Bab 50

1747 Kata

Mata Meira mengerjap-ngerjap kala memasuki area rumah kakeknya. Sepanjang jalan mulut Meira terbuka. Berada di gendongan pamannya dia bisa melihat seluruh bagian rumah ini dengan jelas. Sebuah foto besar terpajang di ruang tamu. Foto kakek, nenek, om dan istrinya tanpa ibunya. Meira tidak banyak mendengar mengenai konflik ibunya akan tetapi dia mengetahui sumber masalahnya. Ya, dia sadar bahwa dirinyalah yang menjadi penyebab kenapa ibunya harus pergi meninggalkan keluarga ini. Di ruang keluarga, barulah Meira melihat foto keluarga lengkap. Ada kakek, nenek, om dan ibunya, di dalam foto itu—om, kakek, dan neneknya diam tegap sementara Gresia tertawa natural. Tepat di depan bingkai foto itu, Revaldo—pamannya—menghentikan langkahnya. “Dari foto ini kamu udah bisa simpulin kan? Gimana ibu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN