Chapter 9

904 Kata
"Boleh tuh!" Tangan Velsha dan Keisha mendekat keleher Viera untuk mencekik lehernya, tapi tiba tiba.. "Ehh kok kalian gini sih. Gue ngasih tau kalian mau minta pendapat, bukan ngasih makan kalian sama daging gue!" "Ish, lo nya bikin gereget tau!" Cibir Keisha. "Sebab?" Tanya Viera. "Gini loh Viera yang cantik, yang imut, yang manis, yang ce_" ucapan Velsha terpotong. "Iya gue tau itu, cepet kasih tau! Lelet lo!" Cibir Viera. "Oke, jelasin Vel!" Suruh Keisha ke Velsha dan dibalas anggukan oleh Velsha. "Agensi 'Secret Beauty' itu salah satu Agensi model terkenal di Asia! Bahkan di Penjuru Dunia, dan lo beruntung bisa dapetin itu. Karna lo diajak langsung, Bukan mendaftar. Soalnya kalo mendaftar susah banget mau dapet nya, nyogok pake duit pun gak bisa! Jadi, lo beruntung Ver. Menurut gue nih ya, Mending lo terima aja! Soalnya gaji nya juga lumayan untuk kebutuhan lo, jarang jarang loh Ver ada orang yang diajak! Gue aja dulu daftar gak lolos." Ucap Velsha yang diangguki Keisha. "Gitu ya? Jadi, gue harus nerima? Tapi gue juga butuh pekerjaan sih, lumayan juga kan gaji nya, Oke deh gue terima aja." Ucap Viera sembari tersenyum. Velsha memandang aneh senyum Viera, senyum Viera seperti pernah dilihatnya di orang yang berbeda, tapi Velsha lupa. "Kenapa lo Vel?" Tanya Keisha ketika melihat raut wajah aneh Velsha. "Senyum lo kayak gue pernah liat ya." Ucap Velsha heran. "Apaansih lo kan pernah ngeliat gue senyum! Ohhhh-atau jangan jangan.." Viera menggantungkan ucapannya. "Lo gak homo kan Vel?" tanya Keisha, khawatir jika sahabatnya terkena virus m**o. "Enak aja! Nggak lah! Gini gini juga gue masih suka sama cowo tau!" Ceplos Velsha. Obrolan mereka berlanjut sampai Viero dkk memasuki kelas, dan langsung duduk dikursi masing masing. Vhian menghampiri meja Viera, setelah disana Vhian duduk didepan meja Viera dan berhadapan langsung dengan Viera, Viera memandang heran Vhian. Ada apa Vhian sampe ke mejanya? Dia pindah tempat duduk? "Kenapa Vein?" Tanya Viera. Vhian yang mendengar Viera memanggilnya dengan sebutan 'Vein' merasa aneh, tapi tak apa. Toh, itu juga masih namanya. "Vein?" "Iya, Kenapa? Gak suka ya? Tapi gue lebih suka manggil lo Vein daripada Vhian." "Ah nggak gapapa kok." Ucap Vhian canggung. "Kenapa?" Tanya Viera lagi. "Eh, ehm. Setelah pulang sekolah lo ada acara gak?" Tanya Vhian dengan suara pelan takut terdengar oleh orang tapi suaranya masih bisa didengar oleh Viera. "Ehm, ada. Tapi cuma sebentar, kenapa emang?" tanya Viera. "Gue mau ngajak lo makan, sebagai ucapan terimakasih pas kemarin lo nolongin gue." balas Vhian. "Astaga, lo masih mikirin yang kemarin? Gue aja udah ngelupain, udah gapapa kok. Gue ikhlas bantunya." ucap Viera ramah. "Tapi gue ngerasa ga enak sama lo." jujur Vhian. "Mau makan dimana emang?" tanya Viera karna dia takut memakan makanan yang tidak terjamin kesehatannya. "Caffe depan sekolah, lo mau gak?" "Nggak deh, gue takut makanan nya gak sehat soalnya. Makan dirumah gue aja yu! gue yang masak." ajak Viera. "Ikut dongg!!" seru Velsha dan Keisha. "Boleh." ucap Viera dan Vhian berbarengan. "Eh Vel, tapi lo sama Keisha tungguin digerbang dulu ya, gue mau ke agensi soalnya." ujar Viera dan diangguki oleh Velsha dan Keisha. "Mau ngapain?" Tanya Vhian. "Kepo deh, lo, kayak dora." ujar Viera sengit. "Gue anter ya?" ujar Vhian. "Ehmm, boleh tuh. Sekalian ngirit ongkos." Ucap Viera sambil cengengesan hehee. "Lo gak ke Dojo?" tanya Vhian, Ya. Karna Vhian sudah mengetahui tentang Viera ngajar di Dojo. "Enggak, sekarang libur soalnya. Jadi murid nya pada gaada!" ungkap Viera yang memang benar adanya. Kebanyakan dari muridnya sedang ada keperluan dan pasti nantinya akan sedikit yang menghadiri Dojo nya, jadi terpaksa diliburkan. "GURU WOY GURU, JANGAN NGEGHIBAH MULU. CEPET DUDUK!" Ujar seorang siswa yang bernama Reno. Dikelas 10 Mipa.1 masih belum ditentukan KM nya jadi sebelum ada KM,, kelas Viera diketuai oleh orang yang cara berfikir nya dewasa. Mendengar teriakan tersebut Vhian dan Keisha langsung berlari menuju tempat duduk nya, semua murid pun bersiap siap karna mereka takut gurunya Killer seperti apa yang mereka dengar sewaktu SMP yang mengatakan bahwa guru guru di XIS killer nya melebihi batas, yang tidak mengerjakan tugas saja langsung dikeluarkan dan tidak mengikuti pelajarannya sampai pergantian pelajaran. Karna jika siswa/i tersebut tidak mengerjakan tugas, para guru menyimpulkan bahwa siswa/i tersebut tidak berniat belajar. Jadi, untuk apa mereka mengajar jika siswa/i tersebut tak ada niat untuk belajar?. Mengajar itu memang mudah, yang sulit itu mendidik. Setelah semua nya bersiap, mereka berasa melihat bayangan dijendela, jadi mata mereka semua melirik ke jendela, dan di jendela terdapat seorang guru berjalan mendekati pintu. Saat guru itu sudah didekat pintu, guru itu tidak memasuki kelas Viera melainkan berjalan lurus. Semua menghembus kan nafas pelan dan langsung menoleh ke arah Reno dan menatap nya tajam. "RENO!!!!" "GUE GOROK LU YA!!" "CARI MATI LU g****k!!" "EBUSET, KITA DIKERJAIN!! "RENO SYIALAND, b*****t!" "LU PULANG SEKOLAH, GUE PASTIIN TINGGAL NAMA!!" "GUE PEN NGEBACOK LU RENOO!!" "RENOO! SINI LO!!!" Teriak seluruh murid kelas 10 Mipa.1 karna merasa dibohongi oleh Reno, padahal didalam hati mereka sudah was was tapi dengan mudahnya Reno membohongi seluruh murid. Reno yang ditatap seperti itu merasa takut, tapi apa yang tadi dikatakannya benar adanya, jika dia melihat guru. "Tadi gue liat guru kok! Tapi gatau mau masuk kelas mana, kan gue juga sama kayak kalian baru masuk!" "KALO GITU TADI GAUSAH NGOMONG g****k!!" "KITA BANTAI AJA SI RENOO!!! "CARI MATI LU RENO!!!!" "Mati ngapain dicari? Nanti juga datang sendiri kok!" Celetuk Viera tapi mereka semua masih bisa mendengar nya. Semua tatapan yang terarah dari Reno kini berpindah ke Viera.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN