Aurora mengernyit kala menemukan setitik air mata keluar dari ujung mata sang suami. “Apa yang membuatmu sedih, Mas? Apa di sana begitu gelap hingga membuatmu ketakutan?” Sudah lebih dari 2 bulan dan Alex belum juga sadar hingga membuat semua anggota keluarga cemas, termasuk dirinya. “Semua orang sedang menunggu dirimu pulih. Bangunlah, Mas! Aku janji tidka akan menjahilimu lagi, bahkan aku akan membagi rahasia yang pastinya akan membuatmu senang. Jadi, cepatlah sadar, Mas. Ara tidak mau kehilangan lagi.” Aurora menatap wajah kuyu Alex dengan sendu. Wajah yang biasanya selalu menyebalkan, bahkan tidak pernah tersenyum pada Aurora kini benar-benar kehilangan nyawanya. Kini, yang ada di hadapan perempuan tersebut hanyalah wajah pucat-pasi, tanpa ada kehidupan. “Bangunlah, Mas. Ara lebih r

