Us 17.apartemen kecil

1029 Kata
Letta perlahan mulai membereskan satu persatu barang yang dibawa saat ini dia sudah berada di apartemen barunya, apartemennya memang tidak seluas milik Mia tapi bagi Letta ini sudah cukup lagi pula letaknya yang strategis dan ditempat yang lumayan ramai jadi bagi Letta ini Sudahlah menjadi apartemen yang tepat. sampai akhirnya beberapa jam berlalu membuat Letta Akhirnya bisa membaringkan tubuhnya mengistirahatkan punggungnya yang terasa pegal beberapa kali Letta menepuk-nepuk bahunya sampai akhirnya tiba-tiba seseorang menekan bel pintu apartemen yang membuat Letta langsung menegakkan tubuhnya dan terdiam siapa yang tiba-tiba datang berkunjung ke apartemennya di hari pertama dia pindah, Padahal dia tidak memberitahu siapapun pikir Letta yang akhirnya perlahan beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu sayang sekali pintu apartemennya tidak mempunyai celah untuk melihat siapa yang berada di balik pintu tersebut membuat nya akhirnya membuka pintunya dan betapa terkejutnya ketika melihat senyum yang menakutkan dari orang yang kini berdiri di hadapannya "Selamat siang "sapa nya setelah itu tanpa menunggu jawaban dari Letta tiba-tiba dia mendorong pintu apartemen Letta dengan begitu saja setelah itu masuk dan mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan membuat Letta mengepalkan tangannya dengan kuat " Apa Anda tidak mempunyai sopan santun "ucap Letta kembali menatap punggung tegap laki-laki di hadapannya dengan tatapan tajam " Kau yakin akan tinggal di ruangan sempit seperti ini? "Ucapnya mengabaikan pertanyaan Letta yang sebelumnya membuat Letta semakin tidak menyukai dengan tata krama yang dimiliki oleh laki-laki tersebut “Maaf tapi bagi saya Ini ruangan yang cukup” ucap Letta yang akhirnya berjalan dan berdiri di hadapan Marco yang masih meneliti setiap ruangan tersebut  "Lihatlah seluruh ruangan ini saja Bahkan tidak bisa menyayangi luas kamar yang aku miliki "ucap Marco lagi-lagi membanggakan kan yang dia miliki membuat Letta hanya bisa memutar bola matanya lagi pula dirinya  juga tidak meminta pendapatnya " Maaf jika saya lancang tapi saya pun mempersilahkan Anda masuk dan juga saya tidak meminta pendapat Anda tentang Apartemen ini jadi lebih baik jika anda tidak memiliki keperluan lain Anda bisa keluar dari ruangan sempit ini "ucap Letta membuat Marco akhirnya menatap ke arahnya setelah beberapa menit terus memperhatikan ruangan yang katanya sempit tersbut "Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu dan kita harus bicara sekarang juga" ucap Marco dengan suara dingin nya yang tentu  saja membuat Letta menghela nafas panjang Sepertinya dia akan kembali menguras tenaga dan juga Pikirannya padahal letta  ingin sekali beristirahat setelah menata barang-barang miliknya tapi Marco datang dengan tiba-tiba dan mengganggu waktu istirahatnya  “ tapi saat ini saya tidak ingin membicarakan apapun Saya hanya ingin istirahat Anda tahu bukan bahwa Hari ini adalah hari pertama kepindahan saya dan saya sudah mengatur beberapa barang sedari tadi seorang diri Anda tahu bukan betapa lelahnya saya jadi lebih baik anda sedikit memberikan rasa tenggang rasa kepada saya dan tinggalkan Apartemen ini “ Ucap Letta msmbuat Marco berjalan setelah itu duduk di sofa yang memang hanya berada di tengah ruangan tersebut membuat Letta sudah bisa menebak dengan ke arah kanan sikap dari mantan atasannya tersebut "aku dengar kau mengundurkan diri dari perusahaan Kenapa? "Tanya Marco kembali membuat Letta akhirnya mau tidak mau menjawab pertanyaan laki-laki Arogan tersebut toh berdebat dengannya pun akan menguras tenaga jadi lebih baik Letta berbicara baik-baik dengannya karena Letta tidak mungkin terus-terusan bekerja sebagai pramugari di saat Kondisi badan saya seperti ini, “ Saya yakin Anda juga tidak ingin saya mencelakai janin yang saya  kandung "ucap Letta membuat Marco menganggukkan kepalanya  "ya Ternyata kau pintar" ucap Marco membuat Letta hanya terdiam menanggapinya  "jadi aku tidak perlu memaksamu untuk Berhenti bekerja karena kau sudah mengambil tindakan tersebut seorang diri "ucap marco yang  kembali membuat letta menatapnya dengan alis terangkat "Ya saya memang berhenti dari perusahaan anda tapi saya akan mencari pekerjaan baru” ucap Letta membuat Marco langsung menatapnya dengan tatapan sinis " itu tidak akan terjadi "  ucap Marco membuat marco hanya menatapnya dengan tatapan bingung “kenapa Anda melarang saya bekerja? "Tanya Letta membuat Marco menganggukkan kepalanya "Ya  tentu saja aku harus melarang nya” ucap Marco " Bapak Marco Jovanka yang terhormat Seseorang itu harus menghasilkan uang untuk menyambung hidupnya dan untuk menghasilkan uang itu tentu saja saya harus bekerja Bagaimana bisa saya tidak bekerja, Dari mana saya akan membayar Apartemen ini dan makan sehari-hari jadi lebih baik Anda  berhenti untuk mengatur hidup saya dan jalankan perusahaan anda dengan baik "ucap Letta membuat Marco hanya terdiam sambil menatap ke arahnya  "Untuk itulah aku datang menemuimu untuk membicarakan hal tersebut” ucap Marko membuat Letta mengerutkan keningnya “ satu minggu dari sekarang kita akan menikah dan kau tidak perlu tinggal lagi di ruangan sempit ini, ku sudah menyiapkan rumah dengan semua fasilitas yang kau butuhkan aku juga akan menjamin kehidupan Mu dan juga keperluan anak yang kau kandung itu "ucap Marco tiba-tiba membuat Letta benar-benar tidak bisa mengeluarkan kata-kata sedikitpun dia hanya terdiam dengan membulatkan matanya dengan keputusan sepihak yang Marko ambil " jadi bersiap-siaplah untuk kembali mengemasi barang-barang mu ini karena rumahnya sudah siap huni Jadi kau bisa pindah sekarang "ucap Marco sekali lagi membuat Letta akhirnya mengerjapkan matanya mencoba untuk kembali menarik kesadarannya “tunggu dulu apa anda baru saja mengatakan sesuatu pada saya" tanya Letta membuat Marco menatapnya dengan Alis terangkat "Apa kau baru saja melamun” tanya  Marco kembali membuat Letta akhirnya beranjak dari duduknya dan melipat kedua tangannya "Bagaimana Anda memutuskan dan menyuruh saya untuk melakukan ini dan itu secara sepihak kita tidak mempunyai hubungan apapun jadi anda tidak berhak melakukannya" ucap Letta kembali menatap Marco dengan tatapan tidak suka  dengan adanya bayi yang dia kandung itu secara otomatis Letta mempunyai hubungan dan hubungan itu akan diresmikan satu minggu lagi dari sekarang jadi kau harus siap apapun yang terjadi,” ucap Marco membuat Leo langsung menggelengkan kepalanya "tidak tidak tidak aku tidak menyetujuinya" ucap letta kembali  " aku tidak peduli kau setuju atau tidak Tapi pernikahan itu akan tetap diadakan baik itu kau berjalan sendiri ke altar dengan sukarela atau aku harus menyeretmu itu tidak ada  bedanya “ucap Marco membuat Letta benar-benar tidak bisa menandai sifat arogannya tersebut dia benar-benar keras kepala dan sangat memaksakan kehendaknya membayangkannya saja membuat Letta sudah angkat tangan apalagi benar-benar menjalani kehidupan yang harus terikat dengan laki-laki yang benar-benar Seenaknya saja mengatur hidupnya tersebut
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN