Arabella mengerutkan keningnya ketika tiba-tiba saja Marco mengajaknya untuk bertemu namun sejak lima belas menit yang lalu tunangannya tersebut tidak mengucapkan satu patah kata pun dia hanya fokus pada cangkir kopi yang bahkan asapnya saja sudah tidak terlihat
"honey Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan Kau membuatku takut saja" ucap Arabella yang kini beranjak dari duduknya dan mendekat kearah Marco duduk di sampingnya sambil melingkarkan tangannya pada bahu Marco membuat Marco mendongak menatap wajah cantik dari tunangannya tersebut tentu saja Marco Tidak bisa mengalihkan pandangannya pada wanita yang sudah menjadi kekasihnya tersebut selama kurang lebih tiga tahun ini dan jika saja tidak terjadi kejadian yang tidak Marco inginkan Mungkin tahun depan Marco sudah akan melamar tunangannya ini membuat Marco akhirnya menarik pergelangan tangan Arabella dan mengecupnya membuat Arabella tersenyum dengan semua perlakuan Marco yang selalu terlihat hangat dan juga menyayanginya dengan tulus.
Marco kemudian menarik Arabella untuk duduk di pangkuannya membuat Arabella tentu saja dengan senang hati mendekatkan wajahnya dan memberikan satu ciuman tepat di bibir Marco
“apa ada masalah di kantor?” Tanya Arabella kembali membuat Marco hanya menggelengkan kepalanya
" bukan masalah di kantor Tapi masalah lain "ucap Marco kembali membuat Arabella mengerutkan keningnya
" Ceritalah kau tidak mungkin bukan sampai seperti ini jika masalah tersebut tidak sulit dan bisa mempengaruhi mu"ucap Arabella karena selama ini Marco selalu bisa menyelesaikan masalah apapun yang dia hadapi, jarang sekali Marco sampai berdiam diri seperti ini ketika mengajaknya untuk bertemu jadi yang Arabella pikirkan bahwa mungkin saat ini Marco benar-benar sedang mendapatkan masalah yang cukup besar membuat Arabella akhirnya mengulurkan tangannya mengelus rahang tegas milik Marco dengan lembut
"apa kau juga tidak ingin menceritakannya padaku?" Tanya Arabella membuat Marco menggelengkan kepalanya
“ tentu saja kau harus tahu "ucap Marco membuat Arabella tersenyum
" jadi Katakanlah "ucap Arabella membuat Marco menghembuskan nafas panjangnya seolah mengambil ancang-ancang untuk menceritakan semuanya kepada tunangannya tersebut
“Apa kau mencintaiku?" Tanya Marco membuat Arabella mengerutkan keningnya
"pertanyaan macam Apa itu, tentu saja aku mencintaimu “ucap arabella sedikit kesal dengan pertanyaan dari tunangan nya tersebut
" kalau kau mencintaiku apa Kau akan memaafkan kesalahanku? "Tanya Marco kembali membuat Arabella sedikit curiga dengan semua pertanyaannya
" Apa kau membuat kesalahan Apa itu menyangkut tentang pertunangan kita "tanya Arabella kembali membuat Marco menganggukkan kepalanya membuat Arabella Malah semakin merasa gugup dengan apa yang akan dijelaskan Marco padanya dan Arabella harap itu bukanlah sesuatu yang bisa mengancam hubungan mereka
“kalau begitu Katakanlah" ucap Arabella membuat Marco menatap manik mata tunangannya tersebut
" sebentar lagi aku akan mempunyai seorang anak "ucap Marco membuat Arabella terdiam Begitu pun dengan Marco yang melihat raut wajah Arabella yang menatap nya dengan diam namun detik berikutnya hanya gelak tawa dari Arabella yang memenuhi ruangan tersebut membuat Marco bisa menebak bahwa tunangannya tersebut tidak serius menanggapi perkataannya bahkan Arabella sampai mengusap sudut matanya yang berair karena tidak bisa menghentikan tawanya tersebut
" ah honey aku rasa ini bukan April Mop untuk apa kau membuat lelucon seperti itu? "Tanya Arabella kembali dengan sisa tawa nya membuat Marco hanya terdiam memperhatikan Arabella
“ Aku tidak mengatakan lelucon Karena itulah yang akan terjadi "ucap Marco kembali membuat Arabella malah mengangkat kedua tangannya seolah menyerah dengan perkataan Marco yang dianggap sebagai sebuah lelucon
“sudahlah aku benar-benar tidak bisa menahan tawaku lagi jika kau terus menerus berakting seperti itu "ucap Arabella membuat Marco hanya menghembuskan nafas panjangnya dan menunggu kekasihnya tersebut untuk menghentikan tawanya sampai akhirnya Arabella puas dengan tawa nya tersebut dan menatap kearah Marco yang masih terdiam dengan raut wajah seriusnya membuat Arabella pun mulai menanggapinya dengan serius
“ apa kau yakin dengan apa yang kau katakan itu benar dan bukan sebuah kebohongan?” Tanya Arabella membuat Marco menganggukan kepalanya membuat Arabella langsung beranjak dari pangkuan Marco dan menatapnya dengan tatapan tidak suka
“ lelucon macam Apa itu Apa kau sudah menghianati ku? " Tanya Arabella dengan tatapan tidak percaya membuat Marco menarik kembali pergelangan tangan Arabella untuk mendekat kearahnya
"aku tidak mengkhianatimu Bagaimana mungkin aku melakukan nya, aku tidak mempunyai keberanian sebesar itu” ucap Marco membuat Arabella terdiam sejenak
“lalu kesalahan apa yang kau perbuat ,?” tanya Arabella membuat Marco akhirnya beranjak dari duduknya mencoba untuk menunggu Arabella kembali untuk sedikit lebih tenang sebelum dia menceritakan semua nya
" ini benar-benar tidak seperti yang aku mau aku benar-benar melakukannya dalam keadaan tidak sadar “ Jelas Marco kembali membuat Arabella semakin tidak mengerti apa yang hendak dia katakan
"langsung pada intinya saja" ucap Arabella Yang sepertinya sudah mulai menahan amarah membuat Marco hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya dia akan menerima apapun tindakan yang akan dilakukan padanya bahkan jika Arabella memukulnya pun Marco akan menerimanya
" ada seorang wanita yang tengah mengandung anakku "ucap Marco akhirnya membuat Arabella terdiam namun tentu saja tatapan matanya semakin tajam menatap ke arah Marco
"jadi inti yang akan kau bicarakan itu adalah kau ber selingkuh di belakangku? "Tanya Arabella kembali membuat Marco menggelengkan kepalanya
" aku tidak berselingkuh itu hanya terjadi sekali di saat malam anniversary perusahaan Bahkan aku tidak tahu wanita yang aku tiduri saat itu dan ternyata ketika aku menemuinya dia sudah mengandung anakku "ucap Marco membuat Arabella langsung berdiri dari duduknya
“kau benar-benar mengecewakanku" ucap Arabella dan Hanya itu yang bisa dia katakan setelah itu pergi meninggalkan Marco seorang diri untuk situasi seperti ini bukanlah situasi yang ingin Marco inginkan setidaknya Arabella mungkin akan menamparnya atau berteriak dan meluapkan semua emosinya tapi ternyata Arabella hanya mengucapkan satu kalimat itu dan pergi meninggalkannya bagi Marco itu adalah sesuatu yang lebih menakutkan Marco mungkin memilih untuk mendapatkan satu tamparan dari Arabella tapi sepertinya semua kesalahannya itu benar-benar membuat tunangan nya itu marah besar, Marco Tahu betul Bagaimana sifat dari Arabella ketika dia marah dan sangat membenci seseorang membuat Marco hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar meskipun situasi seperti ini sudah dia bisa prediksi sebelumnya namun tetap saja mengalami nya secara langsung membuat kepala Marco berdenyut denga hebat, Marco harus mencari cara lain untuk membujuk Arabella agar tetap mau berada di sampingnya meskipun seperti yang Marco sadari bahwa ada buah hati yang berada di rahim wanita lain tapi bagi Marco itu hanyalah seorang anak yang mewarisi darah yang sama dengannya dia bisa mengambilnya kapanpun dan mempertahankan hubungannya dengan Arabella itulah pikiran yang saat ini melintas di kepala Marco membuat Marco yakin dengan keputusannya tersebut