Letta mengerjapkan matanya beberapa kali ketika tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dengan begitu keras
“ bangun jangan bilang kau bermalas-malasan karena ini hari Minggu "sentak Seseorang membuat Letta mencoba untuk mendudukkan dirinya namun gerakannya terhenti ketika perutnya terasa kembali ngilu membuat Leta langsung mengelus perut datar nya tersebut Apakah ini efek karena benturan semalam yang belum hilang batin Letta setelah itu mendudukan kembali dirinya melihat tante nya yang kini menatapnya dengan tatapan tajam belum Lagi miti yang menatapnya dengan tatapan remeh
"Tante sudah mendengarkan semua cerita miti Apa kau tidak mempunyai belas kasihan untuk membantu saudaramu sendiri apa selama ini belas kasihan yang aku berikan padamu itu kurang? " ucap Jeni membuat Letta harus bisa menghembuskan nafas lelah nya bahkan nyawanya saja belum terkumpul dengan sempurna tapi dia harus mendengarkan ocehan kedua orang di hadapannya yang Tentu saja sangat membencinya itu
" aku sudah sering membantunya Tante "jawab Letta dengan tidak bersemangat karena fokusnya hanya pada perutnya yang semakin terasa ngilu tersebut
" Apa kau bilang sudah sering membantu lalu kebaikanku Selama ini yang menumpang selama berpuluh tahun ini Kau Anggap Apa, hanya karena memberikan sedikit uang kepada miti kau mengatakan sudah terlalu banyak kau benar-benar tidak tahu diri seperti Ayahmu itu "ucap jeni sambil melipat kedua tangannya menatap dengan penuh kebencian ke arah Letta membuat Letta hanya terdiam karena sudah terbiasa diperlakukan seperti ini bahkan kalimat itu sudah sangat sering Letta dengarkan sedari kecil membandingkan dirinya dengan ayahnya yang memang tidak bertanggung jawab untuk mengurusnya, meninggalkannya seorang diri dan terpaksa harus menumpang dengan tantenya ini
" Lalu apa yang mau Tante inginkan saat ini dariku, Aku tidak mempunyai tabungan lagi Bukankah gajiku sebelum-sebelumnya sudah Kalian pakai untuk melunasi hutang-hutang akibat hobi berbelanja kalian, aku tidak bisa memberikan apapun lagi aku tidak mempunyai harta atau apapun yang bisa aku jual untuk aku berikan kepada kalian "ucap Letta membuat Jeni dan miti menatapnya dengan tatapan tidak suka
"kalau begitu usir saja dia mah toh dia juga tidak bisa memberikan keuntungan apapun bagi kita, dia sudah dewasa jadi dia bisa mengurus dirinya sendiri saat ini daripada dia harus terus menumpang dirumah ini bukan "ucap miti membuat Jeni terdiam memikirkan perkataan anaknya tersebut, Jeni kemudian memundurkan langkahnya mendekat kearah miti setelah itu berbisik
"jika kita mengusirnya lalu Bagaimana kalau kita tidak mempunyai uang siapa lagi yang bisa kita mintain selain Dia "bisik jeni membuat miti terdiam sejenak setelah itu membalas bisikan dari mamanya tersebut
" Mama tenang saja Mama lupa ya bahwa kekasihku saat ini adalah model terkenal aku juga sebentar lagi akan naik daun jadi Mama tidak perlu khawatir "bisik Miti membuat Jeni mengangguk setelah itu itu kembali menatap ke arah Letta
“ seperti nya yang dikatakan miti bena, kau sudah dewasa dan bisa mengurus dirimu sendiri jadi Sudah seharusnya kau meninggalkan rumah ini, kau tidak mempunyai niat untuk bergantung pada kami selamanya bukan "ucap Jeni membuat Letta terdiam Tentu saja dia ingin meninggalkan rumah ini Sedari dari dulu tapi untuk hari ini Letta benar-benar tidak mempunyai rumah untuk ditinggali seharusnya sebelum nya Letta harus mempersiapkan setidaknya satu apartemen sederhana untuk dia tinggali Tapi tentu saja Semuanya terlalu terhalangi ketika uangnya sudah terkumpul dan Letta kembali harus mengurungkan niatnya karena uangnya selalu mereka ambil
