Chapter 11

948 Kata
"Kok gue baru sadar ya, kalo gelang yang dipake ama Viera samaan kayak gelang yang dipake ama Viero, Viere, kak Vieno dan kak Vieco." Ucap Velsha ketika dia menyadarinya, dan semua mata yang ada di meja tersebut kini matanya melirik gelang yang dipakai Viera kemudian teralihkan ke gelang yang di pakai Viero, Vieno, Vieco dan Viere yang baru daja datang tapi makanannya belum nanti diurus ibu kantin katanya. "Iya juga yah." ucap Fauza dan diangguki oleh yang lainnya. "Gue gatau, karna gelang ini emang dipake sejak gue kecil, kalo kalian?" Tanya Viera, dia juga baru sadar kalo gelang yang mereka pakai samaan. "Sama." seru Viero, Viere, Vieno dan Vieco secara bersamaan, mereka ingin mengetahui Viera lebih dalam lagi untuk membuktikan kalo Viera itu memang benar adiknya yang hilang atau bukan. "Menurut gue nih ya, muka Viera ama Viero pun hampir sama. Coba kalian liat deh. Rambut cuman beda warna seharusnya Viero juga pirang tapi dia pake pewarna rambut, hidup mancung yg sama, bibir tipis pink alami juga sama." Pancing Vieno, dia berharap semoga cara ini berhasil untuk mengetahui Viera adiknya yang diculik atau bukan. Mereka yang mendengar Vieno mengucap seperti itu langsung penuruti perintahnya untuk memperhatikan dengan teliti wajah Viera dan Viero. Viera yang ditatap oleh mereka se-intens itu merasa malu, karna dia tidak suka ditatap oleh siapapun seperti itu. "Eh Vir, Ver coba kalian senyum deh! soalnya tadi pagi pas gue ngeliat si Viera senyum, gue berasa pernah liat senyum nya di orang yang berbeda tapi gue lupa siapa orangnya." Ucap Velsha dan diangguki oleh Viera dan Viero supaya mereka tidak ditatap seperti itu lagi oleh mereka. Viera tersenyum manis dan Viero pun sama. Semua yang ada dimeja tersebut menggeleng takjud tak percaya bahwa senyum Viera dan Viero sama. "GILA!!!" Pekik Velsha dan Keisha, karna memang mereka berdua menurut Viera paling cerewet. "Lo berdua kembar? Semua yang ada di diri kalian hampir sama! Bahkan gelang yang kalian pakai pun sama!" Histeris Velsha dia terkejut bukan main. "Bisa dibilang begitu." celetuk Vieno dan membuat semua mata terarah padanya dan mengeryit heran, mereka semua tidak mengerti dan menatap Vieno seolah meminta penjelasan lebih. "Maksud lo?" Celetuk Velsha mewakili mereka semua yang ingin bertanya dan diangguki oleh mereka. Vieno menghela nafas, mungkin tidak salah kalo dikasih tau kepada mereka. Supaya mempermudah dirinya untuk mencari adiknya juga. "Jadi, sebernarnya Viero punya kembaran perempuan. Viero sebagai kakak nya, mereka berdua lahir cuman selisih 4 menit. Sedangkan Viere dia lahir 10 menit lebih dahulu sebelum Viero dan kembarannya lahir. Lalu pas umur Viere, Viero dan kembaranya berumur 3 hari setelah lahir, nyokap gue masangin gelang yang sama buat satu keluarga. Kata nyokap gue, kembaran Viero punya tanda lahir di belakang betis nya. Dan waktu usia Viere, Viero dan kembarannya masih berumur seminggu, Kembaran Viero hilang. Keluarga gue udah nyari dimana mana keberadaan kembaran Viero tapi nihil, bonyok gue dan seluruh agen gak nemuin apa apa. Keluarga gue ngira kembaran Viero bukan hilang, melainkan diculik. Kenapa mereka bisa ngira gitu? Karna seharusnya agen yang udah turun tangan seharusnya menemukan dimana keberadaan kembaran Viero, tapi mereka gak nemuin apa apa." Vieno menjeda sambil menghela nafas. "Dan keluarga gue bilang, bahwa kembaran Viero itu jejak nya ditutup atau dia dilindungi oleh orang yang menculik nya, supaya suruhan bonyok gue gak bisa ngelacak mereka. Dan menurut orang suruhan bokap gue, setelah mengorek informasi lebih dalam tentang lo, lo lahir selisih seminggu dengan Viero. Dan lebih tepatnya lo udah ditemuin orang." Ucap Vieno panjang lebar. "Terus, orang yang nyulik kembaran Viero siapa?" tanya Vhian yang heran. Vieno menggeleng tak tahu. "Kelurga gue gak ada yang tau soal hal itu." jawab Vieno. Viera menggeleng tak percaya, dia tidak percaya kalau dirinya anak yang hilang dari keluarga Xethin, tapi memang benar jika dia mempunyai tanda lahir di belakang paha, itu memang benar. Tapi Viera masih tidak percaya. Viera kembali mengingat dimana ibunya berbicara kata kata yang sungguh menyayat hatinya. Flashback On. Viera kecelakaan saat ingin menyebrang jalan untuk menuju rumahnya setelah pulang sekolah, Kebetulan dihalaman rumahnya dia melihat ibunya tengah menyapu halaman. Saat itu Ibunya masih belum men-aniaya dirinya karna saat Viera kecelakaan, ayahnya masih hidup, ayahnya meninggal karna serangan jantung. Ibunya yang melihat Viera tertabrak mobil, dan mobil itu malah langsung pergi dan tidak bertanggung jawab. Viera terluka parah, dikepalanya mengeluarkan banyak darah. Ibunya yang melihat itu langsung membawa Viera kerumah sakit dan menelpon suaminya yang tenagh berada di Dojo. Suaminya datang terengah engah karna dia sangat syok mendengar bahwa putriya kecelakaan. "Gimana keadaan Viera?" Tanya Handoko--Ayah Viera, lalu dia duduk disamping istrinya untuk menenangkan. "Masih diperiksa dokter." Jawab Dewi--Ibu Viera dengan menangis sedu sedu. 1 Jam kemudian. Ceklek. Suara pintu terbuka menampilkan seorang dokter, Ibu dan Ayah Viera yang melihat itu langsung berdiri dan berjalan mendekati dokter untuk menanyakan kondisi anaknya. "Gimana keaadaan anak saya dok?" Tanya Handoko dengan lirih, berharap anak satu satunya itu baik baik saja. "Viera mengalami koma, karna luka dibagian kepalanya cukup parah. Dia kekurangan darah dan butuh segera darah. Golongan darah Viera adalah AB negatif, golongan darah tersebut sangat langka dan hanya ada 5% di populasi dunia. Dan dirumah sakit ini stock darah AB negatif sedang kosong." Jelas dokter tersebut membuat jantung kedua orang tua berdegup kencang. "Apakah ada diantara kalian yang bisa mendonorkan darahnya?" Tanya dokter itu lagi. "Golongan darah saya O dok." Ucap Dewi dan Handoko berbarengan. Dokter itu terkejut "Maaf pak, Bu. Apa benar kalian orang tua dari pasien bernama Viera? Jika Viera memang benar anak kandung kalian, pasti salah satu diantara kalian ada yang memiliki golongan darah tersebut." Jelas sang dokter. "Vi..Viera kami mengambil dari Panti asuhan dok!" Jelas Dewi--Ibu Viera, dia takut terjadi apa apa dengan anaknya. Tapi apa boleh buat? Golongan darahnya tidak cocok dengan darah Viera.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN