Letta tidak tahu Entah sudah berapa hari ini bel pintu apartemennya selalu berteriak nyaring di pagi buta dan tentu saja Letta sudah bisa menebak Siapa orang yang terus mengganggunya selama beberapa hari ini membuat Letta akhirnya mengabaikan bunyi bel tersebut yang kini mungkin terlihat kesal di depan pintu kamar Letta, yang Letta lakukan hanyalah mengambil bantal untuk menutupi wajahnya berharap bisa meredam suara dari bel pintunya Namun ternyata sia-sia ketika bel tersebut tidak henti-hentinya berbunyi
"baik-baik aku akan membukanya" Seru Letta dengan nada kesalnya setelah itu berjalan sambil mengentakkan kedua kakinya menuju pintu apartemen setelah itu membukanya Namun sepertinya perkiraan Letta kali ini salah, Letta langsung bungkam begitu saja padahal sebelumnya Letta sudah menyiapkan beberapa kalimat umpatan untuk memaki orang yang biasanya selalu mengganggunya tapi kali ini berbeda , membuat Letta mengerutkan keningnya Letta sepertinya sangat familiar dengan wajah di hadapannya kini
"Anda?" Tanya Letta sedikit menggantung ucapannya
"Perkenalkan nama saya Haris saya adalah tangan kanannya Tuan Marco "ucap Haris membuat Letta menganggukkan kepalanya
"lalu urusan Anda datang sepagi ini ke apartemen saya?" Tanya Letta kembali membuat Haris sedikit memiringkan wajahnya menatap kearah dalam apartemen milik Letta sepertinya Letta sedikit mengetahui dengan sikapnya tersebut
"anda ingin membicarakannya sambil minum teh di pagi hari di dalam apartemen saya" tanya Letta dengan wajah kaku dan canggung nya membuat Harris hanya bisa mengangguk Setelah itu Letta benar-benar harus mempersilahkan kaki tangan dari laki-laki tersebut untuk masuk ke dalam apartemennya
"Silakan duduk” ucap Letta kembali membuat Harris pun mengikuti perkataannya
"tapi bisakah anda menunggu sebentar soalnya saat Anda terus-terusan memencet bel pintu apartemen saya Kebetulan sekali saya masih tertidur dengan nyenyak jadi saya belum sempat untuk membersihkan diri jadi Sepertinya saya butuh untuk membasuh wajah saya beberapa menit saja anda tidak keberatan bukan?” Tanya Letta membuat Haris kembali menundukkan kepalanya, Letta pun akhirnya berjalan masuk ke dalam kamar miliknya
"ternyata dia sangat irit bicara" ucap Letta setelah itu Le bergegas untuk mencuci mukanya dan kembali menemui Haris sebelum membuatkan teh dan juga menyiapkan beberapa cemilan setelah itu meletakkannya di atas meja l, Mereka kemudian Hening beberapa saat sebelum Letta kembali membuka suaranya
“ jadi tujuan Anda datang ke apartemen saya? "Tanya Letta kembali langsung pada intinya
" Saya hanya ingin memberitahukan bahwa pernikahan anda dengan Tuan Marco akan diundur "ucap haris kembali membuat Letta membulatkan matanya bukan karena rasa kecewa tapi dia benar-benar terkejut Bukankah sehari sebelumnya Marco terus memaksanya untuk segera menyiapkan keperluan untuk pernikahan mereka tapi sekarang kabarnya sepertinya berbeda pikir Letta
"tiba-tiba saja Tuan Marco harus melakukan perjalanan bisnis selama sebulan ke Chicago dan juga beberapa negara yang memang harus Tuan kunjungi” ucap Haris kembali membuat Letta menganggukkan kepalanya
“ tidak masalah saya mengerti dengan kesibukan Tuan anda" ucap letta kembali sambil tersenyum di dalam hati Bukankah itu sangat menguntungkan untuknya selama sebulan ini tentu saja dia bisa menjalani hidupnya dengan normal dia akan memikirkan cara untuk lepas dari lelaki yang bernama Marco itu dan juga letta bisa mencari pekerjaan yang dia inginkan, selama sebulan itu letta benar benar-benar harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin sebelum Haris mengeluarkan selembar kertas kepadanya
"apa ini?" Tanya Letta membuat Harris kembali mendekatkan kertas tersebut membuat letta mengambil nya
"itu adalah hal-hal yang tidak boleh anda lakukan selama Tuan tidak ada dan juga Tuan menugaskan saya untuk selalu memantau anda dan saya akan menempatkan dua pengawal yang akan berjaga tepat dihadapan pintu apartemen Anda "ucap Haris membuat letta benar-benar melongo tidak bisa berkata apapun dengan keputusan tiba-tiba dari laki-laki bernama Marco tersebut
" apa anda menyiapkan pengawal dan aku harus diawasi apa menurutnya aku ini adalah seorang buronan atau tawanan tidak tidak tidak aku tidak menerimanya "Ucap letta kembali sambil kembali meletakkan kertas tersebut tanpa membacanya satu patah katapun
" tapi keputusan Tuan adalah mutlak beliau tidak ingin dibantah "ucap Haris kembali membuat letta langsung beranjak dari duduknya membuat haris hanya bisa mendongak menatap letta yang kini melipat kedua tangannya seolah tidak ingin dibantah, di sini hanya ada dirinya dan dirinya tidak ingin diatur oleh siapapun termasuk laki-laki bernama Marco yang sangat Arogan itu pikir letta
“ katakan pada tuan mu itu Aku tidak akan mengikuti semua perkataannya dan juga larangan bodohnya itu jika dia tidak suka dia bisa pulang kembali ke sini untuk menghentikanku "ucap letta dengan senyum menantangnya karena letta tahu bahwa Marco Tidak mungkin membatalkan perjalanan bisnisnya yang sangat penting itu hanya untuk menghentikan tindakan kekanak-kanakan nya ini
"Jadi mungkin sampai disini perbincangan kita dan saya sepertinya harus kembali tertidur karena saya masih mengantuk jadi Anda bisa segera keluar dan disana pintu keluarnya" Ucap letta dengan senyum ramahnya membuat Haris saya bisa menampilkan wajah datarnya setelah itu beranjak dari duduknya
"Baiklah kalau begitu saya akan melaporkannya kepada tuan Tapi saya tidak bisa menjamin bahwa Tuan akan setuju dengan ide anda, saya akan tetap menjalani apapun yang Tuan perintahkan "ucap Harris membuat letta menganggukkan kepalanya
"Iya iya lebih baik saat ini kau laporkan dulu kepada Tuanmu itu aku ingin mendengar Bagaimana kemarahannya, selamat melapor "Ucap letta membuat Haris hanya terdiam setelah itu berbalik untuk keluar dari apartemen letta.
Setelah pintu apartemen itu tertutup membuat letta menghembuskan nafas panjang entah kenapa Semenjak dia ada kaitanya dengan seorang Marco hidupnya rasanya tidak tenang membuat letta hanya bisa menyandarkan punggungnya menatap langit-langit apartemennya,letta harus bisa membuat strategi selama sebulan ini Untuk memanfaatkan waktunya sebaik mungkin, letta harus mencari cara agar dirinya bisa lepas dari cengkraman Marco meskipun itu akan sulit tapi setidaknya letta harus mempunyai cara agar laki-laki itu tidak bisa mengaturnya lagi, yang kedua letta harus segera mencari pekerjaan meskipun Sebelumnya dia sudah memasukkan beberapa lamaran ke beberapa kedai kopi dan juga toko bunga tapi sampai saat ini Letta masih belum mendapatkan email balasannya
“Ayolah semangat untuk sebulan ini dan kau juga harus membantu ibumu ini Oke "ucap Letta sambil mengelus perutnya yang masih datar tersebut Seolah mengajak calon buah hatinya untuk mendukung dirinya, Letta kemudian beranjak dari duduknya kembali masuk ke dalam kamar dia harus mengecek beberapa email masuk dan juga mengirimkan kembali untuk mencari pekerjaan lain, Setidaknya di harus membutuhkan pemasukan untuknya bertahan hidup karena tabungannya sudah mulai menipis meskipun selama ini Letta mencoba untuk menghemat tetap saja kebutuhan tidak terduga selalu datang tiba-tiba