Us 12 mia end Me

1075 Kata
Mia menatap kearah Letta dengan kening berkerut dengan sebuah koper di sampingnya membuat Mia menghembuskan nafas panjangnya setelah itu barulah mempersilahkan sahabatnya tersebut untuk masuk ke dalam apartemennya mempersilahkan Letta duduk dan memberinya teh hangat karena di luar cuaca yang sedang sangat dingin  "kenapa kau keluar dengan baju setipis itu, kenapa kau tidak memakai jaket atau apapun yang bisa membuat dirimu hangat" ucap Mia sambil menyampaikan sebuah selimut pada tubuh Letta membuat Letta tersenyum sambil meneguk teh hangat yang di sajikan untuk nya, sahabatnya tersebut benar-benar sahabat yang paling pengertian yang Letta miliki “Aku tidak terlalu punya waktu untuk memperhatikan apa yang aku pakai saat ini, bahkan untuk mengemasi barang-barang saja aku terburu-buru karena tidak ingin terlalu lama mendengar ocehan dari tante dan juga miti "ucap Letta  sambil meletakkan cangkir teh tersebut membuat Mia menatapnya dengan alis terangkat sepertinya Letta tahu apa yang saat ini sahabatnya tersebut nantikan " aku akan bercerita tapi Bolehkah aku ke kamar mandi terlebih dahulu,?"tanya Letta kembali membuat Mia menghembuskan nafas panjangnya sebelum akhirnya mengangguk membuat Letta tersenyum dan langsung berdiri dari duduknya bergegas menuju kamar mandi, Letta kemudian sedikit membasuh wajahnya menatap kearah cermin besar di hadapannya Hari ini sangat melelahkan Setelah dia pergi ke rumah sakit dan tiba-tiba harus berhadapan dengan Marco membuat tenaganya saja terkuras setengahnya apalagi pembicaraannya dengan Marco tidak berjalan dengan baik dan Kali ini harus menghadapi Mia yang sedikit kritis dengan apapun yang terjadi dengannya, Apalagi Letta menyembunyikan hal besar darinya pasti membuat Mia akan membuatnya tidak jauh lebih baik dari menghadapi Marco sebelumnya, membuat Letta menghembuskan nafas panjangnya sebelum akhirnya mengeringkan wajahnya dan kembali berjalan untuk menemui Mia "jadi apa kau siap untuk menceritakan semuanya padaku?" Tanya Mia membuat Letta sedikit meringis sambil tersenyum  "Entahlah aku bingung harus menceritakannya dari mana?" Ucap Letta kembali membuat Mia berdecak dengan kesal " dimulai dari Kenapa kau mengemasi barang-barang mu itu "Ucap Mia akhirnya membuat Letta menghembuskan nafas panjangnya " kau tahu bukan seharusnya Aku melakukan ini Sudah dari lama keluar dari rumah itu "ucap Letta membuat Mia menghela nafas panjang nya   “ Bukan kah dari jauh jauh hari aku sudah mengatakan bahwa kedua wanita ular itu tidak akan membuatmu hidup tenang sebelum kau pergi dari rumah itu tapi kau keras kepala "ucap Mia  yang seolah menertawakan kesengsaraan Letta  kali ini “ Iya Kau benar dan hari ini batas dari kesabaran kepada mereka sepertinya mereka pun senang karena berhasil mengusir ku dari rumah itu "ucap Letta sambil menghembuskan nafas panjang nya seolah dia benar benar sudah selesai dengan sebuah beban hidupnya yang terasa berat di rumah itu " Baguslah kau bisa memulai dan menata hidupmu dari awal tanpa harus memikirkan mereka, Toh mereka juga tidak menganggap mu sebagai keluarga Jadi kau juga tidak perlu menganggap keberadaan mereka Anggap saja kau tidak mempunyai keluarga seperti mereka di dunia ini "ucap Mia  yang membuat Letta menganggukkan  kepalanya lagi pula memang benar tidak ada siapapun yang saat ini yang bisa diandalkan untuk disebut sebagai keluarga oleh Letta dan Letta  sangat bersyukur karena masih ada Mia yang berada disampingnya selain Abian dan berpikir tentang Abian lagi-lagi Letta menghela napas panjangnya seolah lelah menghadapi semua yang terjadi padanya akhir-akhir ini, padahal Letta belum benar-benar menghadapi seorang abian dan mengatakan semua tentang keadaannya  “ya aku akan melakukannya dan sepertinya aku akan sedikit merepotkan mu untuk beberapa hari ini sebelum aku mendapatkan apartemen untuk tempatku tinggal " ucap Letta membuat Mia berdecak dengan kesal  "kenapa kau berkata seolah aku ini sama dengan mereka Kau boleh tinggal sesuka hatimu di sini aku tidak akan mengusikmu" ucap Mia membuat Letta sudah bisa menebak dengan jawaban dari sahabatnya tersebut bahkan mungkin jika Letta  memaksa untuk menumpang dengannya seumur hidupnya pasti Mia tidak akan keberatan tapi tentu saja Letta tidak bisa melakukannya karena Mia mempunyai kehidupan pribadinya dia tidak mungkin terus terus merepotkan nya "ya aku tak akan menjawab itu “ucap Letta kemudian terdiam sejenak sampai akhirnya Mia kembali bertanya kepada Letta "apa abiyan sudah tahu tentang kepindahan mau? "Tanya Mia membuat Letta menggelengkan kepalanya “ beberapa hari ini Abian sulit untuk dihubungi sepertinya ponselnya kembali tidak mendapatkan sinyal" jawab Letta sambil menghembuskan nafas panjangnya sedangkan mia hanya berdecak dengan kesal  "bisakah dia tidak berurusan dengan hewan liar dan juga masuk ke dalam hutan lebat, dia bisa beralih  menjadi seorang fotografer dengan memotret model-model cantik misalnya "ucap Mia yang tidak mengerti tentang pekerjaan yang Abian sukai itu, Entah kenapa Mia merasa jika Abian lebih tertarik kepada singa yang ganas daripada model-model yang membuat laki-laki meneteskan air liur nya itu  "tapi sepertinya aku lebih setuju jika Bian memfoto seekor singa daripada seorang model "ucap Letta dengan senyum mengembang membuat Mia memutar bola mata nya malas   “karena kau memilih itu Sedari Dulu jadi hubungan kalian tidak ada kemajuan karena kau terus ditinggal jauh oleh pacarmu itu"ucap Mia yang memang kadang merasa kesal dengan hubungan Letta dan Abian yang seolah berjalan di tempat bahkan tidak ada kemajuan sedikit pun dalam hubungan mereka yang sudah terjalin selama 2 tahun ini “Aku yakin dia lebih betah untuk melihat singa betina daripada menatap mu seharian "ucap Mia membuat Letta berdecak dengan kesal  "kau membanding-bandingkan ku dengan hewan-hewan itu " Tanya Letta kembali membuat Mia hanya mengangkat bahunya sambil beranjak dari duduknya “ apa kau sudah makan,?”tanya Mia sambil berjalan kearah dapur membuat Letta menggelengkan kepalanya " Kebetulan sekali aku memiliki resep baru dan Sepertinya kau orang pertama yang beruntung yang akan mencicipinya " ucap Mia membuat Letta tentu saja langsung menganggukkan kepalanya dengan antusias karena selain pandai mengomeli seseorang Mia pun pandai dalam hal memasak tentu saja membuat Letta tidak akan menolak makanan apapun yang disajikan untuknya “dengan senang hati aku akan selalu menyantap apapun yang kau hidangkan "ucap Letta karena memang seharian tadi Letta  tidak tahu berapa kali dia mengisi perutnya tersebut karena saking sibuknya untuk mengemasi barangnya juga pergi ke dokter membuat Letta bahkan lupa dengan janin yang dikandung nya, Letta kadang merutuki dirinya sendiri karena sepertinya mengabaikan tentang kesehatannya dan selalu lupa untuk mengisi perutnya membuat Letta mengelus perutnya yang masih datar tersebut, Letta menyesal dengan tindakannya yang kadang melupakan ada seseorang yang kini menumpang hidup di dalam tubuhnya itu yang hanya mengandalkan makanan yang masuk ke dalam mulutnya membuat Letta menghembuskan nafas panjangnya, mulai hari ini Letta tidak akan lagi mengabaikan tentang kesehatannya dan juga kesehatan calon buah hatinya tersebut dan sepertinya untuk kedepannya Letta harus menguatkan dirinya untuk menghadapi orang-orang yang mungkin akan membuat nya  kerepotan melalui hari hari nya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN