Letta tersenyum ketika mengakhiri sambungan teleponnya dengan Abian, Entah kenapa Rasanya sudah sangat lama sekali dia tidak bertemu dengan kekasihnya tersebut Namun senyuman tersebut langsung hilang begitu saja ketika kembali teringat kenyataan yang harus dia hadapi nantinya, Letta harus kembali teringat bagaimana dirinya harus menghadapi Abian tentang kehamilannya sampai akhirnya lamunannya terhenti ketika pintu kamar terbuka menampilkan Mia yang sudah lengkap dengan pakaian kerjanya
"kau benar-benar tidak menganggapku seorang sahabat” ucap Mia dengan wajah marah dan juga kesalnya membuat Letta mengerutkan keningnya
" apa Aku melakukan kesalahan? "Tanya Letta membuat Mia berdecak dengan kesal
"menurutmu” ucapnya kembali membuat Letta malah mengangkat bahunya dengan Acuh dan Hal tersebut membuat Mia semakin kesal dengan sahabatnya yang satu ini Entah kenapa Mia selalu merasa jika Letta kadang perlahan membentengi hatinya seolah tidak ingin sesuatu di dalam dirinya dibaca orang lain atau diketahui oleh orang lain membuat Mia sedikit kecewa Padahal selama ini dia selalu menawarkan bantuan apapun yang Letta butuhkan
"Bagaimana bisa kau mengirimkan surat pengunduran diri tanpa sepengetahuanku, bukankah kita sudah sepakat bahwa kau masih akan bekerja untuk beberapa bulan ke depan "ucap Mia membuat Letta akhir nya tahu alasan kenapa sahabatnya tersebut menekuk wajahnya
" Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku tidak bisa lama lagi kerja di sana, aku ingin pindah dan mencari pekerjaan lain "Ucap Letta membuat Mia menatapnya dengan menyipitkan kedua bola matanya tersebut
"Kau sedang tidak sakit keras bukan, apa kau menyembunyikan nya dari ku, kau tidak mungkin bukan memberitahukan ku bawa kau sakit keras stadium akhir dan waktumu tinggal seminggu lagi” tebak Mia membuat Letta langsung menghadiahinya sebuah lemparan dengan bantal yang tepat mengenai wajahnya
"Bagaimana mungkin kau mendoakan sahabat mu ini cepat mati" ucap Letta dengan nada kesalnya
"Aku bukannya mendoakan mi, aku hanya menebak Bukankah di drama-drama memang seperti itu, jika seseorang berubah berarti dia mempunyai suatu masalah yang sangat besar dan kebanyakan di drama drama adalah tentang berakhirnya hidup mereka" Ucap Mia membuat Letta benar-benar ingin melemparinya sekali lagi menggunakan pot tanaman hias langsung dan Mia bersikap siaga dengan mengangkat kedua tangannya
"Baiklah Baiklah aku hanya menebak nya saja , jadi katakan alasan yang pastinya Kenapa kau keluar dari pekerjaanmu" ucap Tania kembali membuat Letta menghembuskan Nafas panjang nya
"Bukankah aku sudah bilang bahwa aku ingin bekerja di salah satu kedai kopi Aku sudah lelah untuk terbang kesana-kemari" ucap Letta kembali dengan menampilkan wajah lelahnya membuat Mia hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya
"baiklah kalau itu sudah kau ambil keputusannya dan sepertinya surat pengunduran dirimu juga saat ini sedang diproses” ucap Mia yang membuat Letta menganggukkan kepalanya Mereka kemudian terdiam sejenak sampai akhirnya Letta kembali membuka suaranya
“ aku sudah mendapatkan apartemen yang cukup menampung diriku untuk sebulan ke depan sambil Aku Menunggu pekerjaan baru "ucap Letta membuat Mia kembali menatapnya dengan kesal
"bukan kah Aku mengatakan bahwa kau boleh tinggal di sini sampai pekerjaan tersebut sudah pasti Kau Dapatkan Bagaimana jika kau terlanjur pindah tapi kau masih belum bekerja" ucap mia kembali membuat Letta sudah bisa menebak perkataan dari sahabatnya tersebut
“ Tenang saja aku pasti akan langsung mendapatkan pekerjaan lagi pula aku tidak nyaman jika harus terus tinggal di apartemen mu ini kasihan Pacarmu tidak bisa mengunjungi dengan leluasa "ucap Letta membuat Mia kembali berdecak dengan kesal
"Bahkan kau sambil memikirkan hal tersebut sudahlah kalau begitu kau memang keras kepala dan aku terlalu malas untuk melawan mh, Jadi kapan kau akan pindah? "Tanya Mia
" sore ini "
" Kenapa harus secepat itu bagaimana kalau lusa saat aku libur untuk bekerja dan aku bisa membantumu "ucap Mia kembali
" tidak perlu, lagi pula barang-barangku tidak banyak jadi aku akan mudah untuk pindah ke apartemen baru lagi pula di sana sudah menyediakan perabotan-perabotan jadi aku tinggal menempatinya saja "ucap Letta kembali membuat Mia menghembuskan nafas panjang Mia menerima keputusan dari sahabatnya tersebut.
Sedangkan di ruangan lain Marco terdiam ketika membaca surat pengunduran diri dari seseorang dengan nama yang sangat familiar
" alasan Apa yang membuat karyawan ini ingin keluar dari perusahaan kita, apakah kita kurang memberikan gaji atau perlakuan kerjanya selama ini kurang baik kepadanya? "Tanya Marco kembali kepada ketua tim HRD yang mengurus tentang SDM mereka
" Saya kurang tahu alasannya Pak "jawab Hendra yang memang selalu gemetar ketika berhadapan dengan Marco
"Harusnya kau cari tahu kenapa karyawan satu ini mengundurkan diri dari perusahaan kita Bukankah ada sesuatu yang salah dari perusahaan kita sehingga mereka tidak betah kerja di sini" ucap Marco kembali membuat Hendra hanya menganggukkan kepalanya
"Maaf itu kesalahan saya kedepannya saya akan lebih memperhatikan lagi untuk menanyakan tentang alasan mereka keluar dari perusahaan kita "ucap Hendra membuat Marco menatap tajam surat pengunduran diri tersebut sambil mengibaskan tangannya menyuruh Hendra untuk keluar dari ruangannya, tentu saja nama Aletta Leticia yang tertera dalam surat tersebut membuat Marco pun terdiam
“ tetapi bagus juga jika dia Berhenti bekerja itu akan mempermudah untuk mengaturnya setidaknya dia bisa memikirkan tentang kesehatan nya dan juga calon anakku di dalam perutnya dia tidak mungkin terus-terusan terbang kesana kesini dengan berbadan dua "ucap Marco seolah menebak-nebak alasan yang Letta pikirkan untuk keluar dari perusahaannya
“ lalu Jika dia keluar bagaimana bisa aku menemuinya secara leluasa “ gumam Marco kembali akhirnya Marco langsung meraih telepon dihadapan nya
" zona keruangan ku sekarang” ucap Marco dan selama beberapa menit seorang laki-laki tinggi itu masuk ke dalam ruangan Marco
"Aku ingin kau memcari tahu tentang karyawan ini" ucap Marco sambil memberikan surat pengunduran diri kepada zona yang memang bertugas sebagai kaki tangan yang selama ini dia percaya, zona mengerutkan keningnya ketika melihat nama yang tertera dalam surat pengunduran diri tersebut
“Apakah saya juga harus mencari alasan pengunduran dirinya? "Tanya zona kembali membuat Marco menganggukkan kepalanya
" ya ide bagus apapun yang bersangkutan dengannya aku harap kau bisa menemukannya "ucap Marco membuat zona mengangguk mengerti setelah itu langsung keluar dari ruang kerja milik Marco membuat Marco terdiam sambil sesekali membayangkan wajah polos yang selalu menatapnya dengan tatapan tajam tersebut
" Letta Leticia "ucap Marco yang menggumam kan nama dari wanita yang kini tengah mengandung darah daging miliknya kenapa Marco merasa jika ada satu daya tarik yang membuat dirinya ingin terus mencari tahu tentang seorang yang bernama Letta tersebut, bahkan Marco merasa jika Letta benar benar sudah menarik perhatian nya lebih dari yang Marco perkirakan sebelum nya, Marco merasa jika seorang Letta bisa memacu Adrenalin nya sebagai seseorang yang arogan padahal yang harusnya dia pikirkan saat ini adalah cara untuk membujuk Arabella yang sampai saat ini belum menghubungi nya tapi Marco terus-terusan bermain-main dengan wanita bernama Letta tersebut