Sepasang mata baru saja terbuka, lalu mengerjap berulang kali untuk menetralkan pandangannya yang sedikit kabur. Kepalanya bergerak seiring pandangannya yang kembali normal. Kemudian, ia meringis, merasakan sakit di bagian punggungnya. Pria itu kembali menjatuhkan kepalanya di atas bantal, karena tidak mampu untuk duduk. Pria itu menggumam, "Delika." "Syukur deh kamu udah sadar." Asgar menoleh ke samping kirinya, tepat dimana suara itu berasal. Ia memperhatikan sosok pria yang tadi berjumpa dengannya di kampus Delika. Pria itu adalah Malvin. "Om kan yang tadi di kampus istri saya," ucap Asgar. Malvin mengangguk. "Iya. Panggil aja Om Malvin. Nggak usah formal juga ngomongnya. Pakai aku kamu aja." "Iya, Om." Asgar kembali meringis kesakitan. Kondisinya saat ini masih benar-benar lemah

