Marco langsung melangkahkan kakinya Ke kediaman keluarga besar Jovanka yang entah Sudah berapa lama tidak dia kunjungi membuat Marco langsung disambut oleh Kepala pelayan
" nyonya besar sudah menunggu Anda di ruang keluarga "ucap Krisna sebagai kepala pelayan di rumah Jovanka, Marco sepertinya sudah bisa menebak Kenapa dia dipanggil secara mendadak ke kediaman keluarga besarnya membuat Marco langsung berjalan menuju ruang keluarga di mana ibunya sendiri sudah menunggunya
" Selamat malam Bu"Sapa Marco dengan senyum ramahnya seperti yang selalu dia Tampilkan untuk menyapa Elena membuat Elena langsung menatapnya dengan wajah Tak Acuh seperti yang sudah Marco tebak sebelum nya tapi Marco tetap dengan sikapnya yang akan menghampiri ibunya tersebut dan mencium pipinya dengan penuh kasih sayang
"sepertinya ibuku ini sedang mempunyai mood yang buruk "ucap Marco sambil duduk di hadapan Elena dengan secangkir kopi yang sebelumnya sudah dihidangkan oleh pelayan
“ Tentu saja Ibu marah Bagaimana mungkin Ibu tidak marah dengan tingkahmu itu "ucap Elena membuat Marco akhirnya meletakkan cangkir tersebut menatap ibunya dengan penuh ketenangan karena sudah bisa menebak Apa yang akan terjadi selanjutnya
"Memangnya apa yang aku lakukan? "Tanya Marco membuat Elena langsung menatapnya dengan tatapan tajam
"Jika saja ayahmu tahu apa yang kau lakukan Dia pasti akan langsung mengusirmu dari kediaman ini Untung saja dia sedang berada di Turki saat ini" ucap Elena kembali membuat Marco hanya tersenyum
"Bukankah Sudah dari lama aku tidak tinggal di rumah ini "jawab Marco membuat Elena semakin merasa kesal karena anaknya tersebut selalu bisa menjawab semua pertanyaan nya dengan wajah tampan dan tenang ya itu
“ Ibu sudah tahu semua tingkah burukmu itu dari Arabella "ucap Elena kembali membuat Marco akhirnya sedikit menegak kan tubuhnya menatap kearah ibunya tersebut
" jadi ibu akan menyetujui keputusan ku?” Tanya Marco membuat Elena malah langsung berdiri dari duduknya
"menyetujui Apa maksudmu apa memang keputusanmu,? Jangan katakan kau akan menikahi wanita yang mengandung anakmu itu dan melepaskan Arabella, Ibu tidak akan pernah setuju dengan hubungan itu" ucap Elena membuat Marco akhirnya beranjak dari duduknya dan berjalan mendekat kearah Elena menenangkan ibunya tersebut dan kembali mengajaknya untuk duduk
“ Bu dengarkan dulu mungkin Arabella memang mengatakan bahwa aku menghamili seseorang aku menghamili wanita lain dan wanita itu sedang mengandung anak ku, semua itu memang benar Tapi dia Mungkin tidak menceritakan bagaimana hal itu bisa terjadi asal Ibu tahu itu adalah sebuah kesalahan yang tidak disengaja, saat itu aku mabuk di saat acara anniversary perusahaan Aku tidak tahu wanita itu akan mengandung anakku dan saat ini aku tidak mungkin melepaskannya bukan dan ibu juga tidak mau bukan melihat darah daging keturunan Jovanka ada di luaran sana yang hidupnya entah akan seperti apa "ucap Marco membuat Elena terdiam sepertinya Elena pun memikirkan hal yang sama dengan Marco, dia tidak mungkin membiarkan seorang anak yang mengandung darah Jovanka berkeliaran tidak tentu diluaran sana karena bagi mereka dari keturunan apalagi darah yang memang murni keturunan mereka itu adalah sesuatu yang berharga dan tidak mungkin mereka sia-siakan
"lalu apa rencanamu ,? “ tanya Elena kembali membuat Marco menarik sudut bibirnya
" aku akan menikahinya "ucap Marco dengan santainya membuat Elena kembali menatapnya dengan tatapan tajam
" Lalu bagaimana dengan Arabella Bagaimana dengan hubungan keluarga kita dengan keluarganya, Apa kau ingin menghancurkan persahabatan antara ayahmu dan juga ayahnya Arabella "ucap Elena kembali membuat Marco menggelengkan kepalanya
"aku akan menikahinya tanpa ada seorang pun yang tahu aku hanya ingin membuat ikatan status Antara Aku dan juga dirinya hanya karena anak yang dikandung nya agar memiliki nama Jovanka dan setelah itu Ya tentu saja aku akan menceraikannya dan mengambil Hak asuh dari anak tersebut setelahnya kita bisa kembali merundingkan tentang pernikahan dengan Arabella "ucap Marco kembali membuat Elena terdiam sejenak memikirkan ide yang Marco berikan dan sepertinya ide yang marco berikan tidak kah buruk ide itu bisa diterima dan masuk akal namun yang membuat Elena sedikit was-was saat ini adalah tentang Arabella sendiri karena saat Arabella memaksanya untuk bertemu dan menceritakan semuanya Elena bisa melihat raut wajah sedih marah kecewa bercampur aduk di mata Arabella membuat Elena tidak yakin Arabella akan setuju dengan keputusan Marco dan sepertinya Marco menyadari apa yang saat ini sedang ibu nya tersebut pikirkan
"jika Ibu memikirkan tentang bagaimana Arabella, itu aku yang akan mengurusnya aku yang akan memberi pengertian dan aku yang akan membujuk Arabella agar setuju dengan semua rencana ini toh ke depannya juga ini demi masa depan kita” ucap Marco kembali membuat Elena hanya menghembuskan nafas kasar nya
" kau tidak mungkin bukan tiba-tiba membawa anak yang sudah besar di antara pernikahan kalian "ucap Elena kembali membuat Marco lagi-lagi tersenyum sepertinya Marco memang sudah merencanakannya jauh-jauh hari
“ Arabella memang tidak akan pernah mau menikah ketika statusku menjadi suami orang tapi kita bisa mengelabui publik kita bisa mengatakan bahwa aku dan arabella sudah memiliki anak terlebih dahulu dan kita sudah menikah dengan secara siri saja sebelum akhirnya menggumumkan pernikahan besar-besaran, mereka tidak akan menyangka bahwa anak itu bukankah anak aku dan juga Arabella, Semuanya bisa diatur publik bisa kita kelabui dengan mudah di zaman sekarang ini "ucap Marco membuat Elena akhirnya menghembuskan nafas panjangnya
" Kenapa kau bisa berulah seperti ini membuat kepala Ibu benar-benar akan pecah bagaimana juga Ibu harus menghadapi keluarga besar Arabella nantinya mereka belum tentu setuju "ucap Elena Membuat Marco akhirnya menarik ibunya tersebut ke dalam pelukannya, Marco memang tipe orang yang sangat menyayangi ibunya sendiri
“Ibu tidak perlu memikirkan apapun yang bukan kapasitas Ibu, semuanya serahkan padaku aku sudah mengaturnya sebaik mungkin dan semuanya tidak akan pernah membuat kita berada dalam kerugian, anak itu akan menjadi milikku kita hanya perlu memberikan imbalan kepada wanita itu karena sudah mengandung anakku dan setelahnya aku akan melangsungkan pernikahan dengan Arabella semuanya semudah itu Bu "ucap Marco membuat Elena berdecak dengan kesal.
“Jika dikatakan saja memang mudah tapi bagaimana menjalaninya belum tentu ada orang-orang yang memang setuju saja dengan perkataan mu pasti ada dari salah satu mereka yang mengorek semuanya dan bagaimana jika semuanya terbongkar dan membuktikan bahwa kau berbohong "ucap Elena kembali membuat Marco mengangkat bahunya Acuh
" semuanya tidak akan terjadi ketika kekuatan uang bisa mendominasi, Jadi Ibu tenang lah jangan terlalu memikirkannya jadi masalah kita selesai bukan jika Iya aku harus kembali ke kediamanku karena aku masih memiliki setumpuk pekerjaan "ucap Marco sambil beranjak dari duduknya membuat Elena langsung menatapnya dengan tatapan tajam
" bisa tidak kau menginap semalam saja di rumah ini, ini juga rumahmu kau masih belum berkeluarga tapi kau sudah keras kepala untuk tinggal seorang diri "ucap Elena yang membuat Marco hanya mengangkat bahunya Acuh
" aku memang orang yang mandiri Bu jadi Mengertilah dengan anakmu ini "ucap Marco membuat Elena tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan sikap keras kepalanya itu