Sedari tadi Letta menunggu di ruang tunggu sebelum namanya benar-benar dipanggil sambil memegangi perutnya yang sudah mulai membaik meskipun masih terasa ngilu, letta berharap tidak ada sesuatu yang buruk yang terjadi padanya dan juga calon buah hatinya sampai akhirnya perhatian letta terhenti ketika tiba-tiba saja seseorang remaja dengan masih berpakaian lengkap sekolah berteriak tidak jauh dari lorong ruangan tempatnya berada
“ Aku tidak mau karena aku sudah mengatakan aku ini baik-baik saja "ucapnya membuat letta sedikit mengerutkan keningnya melihat punggung tegak yang kini membelakangi nya entah kenapa Rasanya sangat familiar namun detik berikutnya Letta mencoba untuk membuang jauh pikirannya tersebut
" bahkan ibuku saja tidak peduli Jadi untuk apa repot-repot membawaku kesini " itulah perkataan remaja yang bisa Letta tangkap oleh pendengarannya membuat Letta akhirnya mengabaikan pertengkaran dua orang itu dan memilih untuk mengecek ponselnya mencoba untuk menghubungi sahabatnya tersebut
“Mia Apakah malam ini aku bisa menumpang di apartemenmu "itulah pesan singkat yang Letta kirimkan kepada sahabatnya tersebut setelah itu meletakkan kembali ponselnya letta sedikit terkejut ketika tiba-tiba remaja yang masih berpakaian sekolah tersebut duduk di sampingnya dengan wajah yang mengerut Letta tidak tahu kenapa anak sekolah harus duduk satu ruangan dengannya padahal dia sedang menunggu giliran untuk diperiksa masalah kehamilan dan Ah mungkin dia ada masalah dengan organ dalamnya atau yang lainnya pikir letta mencoba untuk tidak berpikiran negatif thinking namun tetap saja Letta terus memperhatikan perut dari anak sekolahan tersebut yang sepertinya disadari oleh remaja itu
"Apa yang tante lihat, tante pikir aku ini hamil?" Ucapnya dengan nada tegas dan juga dinginnya membuat Leta sedikit teringat kepada seseorang yang mempunyai nada yang sama ketika berbicara dengannya
“ tidak saya hanya__” tunggu apa Dia baru saja memanggilku tante batin Letta menghentikan ucapannya
" Ayolah Memangnya yang diperiksa oleh dokter ini hanya orang-orang hamil saja” lanjutnya lagi mengabaikan tatapan mata Letta yang masih menyelidiki setiap penampilannya membuat remaja tersebut akhirnya Pergi jauh beberapa kursi darinya
“ Dasar orang orang dewasa memang selalu mempunyai pikiran yang sempit untuk apa memeriksa aku ke tempat seperti ini Padahal aku baik-baik saja "gumamnya yang masih terdengar oleh letta membuat Letta akhirnya memilih untuk tidak memiliki masalah apapun dengan remaja yang sepertinya mempunyai emosi yang meledak-ledak tersebut.
Sampai akhirnya Letta mencoba untuk berdiri karena mungkin sebentar lagi dirinya lah yang akan di panggil, Letta memilih untuk ke kamar mandi terlebih dahulu sampai seseorang tidak sengaja menubruk bahunya membuat Letta hampir saja kembali terduduk namun Letta bisa merasakan tangan besar yang kini merangkul pinggangnya membuat Letta sedikit mendongak dan detik berikutnya langsung membulatkan matanya ketika mata tajam Yang familiar yang kini berada di hadapannya membuat Letta langsung mendorong laki-laki tersebut
" kau” ucap Letta sambil menutup mulutnya Kenapa bisa dia bertemu dengan laki-laki ini di situasi seperti ini
"sedang apa kau di sini?" Tanya Marco sambil menyelidiki penampilan Letta membuat Letta langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat
“ aku hanya mampir " ucap Letta yang entah tidak tahu harus menjawab pertanyaan Marco seperti apa, Marco kemudian menatap ruangan di hadapannya yang jelas-jelas tertulis dokter obygn,
"kau bilang mampir mungkin aku percaya jika kau berada di sebuah restoran atau kafe tapi ini di rumah sakit bagaimana bisa kau mengatakan Kau hanya sekedar mampir ke rumah sakit ini" ucap Marco membuat Letta mengutuki dirinya sendiri perhatian mereka kemudian teralihkan ketika tiba-tiba remaja itu berdiri diantara mereka
"Om kenal dengannya?" Ucap remaja tersebut tiba-tiba membuat Letta juga sedikit terkejut ternyata itu yang membuat Letta terasa familiar se dari tadi gaya bicara mereka berdua sama mereka mempunyai gaya yang sangat mendominasi dengan lawan bicaranya Pikir Letta
“ benar saya hanya mampir ke sini Jadi Permisi saya harus segera pergi "Ucap Letta membuat Marco Tentu saja tidak bisa melepaskannya begitu saja jelas-jelas Marco tahu bahwa Letta sedari tadi menunggu di ruang tunggu untuk diperiksa membuat Marco langsung mencekal lengan letta
“Apa kau akan memeriksakan kehamilan? "Tanya Marco kembali membuat Letta membulatkan matanya
" untuk apa aku memeriksa kehamilan aku tidak hamil "ucap Letta menyangkalnya dengan wajah panik membuat Marco mengerutkan keningnya
“ Aku tidak percaya padamu "ucap Marco
" itu terserah Anda, Saya juga tidak akan memaksa anda untuk percaya pada saya jadi Permisi saya harus segera pergi “ Ucap Letta namun baru saja dirinya hendak melepaskan cekalan tangan Marco tiba-tiba suster keluar dan memanggil namanya
"Ibu Letta Leticia “ ucap suster tersebut membuat Letta membulatkan matanya sedangkan Marco menatap kearah suster tersebut
“Bukankah itu namamu” ucap Marco membuat Letta langsung menggelengkan kepalanya namun suster tersebut lagi-lagi memanggil namanya
“untuk ibu lihat letta leticia Silakan masuk” Ucap Suster tersebut membuat Marco lagi-lagi menatap Letta dengan tatapan curiga
“ aku memang tidak tahu nama panjangmu tapi aku yakin kau bernama Letta "ucap Marco membuat letta5 hanya bisa terdiam, sebenarnya bisa saja kabur tapi entah kenapa Rasa ngilu kembali terasa pada perutnya sampai akhirnya suster kembali Memanggil nama Letta untuk ketiga kalinya membuat Letta akhirnya mengangkat tangannya
"saya sus saya akan segera masuk" ucap Letta membuat Suster tersebut mengangguk setelah itu terlebih dahulu masuk ke dalam ruangan, letta kemudian melepas cakalan Marco dan hendak masuk ke dalam ruangan namun langkahnya terhenti ketika Marco tiba-tiba saja mengikuti langkahnya
"Apa yang anda lakukan anda mengikuti saya?" Tanya Letta kembali membuat Marco langsung melipat kedua tangannya
"Tentu saja aku harus mengetahui keadaanmu dan kau juga harus menjelaskan Kenapa kau harus membohongi tentang kehamilanmu "ucap Marco kembali membuat Letta memejamkan matanya sepertinya tidak ada cara lain baginya untuk mempertahankan kebohongan yang dia tutupi ini
" memangnya yang daftar ke dokter ini hanya untuk memeriksakan kehamilan Bukankah remaja yang kau bawa itu juga akan diperiksa ke ruangan ini dia ada masalah apa? "Tanya Letta membuat Marco menatap kearah keponakannya tersebut
" dia keponakanku dan itu berbeda cerita denganmu dia memang sedikit ada masalah dengan tubuhnya tapi kau berbeda "ucap Marco kembali membuat Letta langsung menatapnya sambil menjaga kehormatannya
" berbeda apanya saya juga akan memeriksakan tubuh saya jadi lebih baik anda tidak perlu mengikuti saya karena Anda bukan siapa-siapa "ucap Letta hendak berbalik Namun Marco langsung mendahului langkah Leta dan masuk ke dalam ruangan tersebut membuat Letta benar-benar ingin menarik laki-laki tersebut dengan sekuat tenaga dan memberikannya satu tamparan setidaknya itu bisa membuat dirinya sedikit lega
"tamatlah riwayatmu Letta" Gumam letta yang akhirnya pasrah untuk masuk ke dalam menyusul Marco untuk memastikan kehamilannya