12

1115 Kata
Yassirli yang terpisah dari rombongan masih berada di dekat tugu Abel dan berlindung di sana dari derasnya hujan batu,Ici terus berdoa agar diberikan kekuatan untuk bertahan di sana sampai seseorang bisa menyelamatkannya dan membawa ke bawah. Yang di ingat Ici sekarang hanyalah ayahnya,Ici langsung menghubungi nomor ayahnya yang kebetulan handpone masih berada di genggaman Ici. "assalamualaikum ayah",ucap Ici lemas setelah panggilan tersebut terhubung dengan ayahnya. "waalaikumsalam Ci" "ayah tolong Ici yah,gunuang marapi malatuih yah,Ici masih di ateh di dakek tugu Abel yah" (ayah tolong Ici yah,Gunung marapi meletus yah,Ici masih di atas di dekat tugu Abel yah),Ici menangis meminta pertolongan kepada ayahnya. Ayah yang mendapat kabar seperti itu langsung terduduk lemas sambil ngucap istigfar. "astagfirullah Ci" "mangaa yah?,ado aa yah?" (ngapain yah?,ada apa yah?),tanya kakaknya Ici melihat ayah yang sudah lemas dan bibirnya pucat. Ayah tidak mampu menjawab pertanyaan dari kakak,ayah hanya menyerahkan handpone kepada kakak agar kakak bisa tau langsung dari Ici,Kakak langsung mengambil handpone dari tangan ayah dan menanyakan kepada Ici. "Ici...ado aa ci?,dek aa ci? (Ici...ada apa Ci,kenapa Ci?) "kak tolong Ici kak,Ici masih di ateh kak,badan Ici lah tatutuik dek abu angek kak,gunuang malatuih kak" (kak tolongin Ici kak,Ici masih di atas kak,badan Ici udah tertutup abu panas kak,gunung meletus kak),Ici terus menjelaskan tanpa henti dengan nafas yang terengah- engah. "Ya Allah dek,bertahan yo Ci bia kak cari bantuan lu Ci,Ci bertahan disitu lu dih Ci" (Ya Allah dek,bertahan ya Ci biar kak cari bantuan dulu Ci,Ci bertahan disitu dulu ya Ci),tak jauh berbeda dengan ayah,kakak yang mendengar Ici terkena abu letusan gunung marapi langsung berliangan air mata. "tolong capek kak,Ici ndak kuek rasonyo lai do kak" (tolong cepetan kak,Ici udah gak kuat lagi kak),lirihnya. "iyo dek,tunggu sabanta kak hubungi tim penyelamat lu yo Ci" (iya dek,tunggu sebentar kakak hubungi tim penyelamat dulu dulu ya Ci),kakak langsung berlari mengambil handponenya yang berada di kamar untuk segera menghubungi semua tim yang dirasa bisa menyelamatkan adiknya itu. Sambungan telfon lalu terputus,kakak mencoba menghubungi Ici kembali setidaknya kakak bisa tau apa yang di rasakan adiknya saat ini dan bisa menemani adiknya walau melalui panggilan telfon. "hiks hiks.. Ci jan di matian telfon tu ci,bia kakak tau baa keadaan Ici disitu" (hiks hiks... Ci jangan di matiin telfonnya Ci,biar kakak tau keadaan Ici disana). "telfonnyo mati surang kak,sinyal Ici disiko payah kak" (telfonnya mati sendiri kak,sinyal Ici disini susah kak),suara Ici terdengar sudah sangat lemah. "kak lamo tim penyelamat tu tibo lai kak?" (kak masih lama tim penyelamatnya datang kak?). "saba dek,sabanta lai tim penyelamat tibo manjapuik Ici hiks hiks". (sabar dek,sebentar lagi tim penyelamat datang menjemput Ici hiks hiks), kakak terus menangis mendengar Ici yang sudah memohon untuk segera di selamatkan,ingin rasanya dia menjemput adiknya langsung ke sana tapi dia hanyalah seorang kakak yang sangat mencemaskan adiknya ,dia tidak punya kendali untuk melakukan penyelamatan apalagi dia seorang perempuan. Setelah menghubungi tim penyelamat,ayah dan kakak langsung berangkat menuju ke posko gunung marapi. Diperjalanan kakak terus memberikan semangat kepada Ici agar adiknya itu bertahan hingga tim sampai disana. "pakai helikopter kan kak,Ici di japuik pakai helikopter kan kak" (pakai helikopter kan kak,Ici di jemput pakai helikopter kan kak) "hiks iya dek",kakak tidak tahu tim akan melakukan penyelamatan seperti apa,ia hanya bisa menangis dan mengiyakan apa yang ditanyakan adiknya. "Ici lah ndak kuek lai do kak (Ici udah gak kuat lagi kak). "saba Ci,Ici kuek dih Ci,sabanta lai-," (Sabar Ci, Ici kuat ya Ci, sebentar lagi-) Panggilan kembali terputus, kakak mencoba menghubungi Ici kembali tetapi panggilan tersebut tidak bisa di lakukan. Ici yang sudah tidak kuat lagi berinisiatif untuk membuat vidio lalu dikirimkan ke kakaknya agar tim penyelamat yang akan ke atas bisa langsung menemui keberadaannya. Ici tidak tau dia akan pulang dengan selamat atau sebaliknya, yang pasti vidio tersebut bisa memudahkan tim untuk cepat menemukannya. Tak lama vidio tersebut diterima oleh kakaknya Ici, saat kakak mencoba menghubungi kembali panggilan tersebut tidak di angkat oleh Ici. Panggilan tersebut tersambung tapi tidak di angkat, kakak terus menghubungi hingga no Ici tak aktif lagi karena baterainya yang sudah habis. Kakak mengirimkan vidio yang dikirimkan Ici kepada tim penyelamat di sana, dividio tersebut terlihat tubuh Ici yang sudah dipenuhi abu, Ici sudah tidak kuat berdiri hingga Ici hanya bisa tiduran di tengah hujan abu yang terus berlangsung. Nafas yang sudah terengah- engah Ici mengucapkan kalau dia sudah tidak kuat dan tolong sampaikan pada ayah bahwa nafasnya sudah berat. Tolong sampaikan pada ayah dia sudah tidak kuat lagi untuk bertahan hidup, hanya itu yang bisa didengar dari vidio yang dikirimkan oleh Ici. *** Kembali kepada rombongan 5 para sahabat yang juga berasal dari padang. "Den harus baliak ka ateh liak Xy, Siska,Liarni samo Frengky masih di ateh" (Gua harus balik ke atas Xy, Siska, Liarni sama Frengky masih di atas), Ikbal dan Rexy sedang berlindung di bawah pohon, mereka yang berada di depan berlari dengan sangat kencang sehingga bisa berlindung di sana. "Tapi di ateh masih hujan abu Bal,wak harus capek turun ka bawah Bal" (Tapi di atas masih hujan abu Bal, kita harus segera turun kebawah Bal). "Ndak bisa do, kalian tanggung jawek den, den ndak bisa maningaan anggota den mode tu do Xy" (Gak bisa, kalian itu tanggungjawab gua, gua gak bisa ninggalin anggota gua kayak gitu Xy), Ikbal terus teguh pada pendiriannya untuk kembali ke atas menyelamatkan 3 sahabatnya yang masih terjebak disana. "Tapi den ndak talok ka ateh lai do Bal, tangan den lah patah kapalo den badarah lo Bal" (Tapi gua udah gak kuat lagi Bal, tangan gua patah dan kepala gua berdarah juga), Rexy mengalami patah tangan dan luka pada kepalanya sedangkan Ikbal tidak mengalami luka sedikit pun. "Bia den yang baliak surang, ang turun se lah ka bawah ang telfon tim untuak manyalamek an kawan- kawan yang masih di ateh" (Biar gua yang balik ke atas sendirian,lu turun aja ke bawah lu telfon tim untuk menyelamatkan teman- teman yang masih di atas). "Jan Bal, den ndak yakin ang bisa salamek kalau ang baliak ka ateh do, ang caliak lah kondisi di ateh tu" (Jangan Bal, gua gak yakin lu bisa selamat kalau lu balik ke atas lagi, lu liat aja kondisi di atas ) . "Bia lah, den ndak bisa ka bawah mode ko do" (Biarin, gua gak bisa ke bawah kayak gini), Ikbal langsung membalikkan badannya untuk kembali ke atas menjemput yang lainnya. "Tapi Bal", Rexy menahan tas Ikbal tetapi Ikbal dengan cepat melepaskannya. "Den baliak ka ateh, ang elok- elok ka bawah yo" (Gua balik ke atas, lu hati- hati ke bawah ya) . Ikbal langsung berlari kencang menuju ke atas lagi, Resy bimbang harus kembali ke atas atau kebawah. Di karenakan tubuh yang sudah lemah Rexy memutuskan untuk berjalan ke bawah dengan tertatih-tatih sekaligus mencari sinyal untuk segera menghubungi tim penyelamat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN