih cepat,seketika berganti dengan rasa rasa yang menggelitik aneh di dadanya.Pergantian rasa yang begitu cepat itu membuat jantungnya seolah berhenti,hingga kini ia hanya mematung saja. Namun tiga detik selanjutnya air matanya menetes begitu saja. "Alhamdulillah... anaknya sudah lahir pak , bu,laki laki.Selamat ya."ucap bidan yang telah membantu persalinan Lina. "silahkan diberi ASI dulu ya bu"tambahnya dan menyerahkan bayi kepada sang ibu. "Anakku..."sambutnya sambil meneteskan air matanya.Lina menerima anaknya dengan perasaan lega,haru,dan bahagia tentunya. Rizwan yang tersadar, kemudian mendekap istrinya. " Sayang, kamu berhasil...Selamat dan terimakasih .."ucapnya lalu menciumi seluruh wajah istrinya kemudian bayinya. Air mata Rizwan telah membasahi wajah Lina,tapi Lina membiarkan saja.Biarkan suaminya meluapkan perasaannya dulu. ..... Allahu akbar Allahu akbar... La ilaha illa llah.... Rizwan dengan suara sesegukan mengazankan bayinya,karena air matanya belum mau berhenti. Perasaannya masih dipenuhi rasa haru dan bahagia.Apalagi disaat pertama kali ia menerima bayi itu di tangannya.Darahnya berdesir begitu cepat,hingga ia merasa tubuhnya sudah tak bertulang lagi.Namun itu hanya sesaat saja. Bayi itu begitu kecil dan terlihat sangat rapuh.Sehingga jika tidak di pegang dengan benar,bayi itu bisa rusak atau celaka.Namun begitu mampu menumbuhkan perasaan bahagia yang begitu besar di hatinya. Sungguh Allah Maha Kuasa. Begitu juga dengan Lina.Air matanya juga tak kunjung berhenti,namun mulut dan hatinya juga tak berhenti mengucapkan rasa syukurnya kepada Tuhan yang telah memberinya kesempatan dan memudahkan proses persalinannya. "Ya Allah... aku berjanji setelah pulang nanti aku akan bersedekah dan mengundang anak anak yatim untuk makan di rumah.Mohon berikanlah kami kesehatan.Aamiin.."lirihnya dalam hati. ***** "Ayo silahkan masuk " Rizwan menyambut kedatangan anak panti asuhan yang diundangnya juga anak anak yatim yang tinggal disekitar tempat tinggalnya. Kini Lina sedang menunaikan janjinya untuk bersedekah dan mengundang anak anak yatim untuk makan dirumahnya. Ternyata yang datang,lebih banyak dari yang mereka perkirakan.Tapi untungnya Lina sudah melebihkan semuanya,termasuk makanan dan juga amplop yang akan di berikan pada setiap anak nantinya. Untuk acara hari ini Lina menyiapkan makanan Empat Sehat Lima Sempurna. Di atas meja sudah dihidangkanya Nasi,aneka lauk pauk,sayuran dan buah buahan,juga tak lupa ia menghidangkan s**u kemasan kotak dengan tiga varian rasa yaitu coklat,vanila dan stroberi. Mereka sangat bahagia melihat anak anak makan dengan lahap. Disela makan mereka juga terdengar obrolan ringan tentang pilihan mereka dengan makanan dan varian s**u apa yang mereka ambil. "aku yang coklat dong,kamu?"seru seorang anak. "kalau aku yang stroberi,karena aku kan suka warna pink."sahut anak lain "yang putih itu lebih sehat tau!" seru anak yang lain lagi. Ada juga seorang anak yang berbadan besar yang mengambil porsi makanan yang lebih banyak dari yang lain.Ibaratnya untuk tiga porsi anak,dia kumpulin dihadapanya. Ibu pengasuh Panti hanya tersenyum dan geleng kepala melihat kelakuan anak asuhnya. "Maaf ya bu, dia memang seperti itu,biasanya kalau dilarang,nanti dia akan lapar terus."ucapnya pada Lina karena tak enak hati pada tuan rumah. "Nggak apa apa bu,biarkan saja,yang penting dia senang.Bukankah membuat mereka senang justru akan mendatangkan pahala kan bu?"jawab Lina ramah. "Benar sekali Bu Lina,Ibu baik sekali.Kami doakan Semoga Allah membalas kebaikan ibu dengan balasan yang lebih baik". " aamiin... Justru sebenarnya saya salut sama Ibu.Ibu mau menjaga dan merawat mereka dengan kasih sayang, meskipun mereka bukan anak anak ibu.Bahkan mungkin kenal pun tidak dengan mereka.iya kan bu?"kata Lina yang hanya direspon dengan senyuman oleh ibu panti, "Semoga semua ini bisa menghapus dosa masa lalu hamba ya Allah" lirihnya dalam hati. Bagi ibu panti,semua yang dia lakukan untuk anak anak panti merupakan usahanya dalam menebus dosa dosa dimasa lalunya yang kelam. Akibat pergaulan bebas,dirinya sangat akrab dengan diskotik,minuman keras,narkoba,berhubungan satu malam dengan laki laki yang bahkan dia tak kenal sekalipun.Dan jika ia hamil,ia tak segan segan menggugurkanya. Dan ketika ia sudah menikah pun ia masih diam diam suka melakukanya,hingga suaminya tak tahan lagi lalu menceraikanya.Kemudian keluarganya juga mengusirnya. Ibu pengasuh panti yang sebelumnya,mengajaknya tinggal bersama mereka di panti itu.Juga membimbingnya untuk hidup lebih baik,dan akhirnya dialah yang menggantikanya setelah ibu pengasuh itu meninggal. Setelah acara makan makan selesai,Ibu pengasuh pun mengajak anak anak untuk berdoa,memintakan kesehatan,keselamatan dan kemurahan rizki bagi si tuan rumah dan seluruh keluarga yang telah berbaik hati membagikan sebagian rizkinya pada mereka. Sebelum berpamitan pulang,Lina menyerahkan amplop untuk setiap anak,dan satu amplop khusus untuk ibu pengasuh panti. "Semoga bermanfaat ya bu"ucap Lina. "Terimakasih bu,Semoga Allah selalu melimpahkan Rahmat dan Berkah pada keluarga ibu" jawab ibu pengasuh. Setelah semua anak anak pulang,Mila membantu ce' Popon membersihkan rumah. Mengangkat piring piring kotor,lalu menyapu dan mengepel lantainya.Tak tega ia membiarkan ce' Popon mengerjakan semuanya sendiri. "Alhamdulillah.... sudah selesai..." ucapnya setelah ia menyimpan semua peralatannya. Karena ia merasa haus,ia pun mengambil air minum dari dispenser yang ada di ruang makan,lebih tepatnya di samping pintu masuk dapur. Lina yang kembali merasa lapar,namun saat ini dia sedang menyusui bayinya,meminta suaminya mengambilkan makanan untuknya.Dia ingin makan di kamar saja. Rizwan mengambilkan makanan untuk istrinya,juga tak lupa dengan minumnya. Dia menunggu Mila yang sedang minum. Sepertinya Mila sangat kehausan,terlihat dari ia yang menambah lagi isi gelasnya setelah menghabiskan isi gelas pertamanya. "Alhamdulillah..." ucapnya sambil menghapus sisa air minum yang sedikit tumpah di dagunya. "MasyaAllah" BERSAMBUNG... Buat teman teman yang baca, Silahkan di komen ya ceritanya.. Gimana kesannya setelah membaca cerita pertama saya ini.Tentu masih sangat banyak kekurangannya.Silahkan kasih sarannya.. mudah mudahan saya bisa memperbaiki tulisan saya. Terimakasih..???
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN