Chapter 7

865 Kata
"Namanya siapa?" Tanya Viero lagi. "Xaviera Frischia Xethin Palthis." "APA?!!" Pekik Viero dan Viere berbarengan. Viero dan Viere saling pandang dan kemudian menatap ibunya. "Apa jangan jangan.." ucap Viere menggantungkan kalimatnya "Viera yang dikelas kita!" Lanjut Viero dengan wajah terkejut. "Maksud kamu apa?" Tanya Desy-Mominya yang tidak mengerti, begitupun juga dengan Xendric-Daddynya pun sama penasarannya, tapi Daddy hanya menaikkan sebelah alisnya untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Sedang Vieno dan Vieco yang belum tau langsung menatap kedua adiknya dengan tatapan meminta penjelasan. "Dikelas kita ada cewek namanya Xaviera, namanya gak punya nama panjang sih." Ucap Viere. "Iya, dan kalian tau gak?" Ucap Viero. "Nggak lah, lo kan belum ngasih tau b**o!" "b**o jangan dipelihara!" "Oke okeh, jadi gini..." Ucap Viero menggantung membuat Kelima orang itu penasaran. "Gini jadi,.." Viero menggantungkannya lagi, Kelima orang itu yang sudah sangat risih pun masih menunggu. Vieno yang kesabaran nya sudah habis dan tiba tiba menyentil dahi Viero. Pletak. "Awhh, sakit b**o!" Pekik Viero. "MAKANYA CEPETAN!!!" bentak kelima orang itu berbarengan. "Jadi gini, pas kita mau berangkat sekolah-" ucapan Viero terpotong. "Gausah bertele tele! To the point aja! Lelet banget lo!" Hardik Vieco yang diangguki oleh yang lainnya. "Jadi gini, dikelas kita itu ada cewek. Namanya Xaviera panggilannya Viera. Nah, kebetulan aku mau duduk dibelakang dia, pas kita aku ngelewatin dia, aku ngeliat dia pake gelang yang sama kayak yang kita punya. Pas aku liat lebih teliti lagi, ternyata bener itu gelang nya emang sa-" terpotong lagi. "Kata siapa sama?" Potong Vieno. "Dengerin dulu b**o!" "Oke oke lanjut!" "Nah, tenyata gelang itu emang beneran sama, Aku lihat ukiran sama bahannya pun sama, dan disana ada tulisan 'Xaviera F' tapi pas perkenalan dia gak tau itu inisial F artinya apa. Dia juga kayaknya blasteran sama kayak kita, rambut nya juga pirang. Tapi kata Daddy kan, wajah aku sama kembaran aku mirip kan? Nah kalo soal wajah aku belum bisa ngebedain soalnya itu rambutnya digerai, tapi nanti tunggu aja pelajaran olahraga siapa tau dia rambutnya dicepol." Ucap Viero panjang lebar. "Serius kamu?" Tanya Desy-Mominya sambil menangis, bukan menangis sedih, melainkan menangis bahagia karna tidak menyangka akhirnya dia bisa menemukan anaknya. "Tapi belum tentu juga si Mom." Balas Viero. "Menurut gue nih ya, pas dikantin gue liat liat si Viera itu emang mirip sama lo deh!" Ujar Vieno. "Wah parah lo! Claretta mau dikemanain? Main liat liat cewe lain aja!" Hardik Vieco. "Auto telepon, langsung kasih tau Claretta!" Ujar Viere. "Tapi gue serius! Itu cewek emang sedikit mirip sama lo!" Balas Vieno. "Oke oke, mendingan kita tunggu pelajaran olahraga dulu, sama tunggu dia pake celana pendek supaya kita bisa tau disana ada t**i lalat nya atau engga." Ujar Viero. "Tumben pinter!" Cibir Vieco. "Yaelah gue emang pinter, keturunan Xethin mana ada yang bodo!" Balas Viero. "Biasanya kan lo b**o!" Hardik Vieco. "Secara gak langsung lo udah ngehina keluarga Xethin, termasuk diri lo sendiri!" Balas Viero. "Udah udah, sekarang kalian tidur. Besok sekolah, lanjutin besok aja berantemnya!" Tegur sang Daddy. "Oke dad." Balas mereka bertiga serempak dan langsung berlari menaiki tangga dan masuk kekamar masing masing. Setelah dipastikan mereka masuk ke kamar, Desy-Mominya menoleh kearah suaminya yang tengah menatapnya. "Dad, kalo bener itu Xaviera kita, kita bawa pulang ya dad." Ucapnya. "Iya sayang, aku bakal bawa pulang untuk anak perempuan kita satu satunya dan juga mau mencari tahu siapa dalang dari penculikan ini." Jawab sang suami. "Korek informasi lebih dalam tentang Viera kita dad." Ujar Desy. "Oke, sebentar ya." Kata Xendric dan mengambil ponsel yang ada di meja lalu mencari nama seseorang dan menekan icon telepon, tak butuh waktu lama. Orang di seberang sana sudah mengangkatnya. "Halo tuan? Ada yang bisa saya bantu?" Sapa oranh diseberang sana. "Saya ingin kamu mencari informasi tentang siswi bernama Xaviera kelas 10 Mipa 1 yang bersekolah di XIS, korek informasi lebih dalam tentangnya. Saya kasih kamu waktu 5 menit untuk mencari tau nya sekarang dan berikan informasinya sekarang juga!" Ucap Xendric tegas. "Baik tuan, 5 menit berjalan." Telepon dimatikan sepihak oleh Xendric. 5 menit kemudian. Drtttt. Drttt. Drttt. Suara ponsel Xendric berbunyi dan munculah kontak penelepon tadi, Xendric mengambil ponselnya dan menggeser icon hijau dan meng loud speaker. "Halo tuan, saya sudah mendapatkan informasinya." "Informasi apa yang telah kamu dapat?" "Siswi tersebut bernama Xaviera bersekolah di XIS kelas 10 Mipa 1 masuk melalui jalur beasiswa yang diajukan oleh guru SMP nya, Dia blasteran Korea-Inggris, dia seorang sensei di Dojo miliknya sendiri untuk memenuhi kebutuhannya, dia anak yatim, ayahnya meninggal ketika dia lulus SMP ibunya depresi sebab tidak menerima kematian suaminya, dia sering melakukan tindak k*******n terhadap Xaviera, ibunya tadi siang dibawa oleh Pihak Rumah sakit jiwa, karna beliau dinyatakan gila, dan akan melakukan penanganan psikis, Xaviera tinggal sendiri dirumahnya, dia lahir di Jakarta, selisih seminggu dengan anak tuan yang terakhir. Dia ahli dalam bidang akademik maupun non akademik. Xaviera tinggal di Jl. Tirai no 23 Sekian informasi yang sayang dapat tuan, apa ada yang kurang tuan?" "Tidak, terimakasih atas infonya " "Sama sama tuan, kalau ada apa apa tuan bisa menghubungi saya atau yang lainnya." Xendric menutup telepon sepihak, dan menoleh ke Instrinya, Istrinya menangis bahagia. Diapun memeluk Istrinya. "Apa benar itu Xaviera kita Dad?" Tanya Desy. "Aku harap begitu." "Kita menemukan dia Dad." Ucap Desy sambil tersenyum bahagia.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN