Letta akhirnya langsung merebahkan dirinya di tempat tidur sambil menghembuskan nafas lelah nya akhirnya dirinya bisa lepas dari Marco setelah lumayan cukup lama dia menahan nya di restoran, Letta kemudian menatap langit-langit kamarnya meskipun malam ini dia bisa menyangkal tentang dugaan yang Marco berikan padanya Namun Letta tidak yakin untuk hari-hari berikutnya bisa terus menyembunyikan kehamilannya dari Marco, dia pasti akan curiga dan lambat laun mengetahui jika dirinya sedang hamil karena Letta tahu betul seseorang seperti Marco tidak mungkin melepaskannya dengan mudah.
di sisi lain Letta juga memikirkan tentang Abian bagaimana perasaannya dan bagaimana hancurnya dirinya ketika mengetahui Letta mengandung anak dari laki-laki lain membuat air matanya menggenang Letta tentu tidak sanggup melihat bagaimana kecewanya Abian dia laki-laki yang sangat baik dan juga sangat peduli padanya, Dia adalah orang yang selalu ada disampingnya ketika Letta menjalani hidupnya yang terasa sangat sulit dan balasan yang akan Letta berikan adalah sebuah kabar yang mungkin akan Abian sebut sebagai sebuah pengkhianatan, meskipun Letta tidak sengaja melakukannya dan bukan hanya itu jika pun Letta mengakui bahwa dirinya hamil kepada Marco apa yang akan dilakukan laki-laki itu, dia tidak mungkin langsung mengajaknya menikah dan hidup berbahagia dengan calon buah hati mereka itu hanya sebuah cerita dongeng yang Letta dengar saat dirinya masih kecil apalagi lagi Letta sangat Tahu betul bawa bos dari tempatnya bekerja itu sudah mempunyai tunangan meskipun Letta belum pernah bertemu dengan tunangannya tersebut tapi wanita itu juga pasti akan bernasib sama dengan Abian.
Metta kemudian mendudukkan dirinya saat pintu kamarnya tiba-tiba terbuka memperlihatkan miti yang menatapnya dengan wajah frustrasi membuat Letta hanya mengabaikan keberadaannya tersebut
"kau harus membantuku" ucap miti yang kini berjalan mendekat kearah Letta membuat Letta menghindarinya dengan langsung beranjak dari duduknya mulai meletakkan tas kerjanya yang belum sempat dia simpan saat masuk ke dalam kamar
"kau mendengarkanku bukan?" Tanya miti kembali membuat Letta masih tidak merespon tentang keberadaannya sampai akhirnya miti beranjak dari duduknya dan mengekor mengikuti langkah Letta membuat Letta akhirnya menghembuskan nafas panjangnya dan berbalik menatap kearah sepupunya tersebut
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Letta dengan wajah lelahnya menghadapi sepupunya tersebut
“Aku membutuhkan uang kau tahu tagihan Kartu Kredit ku sudah jatuh tempo dan aku belum mempunyai uang untuk membayarnya "ucap miti membuat Letta hanya bisa menghembuskan nafas lelahnya tersebut melihat tingkah sepupunya yang entah kapan akan berubah ini bukanlah kejadian yang pertama kali, Bahkan Letta tidak bisa mengingatnya saking seringnya miti melakukan kesalahan yang sama
"aku tidak mempunyai uang" ucap Letta sambil mengambil handuk bersih dari dalam lemari dirinya harus benar-benar mendinginkan pikirannya saat ini, Letta tidak ingin karena kondisinya saat ini yang banyak pikiran akan berpengaruh pada calon buah hatinya namun baru saja Letta hendak menarik nya dari pintu kamar mandi tiba-tiba saja miti menarik bahunya membuat Letta kembali berbalik
“ tunggu jangan berbohong Aku tahu tabungan yang kau punya itu banyak kau berencana untuk meninggalkan rumah menyedihkan ini dan hidup mewah seorang diri bukan setelah apa yang Mama berikan selama ini "ucap miti membuat Letta tidak tahu apa yang dipikirkannya saat ini
" aku memang punya tabungan tapi bukan untuk memenuhi semua hobi belanja mu itu tabunganku untuk masa depanku nantinya jadi Berhentilah mengemis-ngemis padaku seperti ini "ucap Letta membuat Miti mengepalkan tangannya tentu saja perkataannya tersebut membuat harga dirinya tercoreng
"Apa kau bilang mengemis, Aku Bukan Pengemis aku hanya meminta hak yang harusnya kau berikan untuk menumpang tinggal di rumah ini, harusnya kau sadar diri kau itu bukanlah siapa-siapa yang dengan santainya menumpang di sini meskipun rumah ini bagiku tidak layak Tapi tetap saja rumah ini yang memberikanmu tempat berteduh sejak kecil, jadi seharusnya kau memberikan sedikitnya gajimu itu kepadaku atau pun untuk Mamah bukan "ucap Miti membuat letta tidak tahu harus menanggapinya Seperti apa lagi, padahal sudah sejak dulu Berapa kali Miti harus menguras tabungannya hanya untuk memenuhi hasrat belanja dari tante dan juga sepupunya itu dan kali ini Letta tidak bisa berdiam diri untuk memberikan kembali tabungannya karena saat ini bukan hanya dirinya sendiri yang dipikirin tapi juga ada kehidupan lain yang kini berada di dalam perutnya yang harus Letta pikirkan tentang masa depannya
" Berhentilah untuk merengek seperti anak kecil bukankah kau sudah menjadi seorang model aku yakin penghasilanmu lebih besar daripada seorang pramugari sepertiku jadi lebih baik Pergilah dari kamarku Aku lelah "ucap Letta setelah itu berbalik kembali hendak melanjutkan langkahnya namun Tentu saja miti tidak bisa membiarkan Leta menghinanya seperti itu yang akhirnya membuat miti mendorong Letta dengan cukup kuat membuat Letta akhirnya tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dia terjatuh sampai membentur pada sudut meja membuat Letta meringis sambil memegangi perutnya
" aku akan mengatakan semua kejadian ini kepada mama dan jangan harap kau bisa tinggal di sini lagi camkan itu "ucapnya sambil berbalik meninggalkan Letta yang menahan sakit pada perutnya tersebut dan keluar dengan membanting pintu kamar, Letta mencoba untuk menahan tenaganya pada meja dan mencoba untuk berdiri dengan jalan tertatih, Letta kembali berjalan ke sisi tempat tidur mengangkat sedikit baju yang dia kenakan melihat pada perutnya yang masih terlihat datar tersebut
“ini benar-benar terasa ngilu" gumamnya sambil terus mengelus perutnya, Letta berharap tidak ada sesuatu yang buruk yang terjadi padanya dan juga calon buah hatinya tersebut
“kita kuat kita bisa menjalani dan juga menahan nya "gumam Letta kembali seolah mencoba untuk berkomunikasi pada calon buah hatinya tersebut Letta Kemudian mencoba untuk menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan berharap rasa sakit pada perutnya tersebut bisa sedikit menghilang, Letta tidak bisa membiarkan hal buruk terjadi padanya dan juga calon buah hatinya apapun itu Letta akan melindunginya sampai akhirnya Letta mencoba untuk membaringkan dirinya berharap jika dia tertidur rasa sakit itu bisa hilang ketika dia terbangun sambil terus berdoa di dalam hatinya meminta pertolongan kepada Tuhan agar dirinya bisa diberi ketabahan dan juga kekuatan untuk menjalani hari-harinya yang mungkin akan terus berubah dan tidak bisa ditebak ke depannya, bukan hanya karena perkataan Miti yang mengancamnya tapi juga Sepertinya Letta harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi laki-laki Yang sepertinya akan terus memperhatikannya tersebut.
Sampai akhirnya dengan segala pikiran nya juga menahan rasa sakit Letta bisa merasakan matanya yang mulai memberat sampai akhirnya terpejam meninggalkan semua masalah yang ada di dalam pikirannya tersebut