Us 5. Rasa bersalah

1046 Kata
Letta mencoba untuk kembali melanjutkan langkahnya ketika rombongan Marco sudah melewatinya namun tiba-tiba tubuhnya membeku ketika suara Bariton tersebut terdengar dari belakangnya  "Hei kau bisa tunggu sebentar" ucapnya membuat Letta bahkan tidak sanggup untuk membalikan tubuhnya hanya terdiam saja sambil menatap ujung sepatunya tidak tahu apa yang akan terjadi padanya selanjutnya ketika mendengar langkah kaki Marco mulai mendekat "Apa kau tidak mendengarkanku?" Tanya nya lagi membuat Letta akhirnya mencoba untuk menghembuskan nafas panjangnya agar debaran jantungnya sedikit lebih bisa dia kontrol " Apa kau sedang sakit? "Tanya seseorang yang kini tepat berdiri di sampingnya membuat Letta memaksakan dirinya untuk mendongak menatap wajah di hadapannya setelah itu membulatkan matanya sebelum akhirnya kembali menundukkan wajahnya tersebut tentu saja itu adalah wajah laki-laki yang beberapa minggu yang lalu pernah satu ranjang dengannya " kau karyawanku bukan Aku tidak ingin ada karyawan ku yang bekerja dalam kondisi sakit seperti itu, Aku tidak ingin nantinya aku dituntut oleh seseorang "ucap Marco kembali sambil melipat kedua tangannya menatap penampilan dari Letta yang hanya bisa menunduk lemah  "Maaf pak Tapi saya baik-baik saja saya hanya belum sarapan" Jawab Letta dengan suara sepelan mungkin dan hanya terdengar seperti sebuah bisikan Namun karena indra pendengaran Marco cukup tajam dia bisa mendengarnya dengan sangat jelas membuat Marco menatap kearah jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 10.00 "Bagaimana bisa kau belum sarapan dan langsung bekerja, Aku tidak ingin pekerjaanmu nantinya asal-asalan karena perutmu itu "ucap Marco kembali sambil menunjukkan telunjuknya pada perut Letta membuat Letta tanpa sadar langsung Memegang perutnya tersebut Entah kenapa itu sebuah insting yang membuatnya seolah melindungi sesuatu yang berada didalamnya  "Maafkan saya, saya  akan berusaha bekerja sebaik mungkin "ucap Letta sambil membungkuk membuat Marco akhirnya mengabaikan jawaban dari Letta dan memilih untuk memperhatikan penampilan Letta dengan seksama  sedangkan sekretaris dan juga beberapa orang yang mengikutinya sebelumnya menatap heran ke arah Marco Bagaimana bisa seorang Marco yang biasanya dingin dan tidak peduli dengan seseorang tiba-tiba saja menghentikan langkahnya hanya untuk menanyakan tentang kondisi karyawan yang Bahkan mungkin tidak pernah dia temui sebelumnya dan sepertinya Marco pun tidak menyadari apa yang dia lakukan saat ini " Aku tidak ingin satu kesalahan apapun jadi sebelum kau kembali melanjutkan Pekerjaan mu makanan sesuatu untuk mengisi perut mu itu "ucap Marco kembali membuat Letta hanya menganggukan kepalanya sebelum akhirnya Marco kembali melanjutkan langkahnya membuat Letta tidak mengambil kesempatan tersebut langsung mempercepat langkahnya untuk menghilang dari lorong tersebut sedang kan Marco entah Kenapa ada suatu perasaan yang sedikit mengganjal yang dia rasakan saat ini membuat Marco akhirnya kembali berbalik menatap ke arah belakangnya namun sudah tidak ada karyawan yang baru saja di introgasi nya tersebut, Marco kemudian terdiam ada sesuatu yang familiar yang dia rasakan saat ini Namun Marco Tidak mengetahuinya, Marco tidak menyadari apa sesuatu familiar tersebut membuat Marco akhirnya mengangkat bahunya Acuh sambil kembali melanjutkan langkahnya. sedangkan Letta mulai melangkahkan kakinya Ke salah satu Kafetaria yang memang berada di lantai bawah seperti kata Marco sebelumnya dirinya memang tidak berbohong karena dirinya saat ini sedang lapar karena sarapan yang dia makan tadi pagi dia muntah kan kembali karena Morningsiknes yang dia alami akhir-akhir ini. Letta memilih untuk membeli sebuah roti setidaknya itu bisa mengganjal perutnya saat ini pikir Letta sambil duduk disalah satu kursi di sudut ruangan baru saja Letta menggigit roti tersebut tiba-tiba ponselnya berdering membuat Letta langsung menatap ke arah layar datar di  tangannya tersebut setelah itu membulatkan matanya ketika nama Abian yang kini tertera dalam ponsel tersebut membuat Letta sedikit merasa gugup untuk mengangkat telepon dari kekasih nya tersebut “Halo bian? "Sapa Letta “  sayang kau sedang di mana, Apa kau kerja hari ini?" Tanya Abian membuat Letta terdiam sejenak “  iya aku masih bekerja "jawab Letta dengan sesingkat mungkin "kau ada jadwal penerbangan hari ini?” Tanya Abian kembali “ tidak, maksudku Sepertinya aku tidak akan mengambil jadwal penerbangan lagi" jawab Letta  "Memangnya kenapa apa terjadi sesuatu, Kenapa akhir-akhir ini kau jarang bercerita tentang dirimu aku menjadi khawatir "ucap Abian membuat Letta terdiam Entah kenapa matanya mulai berkaca-kaca seolah secara tidak sengaja sudah menyakiti kekasih nya tersebut  "Sebenarnya ada yang aku ingin katakan tapi sepertinya tidak bisa melalui telepon jadi aku menunggumu setelah kau kembali "ucap Letta membuat Abian pun terdengar seperti menghela nafas di seberang sana  "maafkan aku karena beberapa minggu ini belum bisa menemuimu tapi aku janji akhir minggu ini aku akan pulang dan kita akan bertemu menghabiskan Akhir akhir pekan bersama "ucap Abian membuat Letta setidaknya bisa menarik sudut bibirnya mendengar kabar gembira tersebut " aku merindukanmu "ucap Letta membuat Abian pun mengucapkan hal yang sama " aku lebih merindukanmu dan rasanya aku ingin terbang saja saat ini ke tempatmu dan memelukku dengan erat "ucap Abian membuat Letta terkekeh dengan geli " Ya aku juga harap begitu "jawab Letta “ Kau sedang apa saat ini?" Tanya Abian menanyakan hal hal yang biasa menjadi awal perbincangan mereka “ Aku sedang sarapan " “sarapan di jam segini tumben sekali? Tanya Abian  "Pekerjaan ku sedang banyak jadi aku tidak sempat untuk sarapan tadi pagi, kau sendiri sedang apa?" Tanya Letta mencoba untuk mengalihkan pembicaraan "Ya seperti yang kau tahu aku sedang memperhatikan zebra, gajah, singa, chitta itulah yang aku perhatikan setiap hari di sini " ucap Abian yang terdengar seperti kelelahan di seberang sana membuat Letta hanya bisa terkekeh geli  "semangat sayang Bukankah itu adalah sebuah impianmu berbaur dengan alam liar" ucap Letta kembali  "Iya tapi rasa rinduku sepertinya mengalahkan semua impianku itu" Ucap Abian kembali membuat Letta berdecak kesal  "Berhentilah untuk menggodaku jika tidak aku akan membatalkan janji akhir pekan kita” ancam Letta " aku serius Bagaimana mungkin kau menganggapnya hanya sebuah ledekan "ucap Abian yang merasa sedih membuat Leta hanya terdiam Bagaimana mungkin dirinya bisa sekejam ini dan membohongi laki-laki yang selama ini berada di hatinya Letta tidak tahu ekspresi seperti apa yang akan Abian berikan kepadanya ketika mengetahui tentang fakta yang saat ini dia tutupi "Bian aku harus kembali bekerja aku juga harus bekerja bukan "ucap letta ketika suaranya mulai sedikit bergetar menahan tangis yang sedari tadi dia Tahan " ya aku juga harus mulai mencari Spot foto yang bagus "ucap Abian " kalau begitu semangat aku akan menutup teleponnya "ucap Letta setelah itu langsung mengakhiri telepon mereka matanya yang berkaca-kaca membuat Letta mencoba untuk mengerjapkan matanya beberapa kali agar air matanya tersebut tidak melewati pipinya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN