Setelah selesai sarapan, Dave dengan di antar Karin menuju pintu depan ingin berangkat kerja.
Tetapi dengan cepat Alden menghentikan Daddy nya itu.
“Dad bisa ga sehari saja cuti buat ajak kita main ke mall sama mommy?" tanya Alden
Karin menatap muka mengharap si kembar. Ia juga kasihan tapi di tidak bisa berbuat apa-apa.
“Ga bisa Den Daddy banyak kerjaan ,ya sudah kalau gitu Daddy pergi dulu,om Ars udah nungguin tuh didepan" ucap Dave.
Alden dan Alex lesu mendengar ucapan Dave dan itu tidak luput dari penglihatan Karin.
Saat Dave akan keluar tiba tiba Karin menghentikan nya dan berdiri didepan Dave.
“Om kita kan baru nikah ga bisa apa cuti dulu kasihan anak anak tuh pengen banget main ke mall bareng om" bujuk Karin.
“Gila apa habis nikah langsung kerja nikmati dulu dong masa pengantin baru nya"batin Karin.
Sumpah demi apa Karin bingung dengan pemikiran suaminya ini apa dia tidak cape karena semalam harus begadang menyalami para tamu undangan.
“Saya bisa tidak bekerja hari ini saja asal kita tidak ke mall dan kamu tidak memanggil saya dengan sebutan om" ujar Dave.
Hal itu membuat Karin kesal dan juga membuat Ars asisten Dave menatap aneh bos nya itu.
“Lah kalau begitu om ga guna juga di rumah,terus Karin harus panggil apa dong?"kesal Karin
Ars menggeleng mendengar ucapan nyonya barunya ini, tidak tahu apa kalau suaminya ini gila kerja.
“ Coba tanya anak anak mau tidak saya cuti tapi tidak ke mall
Kamu bisa panggil saya sayang,honey,atau beb mungkin" jawab Dave.
Ars hampir saja menyemburkan tawa nya mendengar jawaban Dave tentang panggilan, oh sungguh tuan nya ini sangat alay.
“Ih Karin malu dong kalau manggil om dengan sebutan seperti itu di Depan anak anak,gimana kalau Karin panggil Daddy saja" saran karin.
Dave menatap Ars yang cekikikan nya itu terdengar jelas di telinga Dave yang membuat telinga Dave panas. Setelah selesai menatap Ars, Dave kembali membalas saran Karin yang membuat dia kesal.
“Kamu pikir saya bapak kamu ganti panggilan yang lain" kesal Dave.
Karin memikirkan panggilan yang cocok untuk suaminya itu.
“ Aha gimana kalau Karin panggil Mas saja " Saran Karin yang langsung di setujui oleh Dave.
Karin berlari ke arah Alden dan Alex dengan senang karena akan membawakan berita bagus pada anak anak nya.
“Sayang nya mommy Daddy bilang kalau Daddy bisa cuti satu hari tapi kita ga jadi ke mall hanya di rumah saja bagaimana mau tidak" ujar Karin sambil mengelus pucuk kepala si kembar.
Kedua mata si kembar berbinar mendengar kabar bahagia yang disampaikan oleh Karin.
“Mau mom"jawab Alex dan Alden.
“Mereka mau "teriak Karin pada Dave
Dave yang mendengar teriakkan Karin tersenyum.Ars membantu Dave kembali kerumah.
***
Sekarang Dave dan keluarga kecilnya sedang duduk di ruang tamu. Diam diam saja karena mereka bingung akan melakukan kegiatan apa.
“Jadi Dad kita akan melakukan apa hari ini?"tanya Alden sembari mencaplok kue yang berada didepan nya.
Mereka saling bertatapan mengharapkan ada salah satu dari mereka yang memiliki ide.
“Daddy juga tidak tahu,coba kalian tanya sama mommy" sahut Dave yang juga sama bingungnya dengan si kembar.
Karin melihat ketiga pria berbeda usia itu sedang bertatapan.
“Mom apa yang akan kita lakukan,aku sangat bosan?" tanya Alex pada Karin yang baru datang dari dapur.
“Emmh apa ya,Mom juga bingung hehehe" jawab Karin.
Semua diam memikirkan apa yang akan mereka lakukan sekarang kecuali Alden yang asik memakan kue didepan nya.
“Oh iya bagaimana kalau kita ke rumah Oma sama opa"celetukAlex
Semua orang menatap Alex yang tersenyum. Apa yang ada di pikiran anak ini kira kira seperti itu pemikiran mereka.
“Kenapa harus kesana?"tanya Dave.
“Di sana kan banyak binatang peliharaan opa kita bisa main main disana"jawab Alex
Semua setuju dengan usulan Alex.mereka bersiap untuk kerumah orang tua Dave.
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di depan rumah orang tua Dave.Seorang wanita paruh baya menyambut dengan sebuah baskom di tangan nya.
Sambil berlari kearah Alex dan Alden Mami berteriak“Akkh cucu ku yang tampan oma kangen"
“Kami juga rindu Oma"Alden dan Alex memeluk Oma nya.
Pelukan mereka sangat erat seperti tidak bertemu bertahun-tahun.
“Oma kenapa bawa bawa baskom?" tanya Alden.
“Oma tadi lagi masak terus dengar kalian datang ke sini jadi refleks bawa baskom hehehe" jelas Mami
Oma melempar baskom yang ada di tangannya secara sembarangan dan akhirnya baskom itu mendarat tepat di kepala bik Jumi pembantu Mami.
“Aduhh Oma" ucap Alex dan Alden sambil menepuk jidat
“Mami" sapa Karin dan Dave.
“Waaah mantuku, bagaimana kabar mu nak,mami rindu" ucap sambil memeluk Karin
“Mi anak mami sebenarnya siapa sih Dave atau Karin" kesal Dave
Mami menatap anak nya yang terlihat kesal karena tidak disambut dengan pelukan.
“Oh tentu saja Karin"
Mami mengajak mereka masuk kedalam rumah sambil menggandeng tangan karin.
“Hahhaha berarti Daddy tidak di akui Oma,kalau Daddy anak Oma hahaha kasihan" tawa Alden
“Alden tidak boleh seperti itu" tegur Karin
Semuanya berjalan mengikuti Mami yang mengajak mereka ke ruang tengah.
“Mi Papi mana?" tanya Dave
“Tuh ada di belakang sama si jambul" tunjuk Mami.
jambul adalah seekor burung beo yang memiliki jambul di kepala nya,ia juga hampir mati karena perbuatan anak anak Dave, Untung saja ia masih hidup,jika tidak bisa dipastikan burung beo betina milik tetangga merana.
“Wah jambul pasti sekarang sudah besar ya Oma" ujar Alex.
Mami mengangguk mengiyakan ucapan Alex.
“Di kasih makan apa mi?"tanya Dave
“Jambul selalu di kasih makan nasi Padang sama papi" jawab mami.
Mami mendaratkan b****g nya di sofa mahal yang diikuti oleh menantunya Karin.
“keenakan banget tuh burung" kesal Dave
“Heehhe papi kamu itu sayang banget sama si jambul,bahkan waktu si jambul sekarat karena perbuatan anak anak mu Papi mu itu nangis " Mami tertawa mengingat kejadian yang membuat suami nya hampir seminggu menangis.
“Kok Dave ga liat si Mi,nangis dimana?" tanya Dave kepo.
Dave mulai menunjukan wajah wajah kepo nya.
“Kan papi mu nangis di kamar mandi" sahut Mami.
Semua tertawa mendengar cerita Mami.
“kalian mau minum apa?" tanya Mami.
Dave menatap karin.Karin mengisyaratkan bahwa minuman nya disamakan saja.
“Kita berdua jus jeruk saja Mi" jawab Dave.
Mami memanggil pembantu untuk membuatkan jus untuk Karin dan Dave
Mata Dave berkeliling menatap setiap sudut rumah tetapi tidak melihat tuyul tuyul nya.“loh anak anak mana?"
“Paling juga di belakang sama opa nya" kata Mami.
“Jadi gimana mi tentang papi nangis?"tanya Karin kepo.
Karin menanyakan kembali kejadian yang membuat ia dan sang suami kepo.
“Awal nya mami juga ga tau kalau Papi nangis di kamar mandi tapi setelah menunggu hampir se jam,Mami khawatir karena Papi ga keluar keluar jadi mami masuk ke dalam dan melihat papi mu menangis" cerita mami.
Dave dan Karin hanya mampu menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah sang Papi.
“Si jambul itu burung dari sahabat nya dari kecil udah di rawat maka nya sayang banget" lanjut mami.
Karin dan Dave mengangguk. Mereka melanjutkan obrolan dengan topik para pesaing perusahaan Dave.
Obrolan itu berhenti ketika suara teriakan emas Papi Dave terdengar.
“ALEXXXX,ALDENNNN"teriak papi dari belakang.
Mami dan karin lari ke arah teriakan papi dan betapa terkejutnya mereka melihat si kembar,yang menggunakan jaring dan kayu untuk mematikan si ikan koi kesayangan papi,sudah ada beberapa ekor yang mendarat di tanah.
Tanpa Karin sadari karena sangking paniknya ia meninggalkan suaminya di ruang tengah.
“KARINNN"teriak Dave
Karin kaget dan langsung menghampiri Dave yang tertinggal di ruang tamu
“ Mas jangan teriak teriak dong" kesal Karin
“Ck kamu melupakan saya karin,saya mau liat juga apa yang terjadi di belakang" ucap Dave cemberut.
Karin mendorong kursi roda Dave menuju belakang rumah tempat kejadian yang sudah merenggut nyawa beberapa ikan.
“Astagaaa alex,Alden apa yang kalian lakukan dengan ikan ikan itu.kenapa sekarang kalian menjadi anak yang nakal seperti ini hah? Kalian kan tau itu semua ikan ke sayangan opa liat sudah berapa ikan yang kalian matikan,kalian mau Daddy hukum Hah?" bentak Dave dengan berkacak pinggang menatap kedua anaknya.
Alex dan Alden yang di bentak Dave pun menangis,Karin yang melihat anak anak nya menangis lantas memeluk kedua pria kecil itu.
“Sudah dong Mas jangan bentak mereka lagi,kesayangan mommy kenapa ikan opa dipukul sampai mati begitu?" tanya Karin sambil tetap memeluk anak nya.
“Tadi kita pikir ikan nya bakalan enak kalau di masak karena banyak warna warna nya " jawab Alden mewakili.
“maka nya kita matiin biar gampang tinggal digoreng,lagi pula ikan opa kan banyak kita cuma minta sedikit saja "sambung Alex
Sambil menangis si kembar menjawab pertanyaan Mommy nya.
“Owalah seperti itu toh,ya sudah jangan nangis lagi,ikan itu kan punya opa jadi kalau kalian mau ikan nya harus bilang dulu ke opa. Kalau ga di bolehin sama opa berarti tidak boleh ini nama nya kalian mencuri,ingat ya mencuri itu ga baik. Dan liat karena perbuatan kalian ikan opa banyak yang mati,itu mahal loh" nasihat Karin sambil tetap memeluk tuyul tuyul nya.
“Iya mom kita janji ga akan matiin ikan lagi,dan ga mencuri lagi"
“Opa kita minta maaf udah matiin ikan Opa" Alex mewakili untuk meminta maaf kepada Opa nya yang terlihat masih syok dengan kejadian itu.
Si kembar menyalami Opa nya yang masih ada di pelukan Oma.
“Sudah lah tidak apa apa nanti bisa beli lagi" ujar Papi tapi kepalanya masih tetap betah di d**a sang istri.