Perang Badar

798 Kata
Pagi pagi sekali sekolah telah dihebohkan oleh perkelahian Rizka dan Rifki di koridor kelas. Rizka mendapat berita tidak mengenakkan dari teman-teman Rifki pagi itu. Sarah dan Teddy hanya bisa menangis tersedu melihat Rizka yang memukuli abangnya hingga membekaskan luka memar di bagian pipi kiri dan kanan Rifki. Bibir Rizkapun ikut pecah karena hantaman tangan kekar abangnya itu. "Bang! Abaaaang!!" jerit Rifka di tengah perkelahian saudara kembarnya itu. Kembali Rifki memukul wajah Rizka membuat tetesan darah segar keluar dari hidung adik perempuannya itu. Sakit memamg sakit, tetapi Rizka yang sudah kesetanan sejak tadi sudah tak perduli jika dia harus mati hari ini. Dia benar-benar ingin terus memukuli abangnya itu. Rizki berlari di tengah perkelahian mereka. Menarik Rifki menjauh dari Rizka. Rizka malah menendang d**a Rifki dan membuat Rizki dan Rifki terjatuh bersama. Rifki tersedak dan meludahkan darah. Rifka menarik Rizka menjauh. Dengan cepat Rizka menepis tangan adik kembarnya itu. "Harusnya lu mati hari ini!" teriak Rizka penuh geram pada abangnya yang sedang terbaring di lantai dengan tangan yang di pegangi Rifki. "Lu kenapa anj*ing?!" balas Rifki yang juga ikut geram. Pasalnya dia baru saja datang ke sekolah. Belum sempat dia masuk ke dalam kelas, malah dipukuli habis-habisan dari adiknya itu. "Persetan sama lu B*jingan!!" teriak Rizka hendak memukuli abangnya lagi. Dengan cepat Rifka, Teddy dan Sarah memeganginya. "Salah gua apa?!" Rifki terus meludah darah. "B*jingan lu! Biad*b!!" teriak Rizka terus menyerapahi abangnya tanpa alasan. *** Sebelum semuanya terjadi, Rizka datang menjadi orang pertama di kelasnya. Salah satu teman sekelasnya bernama Obet mengatakan bahwa semalam ia bertemu Sarah dibawa oleh 3 orang pria ke sebuah gedung kosong. Obet dengan sengaja mengikuti mereka dan mereka tengah menjamahi tubuh Sarah bergantian. Obet yang tak tega melihat wanita yang ia kenal diperlakukan seperti itu, sengaja menakut-nakuti mereka dengan suara hantu. Saat mereka semua lengah karena ketakutan, Sarah berhasil kabur. 3 pria itu berlari mengejar Sarah. Obet sempat melihat wajah mereka yang terpancar sinar lampu jalanan. Mereka adalah teman-teman Rifki di tempat tongkrongannya. Obet sempat menghajar mereka dan mengancam salah satu dari mereka untuk mengatakan apa yang terjadi pada Sarah. Mereka mengatakan bahwa itu adalah perintah Rifki. Rizka yang mengenal Sarah begitu dekat dari sejak mereka kecil, jelas saja ia tak terima mendengar hal tersebut. Mengapa Rifki sekeji itu? Rizka memang mengenal Rifki itu seperti apa. Tetapi, untuk berpikir bahwa Rifki akan melakukan hal seperti itu, terdengar sangat biadab di benaknya. *** Rifki, Rizka, Rizki, Rifka serta Teddy dan Sarah berdiri di hadapan Guru BP, Kepala Sekolah dan orangtua mereka semua di Ruang Pendisiplinan. Darah terus mengalir dari hidung Rizka. Teddy memberikan tisu pada Rizka untuk ia mengusap darahnya. Kepala Sekolah dan Guru BP terus menanyakan alasan Rizka memukuli Rifki. Namun, Rizka tak bisa menjelaskannya di sekolah. Karena ini termasuk aib keluarganya serta melibatkan keluarga orang lain. Setelah mendengar segala ceramah dari Guru BP dan Kepala Sekolah. Akhirnya, mereka mendapat keputusan yakni sanksi skorsing dari pihak sekolah selama 3 hari. Rizki dan Rifka menyesali perbuatan mereka, seharusnya mereka berdualah yang berkelahi agar mendapar sanksi skorsing dan bisa seharian di rumah selama 3 hari. Bisa sangat puas mereka menjalani hukumam itu. Sarah yang masih mendendam kesal dengan Rifki, memilih kembali ke kelasnya tanpa sepatah katapun dan pada siapapun termasuk orangtuanya. "Kenapa kau memukuli Rifki?!" teriak Fauziah, Ibu Si Kembar. "Sabarlah! Kita masih berada di sekolah," bisik suaminya. "Kau juga akan memukuli dia jika aku ceritakan apa yang terjadi sebenarnya!" bentak Rizka yang tak terima karena diteriaki ibunya itu. "Salah gua apa?!" bantah Rifki. "Semuanya pulang!" perintah Raka, Ayah mereka. "Kita juga?" tanya Rifka menunjuk dirinya dan Rizki. "Semua!" bentak Raka lagi. "Maklum anak-anak," bisik Bima, Ayah Teddy. "Seandainya Teddy bisa berantem kayak gitu," ucap Risa, Ibu Teddy. "iih Ibu! Teddy ga suka berantem. Ibu lihat Rizka! Abangnya aja di pukulin kayak gitu. Gimana nanti kalau Teddy ... " Segera Risa mencubit anak semata wayangnya itu. Lagi-lagi Teddy meminta agar perjodohan itu dibatalkan. Tentu Risa tak akan menurutinya. "Kamu juga harus belajar berantem kayak Rizka!" bentak Risa pada anaknya yang gemulai itu. "Rizka, mulai besok ajakin Teddy latihan boxing ya," pinta Risa lemah lembut. Rizka yang masih merasa kesal, malah memilih meninggalkan mereka semua. "Rizka!" teriak Fauziah memanggilnya. Namun, Rizka tetap meneruskan langkahnya. "Anak sialan itu! Kenapa dia bertingkah seperti itu?!" teriak Fauziah lagi. "Bukankah kau juga bertingkah seperti itu sebelum melahirkan mereka semua?" ejek Rega, Ayah Sarah. "Berhenti menggoda istri orang!" tegas Raka pada temannya itu. "Rifki, Tante lupa mau ngomong terimakasih banyak buat semalam. Semalam Sarah digangguin orang, untung ada Rifki yang bantuin," jelas Lea, Ibu Sarah pada semua yang ada di sana. Kalimat tersebut membuat Rifki kembali mengingat kejadian aneh semalam. Sarah yang tiba-tiba membentaknya. Selama mereka bertemu, Sarah tak pernah membantah semua perintah maupun p********n yang dilakukan oleh Rifki. Kejadian semalam benar-benar aneh.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN