Entah kenapa Letta hanya bisa duduk dengan gelisah setelah dirinya diperiksa oleh dokter yang menanganinya kali ini, sesekali Letta menatap kearah laki-laki disampingnya yang sedari tadi duduk dengan wajah santainya sebelum kembali memperhatikan dokter yang kini tengah berada di hadapan mereka
"Jadi ibu Letta Leticia , umur Anda? "Tanya dokter tersebut membuat Letta langsung menjawabnya
" 25 tahun "jawab Letta membuat dokter langsung menuliskannya
"siapa nama suami Anda ,?" tanya dokter tersebut kembali membuat Letta tidak tahu harus menjawabnya Seperti apa sampai dokter tersebut akhirnya menatap kearah Letta mengalihkan pandangannya yang sedari tadi hanya fokus pada data-data tentang Letta
"siapa nama suami Anda?" Tanya dokter itu kembali sambil menatap kearah Letta dan Marco secara bergantian membuat Letta akhirnya tidak punya pilihan lain selain mengaku yang sebenarnya
"sebenarnya dok saya__" ucapannya terpotong ketika tiba-tiba Marco menyela nya
"Marco Jovanka itu nama suaminya" ucap Marco membuat Letta membulatkan matanya dan sepertinya dokter pun menyadari ekspresi dari Letta namun tidak urung untuk menuliskan nama Marco masuk kedalam data milik nya
"apa ini kehamilan pertama Anda? "Tanya dokter tersebut membuat Marco membenarkan posisi duduknya
"jadi dia benar-benar hamil ,?" Tanya Marco memastikan membuat dokter tersebut menganggukkan kepalanya sedangkan Letta mencoba untuk memejamkan matanya Sepertinya dia tidak bisa mengelak lagi dari laki-laki di sampingnya ini yang kini menatapnya dengan tatapan tajam
"ya istri Anda memang hamil dan jika ini memang kehamilan pertama bagi anda Sepertinya saya harus memberikan beberapa penjelasan agar anda tidak buta tentang kehamilan ini "ucap dokter tersebut membuat Letta hanya bisa mengangguk toh dia benar-benar membutuhkan ilmu tentang kehamilan ini dan juga penjelasan dokter sepertinya akan membantunya, tapi entah kenapa yang tadinya membuat Letta bersemangat gara-gara ada Marco disampingnya membuat Letta mungkin akan sedikit tidak fokus untuk mendengarkannya
"Apakah setiap pagi Anda mengalami mual atau muntah atau ada sesuatu yang membuat Anda tidak nyaman seperti bau atau apapun itu?" Tanya Dokter membuat Letta mencoba untuk mengingatnya
“hanya sesekali saya merasa mual jika bangun kamar saya terlalu dingin itu menyebabkan rasa mual "ucap Letta membuat dokter menganggukkan kepalanya sambil terus mencatat data tentang dirinya
“ jadi saya menyarankan untuk anda tetap menjaga kehangatan dari ruang tidur anda itu mungkin akan sedikit mengurangi rasa mual Di Pagi harinya dan setelah saya cek ternyata Anda juga mempunyai penyakit maag itu akan sangat mengganggu Jika anda terus mengalami mual sebaiknya Anda harus meningkatkan porsi makan Anda dengan jumlah sedikit tapi harus sering itu akan membantu untuk menekan kambuhnya magh anda dan juga membuat stamina anda tetap terjaga selain obat ini dan juga vitamin tidak ada yang perlu dicemaskan janin ada saat ini baik-baik saja dan sehat “ ucap dokter tersebut membuat Letta tanpa sadar langsung menyunggingkan senyumnya menatap kearah Marco membuat Marco terdiam sejenak menatap senyum manis dari wanita di sampingnya tersebut Sampai akhirnya Letta mengingat kejadian yang menimpanya
"lalu Bagaimana dengan memar yang ada di bagian perut saya “ ucap Letta kembali membuat dokter tersebut menganggukkan kepalanya
“ ah ya Saya lupa dengan satu itu, memar itu mungkin akibat karena benturan pada sudut meja dan untungnya itu tidak mengenai rahim Anda jika saja mengenainya mungkin akan sedikit mengganggu keamanan janin Anda "ucap dokter tersebut membuat Marco Langsung menatap kearah Letta
“ memang nya apa yang terjadi?” Tanya Marco sambil menatap ke arah perut datar wanita tersebut
“bukan apa-apa?” Jawab Letta dengan santainya membuat Marco langsung mencekal lengan Letta
"Katakan padaku Apa yang terjadi padamu?" Tanya Marco kembali membuat Letta menatap kearah dokter yang memperhatikan gerak-gerik mereka sepertinya dokter mulai sedikit merasa aneh dengan hubungan mereka
"saya akan menceritakannya nanti setelah konsultasi kita dengan dokter selesai" ucap Letta dengan sedikit memelan kan suaranya kepada Marco membuat Marco akhirnya menghembuskan nafas panjangnya dan melepaskan cekalan tangannya
“Jadi bagaimana Tidak ada yang perlu Saya khawatir kan bukan?” Tanya Letta kembali membuat dokter melakukan kepalanya
" sejauh ini semuanya baik-baik saja dan anda hanya perlu kontrol Satu bulan sekali itupun jika tidak ada keluhan jika ada keluhan anda bisa langsung datang kembali untuk berkonsultasi "ucap dokter tersebut sambil memberikan resep obat membuat Letta mengangguk yang akhirnya mereka meninggalkan ruangan dokter tersebut membuat Marco Tidak tinggal diam langsung menarik Letta dengan sekuat tenaga untuk mengikuti langkah panjangnya bahkan Letta sedikit berlari kecil untuk mengikutinya
“ aku perempuan aku tidak bisa mengikuti langkahmu" Ucap Letta membuat Marco menyadari keadaan mereka yang akhirnya mulai melambat kan jalannya tanpa melepaskan genggaman tangannya kepada Letta, Marco Langsung mendorong Letta masuk ke dalam mobil membuat Letta tidak bisa melawannya sedikit pun Karena Letta pun berpikir bahwa dia harus menjelaskan semuanya kepada Marco sampai akhirnya Marco membawa Letta, Letta pikir mungkin Marco akan membawa nya ke sebuah restoran atau tempat untuk mereka berbincang tapi ternyata Marco hanya memberhentikan Mobilnya di sisi jalan yang tidak terlalu ramai
"katakan semuanya" ucap Marco yang langsung menodong Letta dengan pertanyaannya
"Saya mengakui bahwa benar anak yang saya kandung ini anak anda tapi saya tidak akan memaksa anda untuk bertanggung jawab dengan anak ini, Anda tidak perlu mengkhawatirkannya karena saya akan menjaga anak ini dengan baik itu sudah cukup bukan" ucapan Letta dengan santainya membuat Marco menatapnya dengan tatapan tidak percaya
"jadi apa Kau pikir aku akan membiarkan dirimu membawa darah dagingku sendiri dia itu pewaris dari seluruh aset yang aku miliki kelak lalu Bagaimana mungkin aku bisa melepaskannya begitu saja “ucap Marco dengan nada Sombongnya membuat Letta sejenak lupa dengan status anak yang dikandung saat ini tentu saja darah dagingnya ini akan menjadi garis keturunan Jovanka dan Letta sedikit tidak suka dengan fakta tersebut
" Anda bisa menganggapnya tidak ada Bukankah kedepannya juga Anda akan mempunyai keturunan dari tunangan anda jadi Saya kira Anda tidak perlu terlalu memikirkan ini karena saya yang akan bertanggung jawab sepenuhnya “ ucap Letta membuat Marco lagi-lagi menatap Letta dengan tatapan tidak percaya bagaimana mungkin ada wanita yang menolak kehadiran calon anak dari darah daging seorang Marco Jovanka ketika di luaran sana banyak wanita-wanita yang mungkin akan mengemis ngemis untuk mendapatkan satu malam yang berharga dengan Marco tapi Letta sepertinya tidak berminat sedikit pun membuat Marco menatap Letta dengan tatapan tidak percaya, apa wanita ini hanya Sok jual mahal di hadapanku padahal aslinya Dia mungkin sedang menarik ulur masalah ini "batin Marco menatap Letta dengan segudang kecurigaan yang saat ini dia pikirkan