Letta langsung mengerucutkan bibirnya ketika melihat wajah menyebalkan yang selalu Mia Perlihatkan padanya ketika dirinya selalu memohon sesuatu padanya
"aku tidak bisa Mia" ucap Letta dengan wajah lelah nya membuat Mia malah menangkup kedua tangannya
" Ayolah Bukankah jalan ke rumahmu itu satu arah, aku yakin ini tidak akan menyita waktumu lebih dari 10 menit kau hanya tinggal memberikan semua data ini kepada Andra "ucap Mia kembali membuat Letta hanya terdiam saat melihat map coklat yang Mia ulurkan padanya bukan Masalahnya dia tidak ingin bertemu dengan Andra atau tentang dia harus mampir ke restoran tapi Dengan siapa Andra saat ini berada itu yang membuat Letta enggan untuk mampir dan menolong sahabatnya tersebut
"Mia aku harus cepat-cepat ke rumah, aku benar-benar tidak enak badan jadi Bisakah kau menelepon Andra saja dan mengatakan dia untuk mengambilnya sendiri" ucap Letta membuat Mia menggelengkan kepalanya
"Letta Pasalnya sedari tadi Andra tidak mengangkat telepon dariku, aku sudah menelpon nya beberapa kali dan saat ini dia sedang membutuhkannya karena Pak Marco dari tadi meminta data ini dan dia Dengan bodohnya meninggalkan semuanya di mejaku” ucap Mia membuat Letta akhirnya menghembuskan nafas panjangnya karena dia tidak akan beranjak dari hadapannya sebelum dirinya menyetujui semua perkataannya tersebut membuat Letta menarik map coklat tersebut dengan sedikit kasar
"Terima kasih kau memang benar-benar sahabat terbaikku" ucap Mia membuat Letta hanya memutar bola matanya malas karena dirinya sudah sangat sering mendapati kejadian seperti ini
"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu" Ucap Letta membuat Mia menganggukkan kepalanya Letta Kemudian langsung bergegas menuju parkiran menggunakan motor bebek yang selama ini selalu menjadi kendaraan pribadi yang mengantarnya bekerja memakai helm pelindung sebelum akhirnya melajukan motornya tersebut dengan cukup perlahan karena selama menyadari dirinya hamil kita selalu bersikap hati-hati tentu saja bukan hanya karena tidak ada yang akan mengurusnya saat sakit Letta pun tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk dengan janinnya.
Letta kemudian teringat Apakah Mia sudah menghubungi Andra untuk menunggu tepat di depan restoran dan pastinya sahabatnya itu pasti tidak menghubunginya membuat Letta akhirnya merogoh ponselnya untuk mengirimkan pesan singkat kepada Andra agar dia menunggunya tepat di depan restoran Salah satu cara agar Letta tidak bertemu dengan Marco itu yang sangat dihindari saat ini.
sesekali fokus Letta terbagi antara ponsel dan juga jalanan di depannya yang untungnya tidak terlalu ramai membuat Letta dengan mudah mengontrol laju kendaraan nya namun Tentu saja itu tidak seperti yang diharapkan ketika tiba-tiba saja ada polisi tidur dihadapannya membuat Letta tidak bisa menyeimbangkan motornya sampai akhirnya dirinya terjatuh tepat di sisi trotoar membuat Letta meringis karena sepertinya terjadi sesuatu pada lututnya membuat Letta akhirnya setidaknya bisa bernafas lega sambil memegang perutnya tidak ada luka yang serius dirinya tidak bisa menyeimbangkan motornya tersebut membuat Letta merutuki dirinya sendiri karena tidak berhati hati.
Letta Kemudian kembali menegakkan motornya tersebut mengirimkan pesan sebelum melanjutkan perjalanannya sampai akhirnya Leta menghentikan motornya tepat di depan restoran tempat di mana Andra berada membuat Letta langsung mencoba untuk menghubunginya namun Entah kenapa Andra tidak bisa dihubungi sama sekali membuat Letta benar-benar maruti kedua orang yang kini berada di kepalanya nya yaitu Andra dan juga Mia Kenapa pula letta harus mengorbankan dirinya untuk bertemu Marco dan memilih untuk membantu kedua orang tua itu membuat Letta akhirnya mau tidak mau masuk ke dalam restoran dengan sangat hati-hati berharap Marco Tidak mengenalinya dan juga tidak menyadari kehadirannya Letta ingin Marco hanya menganggapnya sebagai seorang karyawan yang tidak penting untuk dia urusi.
sampai akhirnya Letta melihat tepat di meja Tengah ruangan restoran tersebut andra dan juga 2 orang lainnya sedang bercengkrama dengan Marco dan juga sekretarisnya yang selalu mengikutinya kemana pun Marco berada, Letta kemudian memilih untuk meminta tolong kepada salah satu pelayanan untuk memanggilkan Andra namun disaat pelayan tersebut belum sempat sampai ke meja tersebut tiba-tiba Andra beranjak dari duduknya membuat Letta membulatkan matanya seharusnya Andra duduk saja dulu Karena pelayan tersebut bisa menyampaikan pesannya dan Entah kenapa pelayan tersebut malah berjalan ke sisi Marco dan menunjuk ke arah nya seperti apa yang dia sampaikan pelayan tersebut menyampaikan pesan yang membuat Letta langsung mengerjapkan matanya beberapa kali dan berbalik dia harus segera pergi dari restoran tersebut sepertinya ada miskomunikasi antara dirinya dan pelayan yadi, Letta tidak ingin berhadapan dengan Marco saat ini membuat Letta berdecak tidak ingin memikirkan tentang berkas yang ada di tangannya saat ini, yang harus dia prioritaskan adalah kabur dari restoran tersebut saat ini juga namun baru saja dirinya hendak melangkah tiba-tiba pundaknya langsung ditarik seseorang membuat Letta berbalik menatap kearah Marco yang saat ini berdiri tegak di hadapannya
"bukankah kau memanggilku Ada urusan apa?" Tanya Marco membuat Letta hanya bisa terdiam menatap wajah tampan yang juga menyeramkan dalam waktu bersamaan Kenapa juga dia harus datang ketika Letta Panggil Bukankah itu bukan sikap dari seorang penguasa yang dingin dan tidak berperasaan seharusnya dia mengabaikannya saja tapi kenapa saat ini dia malah berada di hadapan Letta itulah pikir Letta saat ini
“Apa kau mendengarkanku?" Tanya Marco kembali membuat Letta tersadar setelah itu langsung mengukurkan titipan Mia
"Saya hanya disuruh Untuk mengantarkan laporan ini kepada Pak Andra" Ucap Letta membuat Marco menatap map tersebut
" dia meninggalkannya di kantor dan kau yang disuruh Untuk mengantarkan Ini seharusnya dia tidak ceroboh itu saat menemuiku" ucap Marco kembali membuat Letta hanya tersenyum canggung dan menganggukkan kepalanya
" kalau begitu saya permisi Pak "ucap Letta berharap bisa langsung lepas dari Marco namun tiba-tiba Marco kembali menghentikan langkahnya membuat langkah Letta terhenti
" Tunggu dulu "ucap Marco
“ Bukankah karyawan yang tadi pagi yang terlihat pucat kau masih sakit? "Tanya Marco membuat Letta tersenyum canggung kembali sambil menggelengkan kepalanya
" Saya sudah jauh lebih baik berkat Anda "jawab Letta dia hendak kembali untuk pergi namun lagi-lagi Marco menghentikannya bukan dengan perkataannya namun saat ini langsung menggenggam tangan Letta membuat Letta langsung terkejut dan berbalik
" Kau sangat familiar sekali aku yakin aku mengenalimu Tapi aku tidak tahu apakah kita sebelumnya pernah bertemu se lain di kantor? "Tanya Marco sambil menaikkan alisnya mencoba untuk meneliti wajah Letta dan tentu saja Letta langsung memalingkan wajahnya karena tidak ingin Marco menyadari bahwa dirinya adalah wanita yang menghabiskan malam dengannya sampai hembusan angin yang menerpa syal yang Letta kenakan tertiup begitu saja mengenai wajah Marco membuat Marco terdiam dia ingat betul wangi yang familiar saat ini
"aku mengingatmu, Aku mengingat aroma ini "ucap Marco sambil memegang syal yang Letta kenakan membuat Letta hanya bisa membulatkan matanya dengan jantung yang berdegup dengan kencang