Aku sudah merasa tidak tenang sejak melihat Pijar mengeluarkan pisau. Bocah itu tidak waras. Sejago apapun Layung dalam berkelahi kalau musuhnya gila dan licik seperti Pijar, Layung bisa dalam bahaya. “Cepat pergi!” tapi Layung sudah berusaha membukakan jalan untukku dan Semesta sampai seperti itu, kami tak bisa menyiakan usahanya. “Gunakan yang tadi kuberikan padamu!” dan meski aku sudah menyuruhnya begitu pun aku juga tau Layung tak akan menggunakannya pada Pijar. Tapi kenapa aku begitu bebal meninggalkan Layung di sana! Meskipun Layung menyuruhku pergi seharusnya aku tetap tinggal di sisinya. Kami sudah pernah melihat cara Pijar bertarung, seharusnya aku tak meninggalkan Layung di sana. Seharusnya aku tak meninggalkan Layung melawan Pijar sendirian, harusnya aku tak membiarkan me

