Us 16. Sebuah rencana

1116 Kata
Marco mulai mengulurkan tangannya menekan tombol yang tepat berada di sisi pintu Sampai bunyi beep terdengar dan pintu tersebut terbuka menampilkan apartemen mewah dengan segala fasilitas yang modern terdapat dalam hunian tersebut, Marco mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah kemudian langkah nya tertuju pada lantai 2 di mana kamar Arabella terletak perlahan Marco mulai mengulur kan tangannya dan di sana Arabella Tengah berdiri sambil menatap kearah luar jendela yang dibatasi kaca tebal yang langsung menghadap pada pemandangan kota yang begitu padat, Marco berjalan sampai akhirnya memeluk Arabella dari belakang membuat Arabella Acuh tidak Acuh menganggap seolah Marco Tidak ada saat ini "kau masih marah?" Tanya Marco sambil mencium bahu Arabella yang terekspos dengan jelas membuat Arabella pun bergeming dan mengabaikan keberadaan Marco  "ya Sepertinya kau memang masih marah “ jawab Marco sendiri yang Semakin mengeratkan pelukannya  "Maafkan aku" ucap Marco membuat Arabella akhirnya berbalik menatap kearah tunangannya tersebut atau mungkin lebih tepatnya akan menjadi mantan tunangannya karena Arabella tidak sanggup jika harus melihat bagaimana Marco menikah dengan wanita lain apa lagi jika saat ini wanita tersebut sedang mengandung darah dagingnya membuat darah Arabella mendidih begitu saja hanya karena membayangkannya apalagi melihatnya secara langsung  "apakah menurutmu semua masalah ini hanya bisa diselesaikan dengan kata maaf?” Tanya Arabella dengan wajah memerah menahan amarah, tanganya rasanya gatal sekali untuk tidak menampar tunangan nya tersebut yang untung saja Arabella masih bisa mengontro emosi nya dengan baik, “ aku tahu, aku tahu masalah ini tidak sesederhana seperti yang aku pikirkan aku juga tidak berharap kau akan mudah memaafkan ku aku hanya ingin sedikit pengertianmu dan dengarkan penjelasan dulu” ucap  Marco kembali membuat Arabella malah berdecak sambil membuang  pandangannya ke arah lain seolah saat ini dirinya tidak ingin melihat wajah tampan dari tunangannya tersebut  "Ayolah dengarkan aku sekali ini Saja" ucap Marco sambil kembali meraih bahu Arabella untuk menatap ke arahnya yang akhirnya Marco menarik tangan Arabella tanpa perlawanan untuk duduk di sisi tempat tidur mereka saling bertatapan satu sama lain sampai akhirnya Marco menarik Sisi wajah Arabella dan mencium kening tunangannya tersebut dengan lembut  "Apakah kau berpikir bahwa cintaku sedangkal itu padamu?" Tanya Marco membuat Arabella terdiam tentu saja selama ini dirinya percaya bahwa Marco mencintainya bukan hanya cinta yang biasa tapi cinta yang tulus yang mereka rasakan satu sama lain “ aku  tahu kau tidak memikirkan hal tersebut tapi karena kebodohan ku dan juga kecerobohanku aku yakin akan sulit bagimu untuk memaafkanku Karena rasa kecewa yang begitu besar "ucap Marco kembali membuat Arabella terdiam “  tapi aku mohon semua itu tidak bisa terulang kembali aku tidak mungkin mengabsikan darah dagingku bukan, kau tahu keluargaku sangat menjunjung tinggi tentang darah keturunan apalagi kau sudah menceritakannya kepada ibu semuanya tidak akan setuju jika aku pun menyingkirkan wanita itu yang notabene sedang mengandung darah dagingku "ucap Marco membuat Bella langsung menatapnya dengan tatapan tajam “ bagaimana mungkin kau se yakin itu bahwa wanita itu Tengah mengandung anakmu bisa saja bukan dia mengandung anak orang lain "ucap Arabella membuat Marco terdiam  jika saja malam itu dia menggauli wanita yang memang sudah tidak terjaga lagi mungkin Marco akan berpikiran hal yang sama dengan Arabella tapi Marco masih ingat bagaimana air mata yang mengalir di Sisi wajah Letta ketika diam pertama kali menyentuhnya, Bagaimana rasa sakit yang Letta rasakan dan bagaimana mereka merasakan sesak nya ketika mereka melakukan hubungan tersebut yang menandakan bahwa Letta benar-benar menjaga miliknya dan Marco sudah merusaknya begitu saja membuat Marco yakin bahwa bayi yang berada di dalam kandungan Letta saat ini adalah darah dagingnya “aku yakin itu adalah darah dagingku "ucap Marco membuat Arabella semakin tidak suka dengan jawabannya “ jawaban macam  Apa itu atau mungkin kau benar-benar tertarik dengan wanita itu "ucap Arabella membuat Marco menggelengkan kepalanya " aku yakin karena dia masih menjaga milik nya ketika aku melakukan hubungan tersebut dia masih perawan dan Untuk itulah aku yakin itu adalah anakku "ucap Marco membuat Arabella terdiam Entah kenapa terasa sesak langsung menyelimuti hatinya ketika mendengar bahwa Marco berhubungan dengan wanita yang baru pertama kali melakukan dan itu adalah dengan Marco membuat Arabella  merasa dirinya bukanlah apa-apa ketika Marco menceritakannya padahal dirinya sendiri bukan orang pertama bagi Marco meskipun Marco mengetahuinya dan menerimanya tetap saja Arabella merasa dirinya terkalahkan dengan wanita tersebut, padahal sebelumnya Arabella  tidak terlalu mempermasalahkannya karena di zaman sekarang ini jarang sekali ada wanita yang mau menjaga harkat martabat nya sampai mereka usia dewasa dan itu sudah menjadi hal wajar di negara ini dan juga di jaman seperti ini jadi Arabella tidak terlalu mengambil pusing, dan baru saja Arabella  Mendengar hal tersebut dari Marco membuat Arabella merasa jika wanita itu memiliki sesuatu yang tidak dimiliki nya dihadapan Marco, pikiran Arabella terhenti ketika Marco mengeluh Sisi wajahnya dengan lembut “ Aku tidak ingin berpisah denganmu Kau tahu bukan betapa aku mencintaimu tapi aku juga tidak bisa melepaskan darah daging sendiri "ucap Marco yang menatap Arabella dengan tatapan tulusnya membuat Arabella menghembuskan nafas panjangnya toh dia pun tidak ingin melepaskan Marco begitu saja ke tangan wanita yang Bahkan tidak bisa dibandingkan dengan dirinya "lalu apa mau?" Tanya Arabella yang terpaksa harus meneman ego nya tersebut, Arabella tidak ingin Marco menganggapnya wanita yang mudah sekali untuk dipermainkan seperti ini karena Arabella tidak ingin Marco melakukannya untuk yang kedua kali " aku harus menikahinya "ucap Marco membuat Arabella membulat kan mata nya " Apa kau gila? "Seru Arabella membuat Marco menggelengkan  kepalanya " itulah satu-satunya jalan agar aku bisa mendapatkan anak itu kelak hanya dengan ikatan pernikahan dan aku janji setelah anak itu lahir aku akan mengurus Tentang Hak asuh anak yang akan jatuh pada aku, Aku akan mengusahakannya Apapun yang terjadi setelah itu kami akan bercerai dan anak itu kelak akan menjadi anak kita " ucap Marco membuat Arabella ter diam “Apa kau yakin wanita itu mau bekerja sama dengan kita? " tanya Arabella membuat Marco tersenyum seolah menenangkan kecemasan dari tunangannya tersebut “ Semuanya bisa diatur aku akan membuatnya mengerti aku tahu wanita seperti dia akan sangat mudah jika kita memberikan sesuatu yang lebih, apalagi jika kita menjamin bahwa anaknya akan lebih baik berada di tanganku daripada dia yang tidak bisa memberikan apapun dia pasti ingin melihat anaknya bahagia dari kecil bukan "ucap Marco membuat Arabella terdiam tapi  sepertinya idenya tidak terlalu buruk kelak setelah kelahiran anak dari Marco, Marco berjanji akan menikahinya jadi semuanya bisa diatur untuk publik dan mengecam mereka  “Baiklah lakukan Apapun yang kau inginkan tapi aku tidak ingin merasa dirugikan dengan ide bodoh mu itu Aku tidak mungkin Melepaskanmu begitu saja kepada wanita itu "ucap Arabella membuat Marco langsung menarik arabella ke dalam pelukannya " kau tidak akan mengalami kerugian apapun ataupun kehilanganku aku akan menjaminnya "pecah Marco membuat Arabella hanya bisa terdiam menerima Bagaimana tunangannya tersebut memeluknya dengan erat
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN