Anita membawa kedua anak gadis nya keruang tamu untuk dikenalkan pada tamu mereka.
Anita berkata “Jeng ini anak anak gadis aku cantik cantik kak?"
Wanita yang duduk di sofa itu menatap Karin dan Jessy dengan senyum manis nya.
“ Wah cantik cantik ya jeng anak gadis mu,pasti yang tinggi ini kakak nya kan " ujar wanita itu.
Mereka bertiga tertawa mendengar perkataan wanita itu.
“Tante salah yang pendek imut ini kakak aku"jawab Jessy sambil tersenyum.
Wanita itu kaget karena ternyata dia salah menilai. Anita yang melihat itu segera memperkenalkan anak anak nya.
“ Jeng, yang ini namanya Karin anak pertama dan yang ini Jessy adik nya. Oh iya,kalian juga kenalin ini tante Tina temen mamah sama papah" Anita memperkenalkan tamu itu pada Karin dan Jessy.
Tanpa di suruh Karin dan Jessy menyalami Tina. Setelah itu mereka duduk sambil bercerita cerita. Tangan Karin dan Jessy tidak berhenti mencomot kue yang di bawa Tina
tak berapa lama Papah mereka keluar dengan diikuti seorang pria paruh baya yang sedang mendorong kursi roda yang ditumpangi oleh seorang pria tampan.
“Karin Jessy kenalin yang ini adalah anak tante nama nya Dave" Tante Tina memperkenalkan pria yang berada di kursi roda tadi.
Mereka berdua mengangguk menatap Dave. Dalam pikiran mereka bertanya-tanya mengapa Dave bisa mengalami kelumpuhan apa bawaan dari lahir atau karena kecelakaan.
Namun pikiran mereka bubar setelah mendengar ucapan papah mereka.
“Nah kebetulan kalian di sini mau ngasih tau ke kalian bahwa Karin akan menikah dengan Dave"ucap papah yang membuat kedua putri nya kaget.
“APAAAA" teriak keduanya berbarengan.
Dengan raut wajah yang kaget Jessy bertanya“ Hehe pasti telinga aku salah dengar nih,masa iya kak Karin mau di jodohkan om Dave"
Semua orang menatap kearah Jessy yang sedang mengorek telinga nya.
“ Kamu tidak salah dengar Jessy yang diucapkan papah itu benar adanya " jelas Anita menepuk pundak anak nya.
Karin berdiri“Wah gak bisa gitu dong pah Karin kan sudah punya pacar, lagipula ini bukan zamannya menjodohkan anak pah"Karin hampir nangis mendengar ucapan papah nya tadi.
Keluarga Dave tidak kaget dengan penolakan Karin. Mereka sudah tahu bahwa Karin memiliki pacar dan pasti akan menolak perjodohan ini.
“Pacar yang mana sih kak, si Kevin kamu kok percaya sama orang seperti dia kerjaan nya itu gak menjamin hidup kamu kak"jelas Papah nya.
Sedih,marah,kesal itu yang dirasakan oleh Karin karena tidak sanggup untuk berdiri lama diruangan yang hawa nya panas itu ia berlari menuju kamar nya.
Jessy yang melihat kakak nya lari ke kamar segera menyusul.
***
Suara tangisan terdengar menggema di kamar Karin,ia menggulung dirinya dengan selimut.Jessy berada disisi sang kakak dan menenangkan kakak nya itu.
Berjam jam Karin menangis.air matanya pun sudah habis dan dia sedikit tenang.
Tring suara notifikasi ponsel Karin
Karin melihat pesan tersebut, ternyata pesan itu dari Kevin. Jessy yang penasaran sedikit mengintip ponsel kakaknya.
“Siapa kak?"tanya Jessy
Karin melihat Jessy dengan wajah sembab nya “Dari Kevin tapi dia sharelock"
“Coba lihat"Jessy mengambil paksa ponsel milik kakak nya.
“Dia sharelock hotel tempat dia menginap mungkin dia ada perlu sama kakak,mau ke sana?"tanya Jessy menatap kakak nya.
Karin menatap penampilan nya saat ini“Gak mungkin aku pergi lihat penampilanku"
“Ya elah gampang tuh sana ganti baju biar aku make up nanti"ucap Jessy.
Karin dan Jessy bersiap siap menuju kamar milik Kevin setelah melewati resepsionis untuk menanyakan kamar milik Kevin.
“Nomor 43 kan kak berarti yang ini,sudah sana buka"ucap Jessy.
Karin ragu membuka nya tetapi ia tetap membuka pintu kamar itu.
Setelah pintu itu terbuka terpampang jelas hal yang membuat Karin dan Jessy melongo tidak percaya.