"aku akan keluar dari rumah ini tapi Berikan aku waktu setidaknya 1 bulan aku harus mencari tempat tinggal yang baru" Ucap Letta membuat miti langsung tersenyum meremehkan
"Bukankah semalam kau membagakan uang tabungan yang sudah banyak itu jadi gunakan saja uang tabungan itu untuk membeli sebuah gubuk di pinggiran kota “ Ucap miti membuat jeni pun tertawa, Letta Kemudian terdiam ketika rasa ngilu pada perutnya semakin terasa
"aku tidak bisa memakai uang tabungan itu begitu saja untuk membeli rumah Lalu bagaimana dengan biaya makanku sehari-hari setidaknya Berikan aku waktu untuk mencari sebuah kontrakan "ucap Letta membuat Jeni melangkah maju setelah itu menatap raut wajah Letta
" aku sudah cukup berbelas kasih padamu dan itu hanya karena memikirkan ibumu saja tapi kau itu lebih mirip dengan ayah mu jadi bagiku sudah cukup memberikan belas kasihan padamu jadi urus aja dirimu mulai saat ini seorang diri, kemasi barangmu dan keluar dari rumah ini, setidaknya kamar ini bisa aku sewakan kepada teman miti yang katanya baru kembali dari luar negeri "ucap Jeni membuat miti menganggukkan kepalanya
" itu bagus atau tidaknya kamar ini bisa menghasilkan uang bisa kita sewakan "ucap miti kembali membuat Letta terdiam ketika mereka akhirnya berbalik meninggalkan kan kamar letta, Letta terdiam sepertinya Jeni dan juga miti benar-benar tidak memberikannya waktu untuk tetap tinggal membuat Letta menghembuskan nafas panjangnya setelah itu mengusap wajahnya dengan kasar dirinya harus mencari tempat tinggal yang baru tapi untuk saat ini sepertinya akan sedikit sulit.
Metta kemudian beranjak dari duduknya yang saat ini harus dia lakukan adalah untuk pergi ke rumah sakit dan mengecek kandungannya itu Letta tidak ingin sesuatu terjadi dengan calon buah hatinya tersebut setelah itu barulah berencana akan mencari sebuah apartemen kecil setidaknya untuk dia tinggal sementara, dengan jalan tertatih Letta berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah itu mulai mengemasi barang-barangnya Untung saja Letta tidak terlalu suka berbelanja seperti sepupu dan tante nya itu jadi Letta hanya mempunyai sedikit barang yang bisa dia bawa dengan mudah dan untuk semua barang-barangnya ini Sepertinya Letta akan menitipkannya terlebih dahulu kepada Mia membuat Letta sebenarnya tidak enak hati karena harus kembali merepotkan sahabatnya itu meskipun sebenarnya Mia tidak memikirkan kan tentang kata merepotkan yang selalu Letta ucapkan padanya yang ia pikirkan hanyalah dirinya selalu bisa membantu apapun yang letta butuh kan.
saat Letta keluar dari rumah miti dan Jeni yang sedang berada di ruang tengah mengabaikan Letta yang membawa dua koper besar nya meskipun Letta sudah berbasa-basi berterima kasih karena tumpangannya selama ini mereka hanya menatap Letta dengan tatapan menjijikkan seolah letta adalah sebuah beban yang akhirnya bisa pergi dari rumah mereka, Letta kemudian melangkahkan kakinya keluar rumah sederhana yang sudah memberikannya tempat tinggal tersebut setidaknya hanya kenangan itu yang bisa Letta ingat dari rumah ini membuat Letta menghembuskan nafas panjangnya sepertinya saat Inilah dia akan kembali memulai hidup barunya dengan calon buah hatinya yang Letta harap keadaannya saat ini baik-baik saja.