Suara Axel yang terdengar itu sungguh mengejutkannya. Ternyata pria itu sudah ada di depannya sekarang. Maria bergerak ke arah pria itu dan mengeluh.
"Mengapa semua orang tidak bisa melihatku?" tanya Maria.
"Kau sudah lama berada di dunia kami, vitalitasmu juga menurun. Apa kau mengerti masalahnya?" tanya balik Pangeran Iblis. Bagaimana bisa Axel mengatakannya bahwa karena Maria melewati batu yang dibuatkan oleh ayahnya yang mengarah ke dunia ini. Rencana Axel untuk memperistrinya bisa gagal.
"Apakah ada cara agar semua orang bisa melihatku?" tanya Maria. Ia kehilangan harapannya dan terpaku padanya, Maria ingin pria itu memberikannya secercah harapan.
"Ada!" ucap Axel singkat.
"Apa itu?" tanya Maria antusias.
"Apakah kau yakin?" tanya Axel kepada gadis itu.
"Aku akan melakukan segalanya," jawab Maria dengan cepat.
"Termasuk menjadi istriku?" tanya Axel sambil mengangkat kedua alisnya, itu terlihat mencurigakan.
"Ti—" ucap Maria. Belum sempat ia mengatakannya Axel sudah memberitahukan sesuatu kepadanya.
"Itulah satu-satunya caramu jika kau ingin bisa dilihat oleh manusia. Kau menjadi istriku, atau menjadi istri Raja Iblis, atau tidak dilihat oleh keluargamu sepanjang hidup ini. Cara mana yang ingin kau pilih?" ucap Axel.
"Apakah benar-benar tidak ada cara lain?" tanya Maria memastikan.
"Tidak," jawab Axel sambil menggelengkan kepalanya.
"Baik …. Aku akan menjadi istrimu!" ucap Maria dengan ketus. Jika Maria terpaksa untuk memilih di antara dua iblis, ia pasti akan memilih iblis yang muda, lembut, dan kuat seperti Axel, dan tidak akan untuk iblis kelas tinggi yang setua dan seketat Raja Iblis. Maria tidak tahu bahwa ia telah jatuh ke dalam perangkap Pangeran yang ada di hadapannya dan Raja Iblis yang licik itu. Secepat itu Maria akan menjadi miliknya. Awalnya ia hanya ingin bermain-main sedikit, pernyataan tentang mengejarnya hanya sebagai tipuan bagi Axel untuk bermain dengan manusia yang baru saja ia dapatkan.
Setelah pertemuan pertama, Axel tahu bahwa gadis ini murni sampai-sampai Axel memiliki otak liar untuk bisa bermain dengan kucing kecil itu. Axel berpura-pura lembut dan bodoh tetapi hanya untuk beberapa waktu yang lalu karena ia menyukai gadis itu. Sampai akhirnya gadis itu menyerah dan secara sukarela siap berada di sisinya, sehingga nanti Axel bisa menikmati jiwa dan raga gadis itu.
"Kapan kita akan menikah?" tanya Maria kepada pria itu.
"Setelah diterima oleh Raja Iblis, setelah aku memiliki segel kepemilikanmu. Itulah cara menikah di dunia iblis," jawab Axel dengan santai.
"Raja Iblis telah mengetahuinya dan dia mungkin tidak keberatan," ucap Axel lagi.
"Jadi ... bagaimana dengan segelnya?" tanya Maria.
"Perkawinan," jawab Axel singkat.
Satu kata ini seperti kilat yang menyambar kepala Maria, tubuh kecilnya menegang.
"Jika aku menolakmu, permintaan seperti apa yang harus aku serahkan?" ucap Maria ragu dengan mata berkaca-kaca. Memang Putra Mahkota dan Raja Iblis sama-sama suka menindas orang lain. Pangeran Axel meraih kedua pergelangan tangan kecilnya, dan langsung menariknya ke arahnya.
"Apa kau gila? Aku katakan bahwa aku tidak akan meminta apa pun kepadamu di dunia ini. Kau harus tahu bahwa akulah yang membantumu, jika tidak, tidak mungkin sekarang kau masih hidup. Siapa yang berani menunggu cinta yang pergi selama ini! Aku tanya siapa? Siapa?" ucap Pangeran Axel dengan sedikit nada tinggi. Maria belum pernah melihat sisi marahnya, itu sangat menakutkan. Maria ingin pergi dan mengucapkan selamat tinggal, itu yang membuat pria itu sangat gugup sehingga ia gelisah dan khawatir akan kehilangan gadis itu. Kepala kecil Maria menunduk, ia melihat jari kakinya
"Maaf," ucap Maria pelan.
"Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa kau ingin kembali ke dunia itu? Apa bagusnya?" tanya Axel sambil menghela napasnya, tentu saja ia tidak bisa marah pada gadis kecilnya, apalagi melihat penampilan kucing kecilnya yang patuh seperti ini.
"Aku akan melakukannya untukmu setelah aku kembali ke dunia manusia," ucap Maria pelan.
"Baiklah, kau ingin kembali kan? Aku akan mengabulkannya," jawab Axel.
"Benarkah?" ucap Maria dengan wajah cerah yang cantik, ia tersenyum dan tertawa riang membuat jantung seseorang di depannya berdetak kencang. Gadis ini sangat imut, di pertempuran ia sangat cekatan, gesit dan cerdas, tapi sekarang ia sangat penurut.
Berkat Putra Mahkota, semuanya sangat menguntungkan, dan tentang segel itu ia tidak memaksa, dan ia hanya membuat tanda sementara di belakang leher gadis miliknya.
Mereka berdua kembali ke dunia manusia, dan semua orang bisa melihatnya. Namun, orang-orang tidak bisa melihat Axel karena roda pendaratannya belum bisa beradaptasi dengan tempat ini. Maria berencana keluar untuk membelikannya pakaian manusia agar bisa berbaur di dunia manusia.
***
Di malam hari, ada toko pakaian pria yang nyaman untuk berbelanja di dekat rumahnya. Ia berjalan pergi ke toko itu. Tidak masalah untuk pakaian pria, dan Maria sudah membelikannya. Namun, masalah lain muncul di pikiran Maria.
"Bagaimana caraku membeli pakaian dalam untuk iblis bangsawan itu dan aku tidak tahu ukurannya? Tapi aku seorang gadis, astaga … mau diletakkan di mana wajahku?" batin Maria menyelimuti benaknya.
Namun, Maria tetap melangkah masuk dengan wajah yang tebal ke toko pakaian dalam, awalnya ia berpura-pura memilih pakaian dalam untuk wanita, dan setelah memilih-milih itu, ia pindah bagian pakaian dalam pria. Ia melihat-lihat ukuran mana yang cocok untuk pria itu. Setelah melihatnya ia mengambil beberapa potong pakaian dalam untuk pria, sambil membolak-balikkannya dan ia terus berpikir.
"Yang ini muat tidak ya?" batin Maria. Untungnya, malam ini toko itu memiliki sedikit pelanggan, jadi tidak banyak orang yang memperhatikannya.
"Maaf Nona, apakah kau butuh bantuan?" tanya seorang pria kepada Maria. Staf pria di toko itu merasa bahwa pelanggan satu ini mengalami kesulitan dalam memilih pakaian jadi ia datang untuk membantu.
"Aku berniat membelikan underwear untuk pria, tapi ... aku tidak tahu ukuran celananya," ucap Maria ragu-ragu.
"Apakah kau tahu ukuran miliknya?" tanya pria penjaga toko itu.
"Astaga … bagaimana mungkin aku tahu itu? Hm … mungkin besar? Bagaimana aku bisa menjadi c***l seperti ini!" teriak Maria dalam hati dengan pipi yang merona merah karena malu.
"Hm ... aku tidak tahu ukurannya, kalau menurut ramalanku itu cukup besar," ucap Maria sambil menggelengkan kepalanya.
"Jika demikian, kau dapat membeli beberapa ukuran dari sedang hingga besar untuk dicoba keduanya," ucap pria itu sambil tersenyum padanya.
"Mungkin gadis ini terlalu kuat melawan prianya. Jika tidak, bagaimana mungkin gadis m***m ini diperintah membelikan pakaian dalamnya," batin pria penjaga toko itu sambil tersenyum melihat Maria.
Bagaimanapun juga, akhirnya Maria bisa pulang berkat staf pria itu yang membantunya. Namun, sepertinya di perjalanan cukup menakutkan. Maria masih berjalan normal, kadang melompat-lompat sambil bernyanyi.
Soat!
Suara dedaunan pohon berisik terdengar, Maria menghentikan langkahnya sendiri.
"Mengapa suaranya begitu dekat denganku? Apakah karena malam purnama? Aku merinding sekali, mungkin itu hantu? Ya ampun, apakah hantu itu sedang kencing?" batin Maria sambil memegang tengkuknya.