Seminggu sudah sekolah aktif lagi. Setelah dua minggu libur semester pertama.
Hari ini di kelas 7 Khodijah pelajaran Pak Satria yang sekaligus wali kelas mereka.
Hasan dan kawan-kawan menyimak Pelajaran dengan khusyuk.
Yang terdengar hanya suara Pak Satria yang sedang menjelaskan pelajarannya.
Namun tiba-tiba ketenangan itu pun terganggu dengan adanya yang mengetuk pintu dari luar.
"Tok...tok...tok...
"Masuk" sahut Pak Satria mempersilahkan masuk.
"Permisi Pak Satria" kata Pak Asep sopan.
"Ya Pak Asep ada yang bisa saya bantu" tanya Pak Satria.
"Begini Pak saya mau antar siswa baru yang akan belajar di kelas Bapak" jawab Pak Asep menjelaskan kedatangannya.
"Oh ..silahkan" kata pak Satria membuka pintu kelas dengan lebar dan seketika beliau melihat seorang gadis cantik yang berdiri tak jauh dari pak Asep.
"Baik Pak Satria karena tugas saya sudah selesai saya mau pamit dulu ke depan untuk jaga piket kembali, terima kasih" pamit Pak Asep sambil menundukkan sedikit kepalanya tanda hormat.
"Ya...ya ..silahkan Pak Asep" jawab Pak Satria sambil menganggukkan kepalanya.
Pak Satria pun mempersilahkan siswa baru tersebut masuk ke dalam kelas.
"Baik anak-anak sekalian, kita kedatangan teman baru" Pak Satria membuka perkenalan untuk siswa baru tersebut.
"Silahkan nak... perkenalkan dirimu" lanjut Pak Satria.
"Assalamualaikum...!
Waalaikum salam.... jawab isi kelas kompak.
"Perkenalkan nama saya Sasqia Azzahra, panggil aja Sasqia, saya pindahan dari Bandung" kata Sasqia memperkenalkan dirinya.
"Neng Sasqia sudah punya pacar apa belum?" celetuk Amiin.
"Huuuuu......"Tentu saja Amiin mendapat sorakan dari teman sekelasnya.
"Jangan mulai deh..." celetuk Kokom sebel kepada Amiin.
Mereka pun tertawa bersama mendengar celetuk Kokom.
"Neng Kokom cemburu yah....aa Amiin godain neng Sasqia?" goda Amiin ke Kokom sambil menaik turun kan alisnya.
"Jangan mimpi deh Miin...! jawab Kokom ketus.
"Ha...ha...ha...." tawa sekelas membahana.
"Sudah.... sudah....kalau kalian lanjutkan, waktu belajar kita akan habis" lerai Pak Satria.
"Sasqia...silahkan duduk di samping Jubaidah"kata pak Satria kepada Sasqia sambil menunjuk bangku kosong di samping Jubaidah.
Sasqia pun berjalan ke arah Jubaidah dan dia pun bertatap muka dengan Hasan dan Yusuf yang duduk di depan Jubaidah.
"Gila ganteng banget, kok ada ya orang ganteng di sini" batin Sasqia dalam hati.
"Hai saya Yusuf dan ini Hasan" kata Yusuf memperkenalkan diri kepada Sasqia.
"Sasqia" balas Sasqia sambil duduk di bangku yang dimaksudkan pak Satria tadi.
"Oh... namanya Hasan" gumam Sasqia dalam hati.
"Hai saya Jubaidah, cukup panggil Ubed saja" Jubaidah memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan dan jangan lupakan tersenyum manisnya.
"Sasqia" jawab Sasqia sambil menjabat tangan Jubaidah dan tersenyum pula.
"Baik anak-anak kita kembali ke pelajaran" kata pak Satria meminta atensi siswanya untuk kembali memperhatikan pelajarannya.
Satu jam kemudian pelajaran pak Satria pun selesai dan dibarengi dengan suara bel istirahat.
"Baik anak-anak sampai disini dulu pelajaran kita jangan lupa kerjakan tugas kalian....!" nasihat pak Satria sebelum keluar kelas.
"Baik Pak ....! jawab mereka kompak sekelas.
Pak Satria pun menutup pelajaran dan keluar kelas.
Anak-anak pun riuh di dalam kelas berkenalan dengan Sasqia. Terutama yang laki-laki pastinya.
Setelah selesai mereka pun pergi ke kantin untuk mengisi perut yang sudah demo.
Seperti biasa Saviena, Hasan dan kawan-kawan pun pergi ke kantin untuk menenangkan cacing-cacing di perut.
******
Kantin sekolah
"Mau makan apa hari ini" Kata Tati membuka obrolan setelah mereka dapat tempat duduk di kantin.
"Bagaimana kalau makan soto" kata Saviena memberi saran.
"Boleh...!" kata Bariah dan Kokom berbarengan.
"Cie kompak" ledak Amiin.
"Apa sih ..? kata Kokom cemberut pura-pura marah.
Amiin pun cuma nyengir lihat kokom yang terlihat lucu di matanya.
"Ok saya juga mau" kata Yusuf.
"Boleh juga " kata Hasan.
"Oke ... hari ini kita pesan Soto jangan lupa minumnya biasa es jeruk" kata Amiin memberi keputusan.
"Ayo ...Vien...kita pesan" kata Tati.
"Yuk ..aku yang pesan es jeruk nya" timpal Saviena.
Tati pun mengangguk mengiyakan perkataan Saviena.
Mereka menuju gerobak soto dan es jeruk yang kebetulan berdekatan.
Saat sahabat mereka sedang asyik bercerita. Mereka berdua pun datang membawa pesanan yang dibantu oleh penjualnya.
"Ini dia pesanannya" kata Tati meminta perhatian teman-temannya.
"Wah enak nih" seru Yusuf dengan mata berbinar melihat soto dan es jeruk pesanan mereka.
Mereka pun mengambil satu persatu pesanan mereka dari nampan yang di sodorkan oleh penjual soto dan es jeruk.
Mereka pun makan dengan khusyuk tanpa bicara saking laparnya dan nikmatnya soto yang mereka makan..
****
Selesai makan dan membayarnya mereka pun kembali ke kelas sambil bercanda dan tertawa bersama sepanjang jalan.
Ketika melewati lapangan mereka melihat tim voli sedang latihan karena mereka ada turnamen dalam waktu dekat ini.
"Ikut main voli yuk" ajak Amiin kepada sahabatnya.
"Emang boleh kan mereka lagi sibuk menyiapkan diri untuk turnamen" kata Yusuf.
"Coba aja dulu" usul Bariah.
"Kita tunggu di situ ya" kata Tati sambil menunjuk bangku di pinggir lapangan yang ada pohon yang agak teduh.
Mereka bertiga pun mengangguk dan berlari ke tengah lapangan.
"Kak boleh ikut main nggak? Kata Amiin mengawali percakapan mereka.
"Itung-itung refreshing kak sebelum bertanding" sambung Yusuf.
Tanpa membiarkan mereka menjawab pertanyaan Amiin.
"Boleh juga" ujar ketua tim mereka.
Ya mereka adalah tim voli di sekolah ini, mereka sering ikut turnamen mewakili sekolah dan selalu mendapat juara pertama.
"Ok...kita tiga lawan tiga gimana" tawar ketua tim yang bernama Hasbullah itu.
"Oke ...deal!" kata Amiin sambil bersalaman. tanda setuju.
Permainan pun dimulai awalnya permainan didominasi oleh tim voli sekolah. Seiring berjalannya waktu Hasan dan kawan-kawan pun bisa mengimbangi permainan mereka.
Sorak-sorai sahabat mereka dipinggir lapangan membuat mereka tambah semangat.
Belum lagi siswa kelas lain yang kebetulan lewat juga memberikan semangat kepada kedua tim yang sedang bertanding.
Bel tanda istirahat selesai pun berbunyi.
Permainan pun dihentikan karena Hasan dan kawan-kawan harus masuk kelas.
"Wah kalian hebat juga ya" puji ketua tim voli yang bernama Hasbullah itu.
"Ya.. keren....dengan latihan kalian pasti jadi tim voli hebat berikut di sekolah ini" timpal anggota lainnya.
"Makasih kak kesempatannya, kami belum ada apa-apa di bandingkan kakak semua" jawab Hasan merendah.
"Oh ya dua minggu lagi kita mau ngadain rekrutan anggota baru di ekskul voli, jangan lupa ikut ya" kata kak Hasbullah mengingatkan.
"Baik kak...! jawab mereka kompak dan keluar dari lapangan.
Sampai di pinggir lapangan mereka bertiga dapat tepukan tangan dari sahabat mereka yang menunggu di sana.
"Gila permainan kalian keren banget" kata Saviena memuji.
"Ya .. keren...kalian ikut ekskul voli aja" seru Kokom nggak mau kalah.
"Baiklah kalau itu yang kalian mau aku bisa apa" kata Yusuf pura-pura pasrah.
Mereka pun tertawa bersama sambil berlalu menuju kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.