Marco mengusap wajahnya dengan kasar ketika melihat rintik hujan yang kini membasahi sekitarnya, belum lagi dengan petir yang saling menyambar membuat Marco seolah merasa jika dunia pun ikut menangis kemalangan nya, entah kenapa Marco masih bisa merasakan dadanya yang seolah tertekan beban berat tersebut rasanya benar-benar terasa nyeri namun Marco Tidak tahu cara mengobatinya, Marco benar-benar sudah sangat berharap dia mempunyai seorang buah hati meskipun awalnya itu tidak direncanakan tapi ketika Marco tahu bahwa seorang wanita Tengah mengandung darah dagingnya Entah kenapa ada secerca cahaya yang menghiasi hatinya, sebuah kebahagiaan yang masih belum terasa nyata mulai Marco rasakan setiap harinya dan kali ini cahaya tersebut tiba-tiba saja tertelan oleh kegelapan yang membuat Marco te

