Us 7. Terluka

1064 Kata
Saat ini bukan lagi Andra dan juga beberapa bawahan nya yang lain yang berada di hadapan Marco tapi seorang wanita yang hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menautkan jari jemarinya yang terasa sangat dingin, bukan hanya itu bahkan keringat yang membasahi Sisi wajahnya Entah kenapa sedari tadi terus bercucuran seolah suasana disekitar mereka benar-benar panas padahal mereka duduk di dalam restoran dengan ventilasi udara yang cukup terbuka tapi tatapan tajam Marco benar-benar membuat Letta tidak bisa berkutik sedikit pun “ aku benar bukan? "Tanya Marco membuat Letta hanya bisa menggelengkan kepalanya “Apa kau sedang menipuku?" Tanya Marco membuat Letta akhirnya perlahan menegakkan kembali wajahnya menatap tatapan tajam laki-laki yang entah saat ini dia sedang marah atau sedang menyelidikinya ini “saya yakin bahwa anda pasti salah orang?" Ucap Letta kembali membuat Marco semakin menatapnya dengan tatapan tajam "selama ini aku tidak pernah salah untuk menebak seseorang Apalagi mencium aroma mu ini "ucap Marco sambil menunjukkan syal yang sebelumnya Letta kenakan kini berada di tangannya apa dia mengenali seseorang dengan cara mendeteksi baunya dia seperti kucing atau anjing pikir Letta membuat Marco berdehem membuat Letta kembali menatap ke arahnya " apa bau saya begitu mengganggu penciuman Anda? "Tanya Letta dengan senyum canggung nya membuat Marco melipat kedua tangannya semakin mendekatkan tubuhnya pada Letta "aku sedang serius dan aku yakin kau adalah wanita itu "ucap Marco kembali membuat Letta hanya bisa merutuki kebodohannya Sepertinya dia tidak akan bisa mengelak sebelum menjawab rasa penasaran dari atasannya ini " jika saya memang wanita yang Bapak maksud memangnya apa yang akan Bapak lakukan? "Tanya Letta kembali membuat Marco terdiam dirinya pun tidak bisa menjawab dari perkataan Letta apa yang akan dia lakukan ketika Letta benar-benar wanita yang menemaninya malam itu pikir Marco membuatnya hanya terdiam beberapa saat "Bapak tidak tahu apa yang akan Bapak lakukan bukan jadi lebih baik Bapak lupakan saja orang yang Bapak cari itu mungkin dia juga tidak terlalu menginginkan untuk bertemu lagi dengan bapak "ucap Letta hendak berdiri dari duduknya namun lagi-lagi suara dingin yang mengintimidasi membuat etta tidak berkutik " aku belum selesai berbicara di jadi duduklah "ucap Marco membuat Letta otomatis Langsung kembali mendudukan dirinya “jadi secara tidak langsung kau mengakui bahwa kau yang bersamaku malam itu”ucap Marco membuat Letta menghembuskan kembali nafas panjangnya Sepertinya dia benar-benar tidak mempunyai celah sedikit pun "Iya itu saya dan maafkan atas kesalahan yang pernah saya buat pada malam itu Malam itu saya benar-benar mabuk "ucap Letta kembali membuat Marco menatapnya dengan alis terangkat Marco kembali menjawab perkataan dari Letta namun pelayan langsung datang dan meletakkan minuman yang Marco pesankan untuk Letta sebelumnya "minumlah, Itu minuman yang aku pesan kan untukmu" ucap Marco membuat letta pun menatap ke arah Minuman di hadapannya "apa ini kopi?" Tanya Letta membuat Marco menganggukkan kepalanya “ Tetapi maaf saya kurang suka meminum kopi” Ucap Letta " kenapa ,?" "bawaan lahir, Jadi lupakan saja tentang kopi ini” ucap Letta yang entah kenapa Marco seolah ingin mengetahui setiap yang ada pada dirinya " Apa kau yakin malam itu kau mabuk? "Tanya Marco kembali membuat Letta menganggukkan kepalanya " ya kita berada di pesta bukan, jadi tidak ada orang yang tidak mabuk selama pesta berlangsung jadi lebih baik kita lupakan saja kejadian pada malam itu, Anggap saja tidak pernah terjadi Jadi Bapak tidak perlu mencari saya lagi” ucap Letta membuat Marco terdiam entah apa yang saat ini laki-laki tersebut pikirkan membuat Letta semakin tidak nyaman dengan tatapannya, Letta akhirnya melihat secangkir air putih yang memang juga disediakan yang membuat Letta akhirnya memilih untuk membasahi kerongkongannya yang terasa sangat kering Entah kenapa bahkan untuk mendorong air liurnya saja terasa sangat sulit di hadapan laki-laki yang terus mengintimidasi nya itu, namun gara-gara perkataan nya selanjutnya membuat Letta hampir menyemburkan air yang baru saja sampai di dalam mulutnya itu ke wajah atasannya tersebut “Apa kau hamil?" Tanya Marco tiba-tiba membuat Letta benar-benar merasa kerongkongan dan hidungnya perih akibat tersedak air minum yang hendak dia minum sambil menatap kearah Marco, Letta menatap raut wajah Marco yang saat ini dia tampilkan raut wajah penasaran dan juga rasa ingin tahunya sepertinya Marco ingin memastikan keadaan nya saat ini "hamil"ucap Letta dengan senyum canggung nya mencoba untuk mengeluarkan tawa renyahnya senatural mungkin " hahaha bagaimana mungkin saya hamil itu tidak terjadi “ Ucap Letta membuat Marco semakin tidak yakin dengan jawaban dari wanita yang terlihat tidak meyakinkan tersebut “kau yakin tidak terjadi sesuatu dengan tubuhmu?” Tanya Marco kembali memastikan membuat Letta mengangguk dengan pasti “ tentu saja saya baik-baik saja jadi Bapak tidak perlu khawatir” ucap Letta membuat Marco terdiam, Letta benar-benar harus pergi saat ini juga dirinya tidak bisa terlalu lama mengobrol dengan Marco yang selalu memberikan pertanyaan jebakan untuk nya "jadi lebih baik saya pamit pergi karena mungkin tidak ada lagi pembahasan yang akan Bapak bicarakan dengan saya” ucap Leta bergegas beranjak dari duduknya setelah itu membungkuk kepada Marco untuk pamit namun lagi-lagi ketika Letta hendak berbalik Marco malah mencekal tangannya "kau terluka?" Tanya Marco membuat Letta membulatkan matanya setelah itu menggelengkan kepalanya "terluka Tentu saja tidak bagaimana mungkin saya terluka hanya karena saya tidak hamil" ucap Letta dengan penuh percaya diri seolah meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja mungkin pada umumnya para wanita mungkin akan terluka jika mengetahui fakta yang saat ini terjadi padanya tapi Letta baik-baik saja " Bukan masalah itu, tapi kakimu "ucap Marco membuat Letta mengerjapkan matanya barulah dia menatap ke arah lututnya yang memang terluka akibat kejadian dia Mana dia menabrak trotoar, letta bahkan tidak sadar bahwa dirinya terluka, Marco kemudian menyuruh letta untuk kembali duduk dan memanggil pelayan untuk meminta beberapa obat membuat Marco menekuk lututnya dan duduk di hadapan Letta membuat letta langsung menghentikannya "ke-kenapa Anda melakukannya saya bisa mengobati nya di rumah jadi Bapak tidak perlu repot-repot “ Ucap Letta membuat Marco malah mengabaikan perkataannya tersebut " aku tahu kau bisa mengobatinya di rumah tapi aku hanya sedikit khawatir jika kau dalam keadaan seperti ini menuju rumahmu, apa kau tidak berpikir bahwa luka seperti ini akan terkena debu dan menyebabkan infeksi jadi lebih baik kau obati luka mu itu terlebih dahulu jika kau tidak ingin aku yang melakukannya lakukanlah sendiri tapi di hadapanku "ucap Marco yang kini kembali menegakkan tubuhnya dan duduk di hadapan Letta ketika seorang pelayan mengambilkan beberapa obat yang Marco minta beberapa menit yang lalu memperhatikan Letta membersihkan lukanya sebelum akhirnya melepaskan nya untuk pergi dari hadapan nya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN