Rasanya Leta baru saja memejamkan matanya ketika tiba-tiba bel pintu apartemennya terus berbunyi tidak henti-hentinya membuat Letta yang tadinya ingin mengabaikan orang yang mengganggunya tersebut terpaksa harus membuka matanya lebar-lebar mencoba untuk mengumpulkan kesadarannya dan berjalan dengan gerutuan yang Tentu saja tidak luput dari mulutnya tersebut
"Siapa pagi-pagi yang sudah membuat keributan seperti ini, tidak bisakah dia berhenti untuk memencet bel pintu apartemenku sebelum bel itu rusak" gerutu Letta sambil terus berjalan gontai ke arah pintu dan membukanya dan di saat pintu tersebut terbuka lebar Letta benar-benar mendapati kesadarannya terisi penuh ketika melihat laki-laki yang beberapa hari ini selalu mengganggunya dimana pun dia berada
"Ada apa dengan Anda kenapa Anda selalu saja mengganggu ketenangan saya Padahal saya baru saja tertidur beberapa jam yang lalu" ucap Letta dengan wajah lusuhnya apalagi lingkar hitam di bawah matanya benar-benar menandakan bahwa dirinya baru saja mengistirahatkan tubuhnya dan tentu saja hal tersebut bukan sesuatu hal yang Marco sukai apalagi dengan keadaan Letta seperti ini membuat Marco Langsung berjalan masuk dan menarik Letta membuat Leta membulatkan matanya
"Hai ada apa dengan anda, lepaskan tangan saya" ucap Letta mencoba untuk melepaskan cengkeraman tangan Marco yang kini mendudukkannya tepat di sofa sedangkan dirinya langsung menatap Marco dengan tatapan tajam
"kenapa Anda selalu berbuat Seenaknya saja di rumah orang lain” ucap Letta sambil mengusap pergelangan tangan yang sedikit memerah
" barusan kau bilang kau baru saja terlelap beberapa jam yang lalu jadi kau mengajarkan anak ku untuk begadang semalaman "ucap Marco dengan nada dinginnya membuat Letta hanya bisa terdiam sambil mengelus perutnya yang masih terlihat datar
“aku tidak mengajaknya begadang lagi pula dia juga tetap tenang dalam perutku "ucap Letta membuat Marco berdecak dengan kesal
“apa kau pikir jika tubuhmu tidak lelah tidak akan Berpengaruh apapun pada nya "ucap Marco membuat Letta hanya terdiam tentu saja Letta mengetahui pengetahuan dasar tersebut jika janin nya kelelahan tentu saja akan sedikit menghambat nutrisi yang akan masuk pada calon buah hati mereka
“aku tidak mempunyai alasan lagi untuk tidak memarahimu setelah kau begadang semalaman lagi pula untuk apa kau melakukannya bukankah kau tidak mempunyai urusan sepenting itu untuk membuatmu terjaga sepanjang malam "ucap Marco menatap Letta dengan tatapan remeh membuat Letta sedikit merasa jika dirinya selalu saja dipandang rendah oleh Marco meskipun ya dia memang bisa melakukannya karena tentu saja dilihat dari levelnya saja Marco sudah jauh lebih tinggi darinya, Tapi tetap saja Letta tidak bisa membiarkan laki-laki di hadapannya menginjak-injak nya terus-menerus
" tentu saja mencari pekerjaan untuk apa lagi Bukankah saya harus mencari uang untuk makan saya sehari-hari jadi Anda Berhentilah untuk bersikap mengatur hidup saya "ucap Letta yang hendak berbalik untuk meninggalkan Marco ketika Marco menahan bahunya dan mencengkram nya dengan sedikit kuat
“ Sudah aku katakan mulai saat ini kau dan juga calon bayi itu adalah tanggung jawabku meskipun pernikahan kita belum dilaksanakan Tapi tetap saja aku akan membiayai mu mulai saat ini "ucap Marco membuat Letta langsung menepis tangan Marco pada bahunya
"tidak terima kasih karena saya masih mampu untuk menghidupi diri saya sendiri" ucap Letta membuat Marco langsung tersenyum meremehkan
"Ayolah bahkan sampai saat ini kau saja belum mendapatkan pekerjaan apa kau akan membiarkan calon anakku itu kelaparan di dalam sana Tentu saja aku tidak akan membiarkannya jadi Buanglah egomu itu jika tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada bayi di dalam sana "ucap Marco membuat Letta terdiam namun tentu saja Letta tidak akan menurutinya sedikit pun Letta akan bersikap sesuai dengan yang dia inginkan
"saya masih mempunyai tabungan yang bisa saya gunakan untuk sebulan ke depan sambil Saya mencari pekerjaan yang baru Jadi anda tidak perlu khawatir “ ucap Letta yang masih Memegang teguh harga dirinya membuat Marco berdecak dengan kesal
"sebulan bahkan Kau hanya mempunyai waktu beberapa hari lagi sebelum kau menjadi istriku dan akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab ku jadi Berhentilah untuk merengek dan terus menahan harga diri mu itu, Toh aku juga tidak menginjak-injak nya aku hanya memberikan sesuatu pilihan terbaik untukmu "ucap Marco membuat Letta menatapnya dengan alis terangkat
" biar saya perjelas pilihan terbaik untuk anak di dalam sini Bukan Untukku "ucap Letta membuat Marco terdiam tentu saja hanya karena calon buah hatinya itu Marco melakukan semua ini
" Baiklah apapun tanggapanmu jadi Berhentilah untuk keras kepala dan Sekarang ikut aku untuk memeriksakan kandungan itu setelah kau ajak begadang semalaman "ucap Marco membuat Letta membulatkan matanya
" tidak-tidak Aku baru saja memeriksakan kandungan ku berapa hari yang lalu untuk apa aku kembali ke sana "ucap Letta kembali membuat Marco menatapnya dengan tatapan tajam
“jadi kau memeriksakan kandunganmu tanpa mengajakku?" Tanya Marco kembali membuat Letta menganggukkan kepalanya
"tentu saja untuk apa saya mengajak anda, saya atau Anda juga sibuk bukan" ucap Letta membuat Marco hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar
“anak itu adalah anakku jadi aku berhak untuk mengetahui perkembangannya dan untuk sekarang dan kedepannya apapun yang akan kau lakukan yang bersangkut paut dengan anak itu kau harus melibatkan Ku "Ucap Marco membuat Letta meringis sepertinya hidupnya tidak akan mudah Ketika Harus bersangkut paut dengan seorang Marco Jovanka
" Baiklah Apa yang akan Anda lakukan lakukanlah untuk kedepannya dan sekarang lebih baik anda Keluarkan Aku membutuhkan istirahat "ucap Letta hendak berbalik namun lagi lagi lagi Marco menghentikannya
"Apa kau akan istirahat dengan perut kosong Aku yakin setelah begadang semalaman kau bahkan tidak memakan apapun jadi lebih baik sekarang siapkan makanan apapun untuk mengisi perutmu dan memberikan nutrisi untuk anak di dalam perut mu itu, sebelum kau benar-benar akan pergi tidur aku yakin kau tidak akan tidur sejam atau dua jam mungkin kau akan tertidur seharian dan aku tidak akan membiarkan perutmu kosong seharian dan membiarkan kan anak didalam kandungan itu kelaparan "ucap Marco membuat Letta benar-benar menatapnya dengan tatapan tidak percaya Bahkan dia sampai memikirkan hal seperti itu padahal ketika tidur dia tidak akan merasa kelaparan itulah yang Letta pikirkan
" apapun yang kau pikirkan saat ini daripada aku menyeret mu ke sebuah restoran dan langsung memeriksakan diri ke dokter kandungan Lebih baik kau mengikuti perkataanku pergi ke dapur minum s**u kehamilan mu minum vitamin yang diberikan dan baru kau istirahat “ ucap Marco membuat Letta berdecak dengan kesal dan berjalan dengan langkah menyebalkan kearah dapur mengikuti Semua ucapan Marco agar dia bisa tertidur dengan nyenyak dan laki-laki itu tidak akan mengganggunya lagi