"APA! yang bener lo Ran, gila ini mah! pantesan sobat gw yang sedingin es bisa mencair hatinya, Beuhh ternyata Dhena yang buat es batu mencair. Dari dulu ngak ada cowok yang bisa tolak pesonanya" Ucap Leo makin keras. "Ustt!! brisik lo ini bukan lapangan Volly" ucap ku berbisik. "Penasaran gw Ran kita gabung yuks" Ajak Leo ke arah meja yang di tempati Dhena dan kawan-kawannya. "Udah cari bangku lain aja" Aku ingin menolak tapi Leo menarik lengan ku ke arah meja Dhena. Aku berusaha melepaskan tangan Leo, dan mulai berfikir apa yang harus aku katakan pada nya. "Kalo dia ingat gw nih, kemungkinan dia tau kalau lo Randy kaka kelas dia dulu" Bisik Leo pada ku. "Boleh kami duduk disini?" ucap Leo dan semua mata yang duduk di meja itu memandang ke arah kami berdua. "Silahkan mau aike pa

