Viera berjalan menuju sekolahnya, dia tidak naik angkutan umum karna uang nya yang pas-pasan. Jadi, dia berangkat pagi pagi sekali karna jarak antara sekolah dan rumahnya cukup jauh.
Dijalan, Viera bersenandung pelan menyanyikan lagu lagu yang ia hafal, saat tiba di perempatan Viera melihat mobil, mobil itu sepertinya sedang dibegal, karna disana ada 4 orang laki laki berbadan kekar yang menaiki motor dan berhenti didepan mobil tersebut.
Empat orang lelaki itu turun dari motornya dan menggedor kaca mobil tersebut, tak lama keluarlah pria paruh baya dan akhirnya mereka saling tonjok menonjok, karna keempat pria itu ingin merampok tetapi pria paruh baya itu menolak.
Viera yang melihat nya langsung berlari untuk membantu pria tersebut, saat sampai disana tanpa ba bi bu lagi. Viera langsung menghajar keempat orang tersebut sampai mereka jatuh tak sadarkan diri.
Viera langsung menghampiri pria paruh baya tadi dan memegang pundaknya.
"Pak, bapak gapapa?" Tanya Viera.
Pria itu menggeleng "Iya, terimakasih, saya gak papa, kamu gimana?" Tanya balik pria tersebut.
"Iya sama sama pak, saya juga gapapa kok pak, bapak emangnya mau kemana?" Tanya Viera.
"Saya mau ke kantor dadakan, jadi berangkat pagi pagi sekali." Ucap pria tersebut.
"Oh gitu ya pak, yaudah pak saya mau permisi dulu. Mau sekolah soalnya takut telat." Ucap Viera sambil menggaruk tengkuk tak enak hati.
"Emang kamu sekolah dimana nak?" Tanya pria itu.
"Xavier International School pak."
"Oh kebetulan. Kantor saya juga searah, yaudah bareng aja kalau gitu, sebagai ucapan terimakasih juga, supaya gak telat nanti masuk nya."
"Ehh, nggak usah pak, saya ikhlas kok nolong bapak."
"Udah ayo!" Ucapnya lalu memutari mobil, dan masuk ke mobil.
Viera pun hanya mengganguk pasrah dan masuk kedalam mobil dan duduk disamping kemudi.
"Oh iya, kenalin nama saya Brata." Pak Brata menoleh dan langsung menfokuskan lagi kedepan untuk menyetir.
"Saya Viera pak." Ucap Viera tersenyum kikuk.
"Kok kamu sekolah nya jalan kaki, mobilnya mogok?" Tanya Pak Brata.
"Saya emang gak punya mobil pak, jadi jalan kaki." Jujur Viera.
"Kalo orang tua kamu?"
"Ayah saya meninggal waktu saya lulus kelas 9, dan ibu saya kemarin masuk RSJ karna depresi gak terima kalo suaminya meninggal." Lirih Viera.
"Eh aduh, maaf yak. Saya gak tau." Ucap Pak Brata merasa bersalah.
"Iya gapapa pak, lagian kita juga baru kenal kok." Ucap viera sembari tersenyum.
"Jadi, kamu kerja part time dong?" Tebak bapak tersebut.
"Iya pak, saya ngajar karate di Dojo milik almarhum ayah saya, meskipun hasilnya pas-pasan tapi cukup buat menghidupi saya."
"Kebetulan, saya itu Agensi model 'Secret Beauty' saya mau mengajak kamu untuk gabung ke Agensi saya, kamu juga cocok jadi model." Ucap Pak Brata dan tangannya mengambil kartu nama miliknya yang di dashboard mobil.
"Ini kartu nama saya, kamu bisa hubungi saya kalo kamu mau jadi model di 'Secret Beauty' gaji nya pasti cukup kok." Pak Brata memberikan kartu nama nya kepada Viera, dan Viera pun menerimanya.
"Iya pak, makasih. Nanti saya pikir pikir dulu deh." Ucap Viera.
"Nah, udah sampe!" Ucap Pak Brata.
"Sekali lagi makasih pak, maaf ngerepotin."
"Iya, gapapa kok."
Viera hanya membalas dengan anggukan dan senyuman, dan langsung keluar dari mobil.
Viera berjalan menuju gerbang sekolahnya yang masih terbuka, disana ada Velsha dan satu orang perempuan Viera tidak tahu itu siapa, dan Viera pun berjalan menghampiri mereka.
"Haii Ver, lama banget lo datang nya!" Tegur Velsha.
"Hallo, lo nya aja yang kecepetan!" Cibir Viera.
"Oh iya Ver, ini temen gue dari Aussie dia pindah kesini, seharusnya kemarin dia masuk tapi masih ada kendala katanya jadi bisanya sekarang." ucap Velsha.
"Hai, gue Xaviera panggil aja Viera"
"Hallo, gue Keisha Keira Fetera. Panggil aja Keisha."
"Yaudah yuk kekelas, ada yang mau gue bicarain ke kalian!" Ajak Viera yang diangguki oleh Velsha dan Keisha.
"Tumben banget lo." Cibir Velsha.
"Iya ish, ini juga kebetulan!" jawab Viera.
Mereka berjalan melewati koridor dan banyak tatapan kagum kepada mereka dan ada juga yang mencibir dengan merendahkan kasta.
"Udah Ver jangan masukin ati." Ucap Velsha sembari menepuk bahu Viera.
"Iya Ver, gue juga pernah digituin kok, tapi gue mah selow aja! Anggap aja angin lewat!" Ucap Keisha.
"Nah, betul tuh!" Ucap Velsha dan diangguki oleh Keisha.
"Hati gue udah ketutup, jadi gak akan ada yang bisa masuk!" Balas Viera.
"Wihhh,, Curhat lo?!"
"Salut gue!"
Dan merekapun sampai dikelas dengan penuh canda gurau dan obrolan awkward yang dilontarkan Velsha dan Keisha.
Mereka duduk dibangku masing masing, dan Keisha duduk sendiri dibelakang karna hanya itu yang tersisa, setelah menaruh tas nya dimeja, Keisha berjalan menghampiri meja Velsha dan Viera.
"Oh iya Ver, kata lo tadi mau ngomong. Mau ngomong apa emang?" Ucap Keisha yang baru saja tiba di depan meja temannya.
"Oh iyah lupa, jadi gue mau ngomong ini." Viera menunjukan kartu nama Pak Brata kepada Velsha dan Keisha untuk meminta persetujuan masuk agensi tersebut. "Gue diajak gabung jadi model 'Secret Beauty' sama pak Brata tapi gue bingung mau nolak apa engga. Gue juga butuh pekerjaan tapi gue gak tertarik jadi model!" Ucap Viera membuat Velsha dan Keisha terkejut.
"WHAT?!!" ucap Velsha dan Keisha bersamaan, dan membuat seluruh penghuni kelas terfokus kepada mereka berdua.
"Kalian kenapa sih? Kok kayak kaget gitu, padahalkan B aja." ucap Viera.
"Lo serius gak tahu?" Tanya Keisha.
"Emang kenapa?!" Tanya Viera polos.
"Wahh Vel, gue bacok Viera boleh gak? Dia beneran gak tahu nih?" Tanya Keisha.
"Bacok aja, bukan siapa siapa gue kok!"
"Lo berdua kok jahat si! Nyesel gue ngomong!" Kesal Viera.
"KITA GEREGET SAMA LO VIERAA!!" Teriak Velsha dan Keisha bersamaan.
"Kalian kok dari tadi teriak teriak mulu, ini sekolah bukan hutan! Kalo mau gegelantungan kayak monyetnya dora mending dihutan jangan disini!" Hardik Viera.
"Wah Kei, ni bocah kurang ajar nih. Kita disamain sama monyetnya dora? Bunuh sekarang aja yu!" ajak Velsha.
"Boleh tuh!" Tangan Velsha dan Keisha mendekat keleher Viera untuk memcekik lehernya, tapi tiba tiba..