Chapter 10

910 Kata
Semua tatapan yang terarah dari Reno kini berpindah ke Viera. "LO JUG-" Ucapan murid itu terpotong oleh sebuah suara yang menginterupsi mereka dan seketika membuat tubuh mereka tegang! "APA APAAN KALIAN INI?!! JANGAN TERIAK TERIAK DIKELAS!! SUARA KALIAN SAMPE KEDENGERAN KE KELAS SEBELAH!!" Mereka menoleh kearah pintu dan mereka mendapati guru yang 11 12 dengan gentong. Upss salah! Tapi memang itu faktanya, guru itu gemuk! Atau dalam bahasa inggrisnya Fat! Atau dalam bahasa sundanya Gendut! "Sekarang kalian ibu hukum! Bersihin lapangan belakang sekolah! SEKARANG!!" Ucap guru tersebut dengan menekankan kata 'sekarang' Tanpa Ba bi bu lagi, mereka semua keluar kelas dan berbondong bondong menuju lapangan belakang untuk dibersihkan. Viero dan Viere tadinya ingin membantah tapi mengingat kata Momi nya 'kalo ada guru ngomong jangan ngebantah, kalau kalian ngebantah mami potong uang jajan kalian 50%' Viero dan Viere akhirnya menuruti daripada uang jajan mereka dipotong. Saat sudah sampai mereka dibuat takjub oleh lapangan, bagaimana tidak? Ukuran lapangannya adalah 2× ukuran Lapangan bola. Dan yang lebih parah nya lagi, disini banyak daun daun kering yang bergelatakan karna dipinggir pinggir lapangan terdapat pohon cemara dan ada tempat duduk yang sudah kusang. "ASTAGFIRULLAH, BISA MATI BERDIRI GUE!!" celetuk salah satu siswa. "EBUSET! INI LAPANGAN APA TEMPAT SAMPAH?!!" "SEKOLAH ELITE KOK GINI YA!" "Udah sekarang kita beresin aja dulu." Suara Viera menginterupsi mereka dan mereka semua mengganguk setuju. "Eh eh sebelum ngeberesin gimana kalo kita kumpul buat lingkaran terus tangannya di taroh didepan dan ditumpuk tumpuk nanti tangannya dihempasin. Gimana? Gue gatau itu namanya apa, tapi kita itu dulu yu!" Seru Reno. Mereka semua mengangguk setuju, tangan mereka semua ditumpuk menjadi satu, tinggal tangan Viero Viera dan Vhian yang belum. Viero menarun tangannya dikuti oleh Viera, Viero yang tangannya dipegang oleh Viera mengalami getaran hebat. Dia merasakan jiwanya seakan ada kembali. Lalu diikuti oleh Vhian di paling atas, Viera yang tanganya dipegang oleh Vhian menoleh ke arah Vhian dan tersenyum dan di balas senyum juga oleh Vhian. Deg. Deg. 'Aduh jantung gue kenapa?' Batin keduanya. Setelah semua tangan terkumpul mereka memberi aba aba untuk mengucapkan sesuatu. 1.. 2.. 3.. "BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA CARI PASANGAN LAGI!!" seru mereka dengan tangan langsung terhempas ke udara, mereka semua tertawa bahagia, tidak menyangka dihari kedua sekolah, kelasnya sudah memiliki solidaritas yang tinggi. Mereka mulai memunguti daun daun kering yang berserakan. Viera menggunakan masker tangan plastik takut nanti ada kuman, dia membawa alat kebersihan seperlunya didalam saku. •••♥••• Sekarang Viera Velsha dan Keisha sedang duduk dikantin setelah menyelesaikan hukuman membersihkan lapangan belakan sekolah. Lalu tiba tiba diarah pintu kantin terdapat Viero dkk. Yang dimaksud dkk itu adalah Viere, Vhian, Fauza, Vieno, Vieco. mereka berhenti diambang pintu karna melihat seluruh meja kantin penuh. "Bang, nanti bilangin sama Daddy buat bikin meja VVIP khusus untuk keluarga Xethin." Gerutu Viero. "Iya kalo gak lupa." "Yaudah, kita duduk di Viera aja yu, masih ada yang kosong tuh!" Tunjuk Vhian kearah meja yang ditempati oleh Viera dkk. "Yaudah ayo! Laper nih gue." Gerutu Viero karna cacing cacing didalam perutnya sepertinya tidak sabar untuk minta makan. Setelah sampai di meja yang ditempati oleh Viera dkk. Viero dan yang lainnya belum juga duduk, disana Viera belum menyadari kedatangan Viero dkk. Karna sekarang Viera sedang dalam kondisi tidur. Viero dkk dibuat takjub oleh kecantikan Viera yang sedang tertidur, wajah Viera yang sedang tertidur sungguh tenang di mata mereka. "Manis." gumam Vhian pelan berharap tidak ada yang mendengarnya. "Stt.. bang!!" Bisik Vieco kearah Vieno sambil menyenggol lengannya berharap Vieno menoleh. Vieno menoleh dengan kening berkerut seolah dia berbicara 'apa?' "Bener kata lo, Viera kalo diliat liat mukanya emang mirip Vier sih." Ujar Vieco. "Gue bilang juga apa!" Kesal Vieno. "Ekhem.." deheman seseorang membuat Viera terbangun dari tidurnya. Viera memastikan dirinya berada dimana, dan setelah ingat. "Astaga!!! Gue ketiduran di kantin!!" Pekiknya namun diabaikan oleh Velsha dan Keisha mereka tetap melanjutkan makanannya berbeda dengan Viera yang memang belum memesan. "Loh, kalian ngapain?" Tanya Viera dia mengeryit heran ketika melihat ada Viero dkk. Di mejanya. Viero dkk dibuat takjub lagi oleh cara bangun tidur Viera yang terkesan sangat menggemaskan. "Kita boleh duduk disini gak? Yang lain penuh soalnya." Ujar Vhian yang telah tersadar dari tatapan takjubnya. "Boleh, duduk aja." Ucap Viera. Viero dkk. yang sudah diberi lampu hijau pun langsung duduk di meja, posisinya diarah kiri terdapar Vhian, Viera, Fauza dan Keisha. Dari arah kanan terdapat Vieno, Viero, Viere, Velsha dan Vieco. "Viera belum pesen?" Tanya Vhian. "Belum, tapi gue gak mau pesen, udah bawa bekal di tas. Mau balik ke kelas dulu tapi males." ujar Viera. "Ohh gitu, yaudah gue mau pesen dulu, kalian makanannya yg kayak kemarin kan?" Tanya Viere dab diangguki oleh semuanya. "Kak Claretta mana? Tumben gak gabung sama kalian?" tanya Viera memecah kecanggungan dan dia heran mengapa disini tidak ada Claretta biasanya dimana ada Vieno disana ada Claretta. "Ohh itu, dia gak sekolah karna ada urusan." Balas Vieno yang memang benar adanya bahwa Claretta tidak sekolah karna izin ingin menjemput keluarganya serta adiknya di bandara. "Ohh gitu." Ucap Viera manggut manggut mengerti. "Tunggu tunggu," ucap Velsha, semua orang ada di meja tersebut langsung menoleh kepada Velsha. "Kok gue baru sadar ya, kalo gelang yang dipake ama Viera samaan kayak gelang yang dipake ama Viero, Viere, kak Vieno dan kak Vieco." Ucap Velsha ketika dia menyadarinya, dan semua mata yang ada di meja tersebut kini matanya melirik gelang yang dipakai Viera kemudian teralihkan ke gelang yang di pakai Viero, Vieno, Vieco dan Viere yang baru daja datang tapi makanannya belum nanti diurus ibu kantin katanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN