Tanpa pikir panjang, Bram segera memutus panggilan tersebut bahkan memblokir nomor Bianca yang menurutnya sama sekali tak penting. Violeta yang sebenarnya ada di sampingnya hanya bisa terdiam mendengar percakapan itu, tapi sejujurnya dia sangat kesal karena Bianca yang merupakan istri dari ayahnya ternyata malah tebar pesona di kala Vito sakit. "Menyebalkan sekali perempuan ini. Kalau aja aku tau bahwa yang telepon adalah dia, mana mau aku angkat." Bram menggerutu. "Dia memanfaatkan situasi padahal yang hilang adalah anak kandungnya sendiri. Ah, entahlah, kalau ngomongin si Mak Lampir emang gak akan ada habisnya, keburukannya terlalu banyak." Violeta menyahuti ucapan suaminya dengan malas. "Biarin aja, asal jangan my loved wife aja yang begitu." Bram terkekeh sebentar hingga ingatanny

