Potential Husband

753 Kata
“ Ada yang mau kamu tanyakan ?” Luke membuka jendela dan menopangkan sikunya disana sambil mengemudi dengan tenang saat beberapa mobil beriringan menuju pusat kota, dan yang lain dengan kompaknya memilih berdesakan di dua mobil dan membiarkan mereka hanya berdua. Sassy mempermainkan bantal kecil ditangannya ,” Cuma heran, apa harus sampai begini ? Adik adikmu selalu memberikan gambaran abang mereka orang yang bisa mengatasi segalanya.” “ Aku tidak sabaran, terutama saat harus berhadapan dengan perempuan yang didukung keluarganya untuk mempermalukan diri.” “ Potential husband.” Sassy tertawa kecil ,” Itu nama tengahmu saat ini ?” Luke mendengus. “ Mereka hanya gigih.” “ Gigih dan tidak tahu malu batasnya tipis, tau ?” “ Lalu apa nama baikmu tidak tercemar saat mereka mendengar bahwa adik adikmu harus turun tangan untuk menemukan pasangan buatmu ?” “ Pada akhirnya keputusan di tanganku. Aku bisa menolak dengan sangat tegas saat tidak menghendakinya.” Aku yakin itu …. “ Kalau untuk seminggu aja, mengapa tidak dari dulu ?Aku yakin banyak yang bersedia menggantikan posisiku.” “ Pertama, karena saat ini kami menjadi tuan rumah. Dan sebelumnya aku selalu menghilang ditengah acara saat sudah tidak tahan dengan perempuan perempuan itu dan keluarganya. Cinta bisa menangis darah kalau aku menghilang ditengah pernikahannya.” Sassy menunggu beberapa saat ,” Yang kedua ?” Luke tersenyum mendengar pertanyaan gadis disampingnya ,” Aku paranoid.” senyumnya melebar melihat mata coklat itu membulat ,” Diantara semua anggota keluarga, aku paling tidak mudah merasa nyaman dengan seseorang.” Sassy bersandar, menatap jalan pegunungan yang berliku. “ Aku tumbuh dengan mendapati orang orang dengan berbagai motif mendekati keluarga kakek. Dan saat aku beranjak remaja itu saat terburuk dalam keluarga kakek … dengan mata kepalaku aku melihat mereka meninggalkan kakek yang tengah terpuruk, termasuk ayah dan aku. Beberapa tahun kemudian dengan tidak tahu malu sebagian dari mereka mendekat kembali saat bisnis keluarga ini kembali.” Sassy hanya melirik sekilas, tapi Luke tahu gadis itu mendengarkan ,” Adik adikku juga belajar menjaga diri dalam pergaulannya, tapi tidak dengan ketakutan dan sakit hati.” “ Aku bisa melihat itu.” guman Sassy ,” Cinta dan Kak Rey selalu berhati hati menilai orang, dan kerap mengomeliku untuk melakukan hal yang sama.” Luke tersenyum, tangannya terulur mengusap kepala Sassy ,” Namamu satu satunya yang tetap disebut Cinta dari awal dia masuk kuliah. Tidak lebih sering tapi tidak pernah hilang, pun saat beberapa nama mulai mengerumuninya setelah tahu siapa Cinta. Itu alasan kedua aku bersedia melakukan ini sekarang, karena aku melakukannya bersamamu.” “ Tanpa tahu siapa aku ? Hanya dengan mendengar nama ?” Luke tertawa ,” Kamu pikir aku sepolos itu ? Sudah kubilang aku paranoid, bukan hanya pada temanku, tapi juga teman adik adikku. Aku mencari tahu tentang Reina dan Jane hampir sebesar usaha Rey dan Jerry untuk mendekati mereka.” “ Termasuk Sam ?” “ Apalagi Sam … bukan hanya mencari informasi, aku menghadapinya secara langsung, lebih galak daripada papa.” Sassy tertawa ,” Dan pada saat itu dirimu jadi makhluk paling menjengkelkan buat Cinta, kendati pada dasarnya dia bisa memahamimu.” pandangannya tertahan pada kerut halus disudut mata Luke saat lelaki itu tertawa ,” Kamu juga menyelidiki aku ? Walaupun ini hanya untuk sementara.” “ Tentu saja, apalagi yang berkaitan denganku. Aku menyelidikimu dengan kewaspadaan tinggi, karena bukan hanya Cinta yang menyarankan dirimu, tapi seluruh anggota keluargaku. Entah dengan apa kamu meracuni mereka.” tergelak ketika Sassy memukul bahunya dengan bantal ,” Dan …. jangan terlalu yakin kalau ini hanya untuk seminggu kedepan.” menghela nafas melihat gadis itu mengusap tengkuknya dan sibuk mengalihkan pandangan. Sassy cukup mengenal Cinta untuk tahu ini bukan hanya sekedar penunjang acara pernikahannya, Gadis itu tidak pernah berhenti menjejalkan nama Luke dalam lima tahun kebersamaan mereka … terutama dua tahun terakhir. Hal yang membuat sebisa mungkin ia menolak undangan mereka untuk bergabung dalam liburan keluarga. “ Kita jalani saja, tidak usah dipaksakan.. Kata mereka kamu paling bisa membuat orang nyaman berada didekatmu, dan aku harus akui itu, bahkan sejak hari pertama..” Luke diam sejenak ,” Tapi aku gak tahu apakah kamu sepandai itu menyamankan dirimu dengan orang lain ? Aku seperti melihat diriku, dengan sedikit perbedaan casing.” Sassy menatap Luke, tenggelam dalam tatapan mata kelam itu saat pandangan mereka bertemu untuk beberapa saat. Dihembuskannya nafas dan membuang pandangan keluar jendela. Diusapnya tengkuk yang meremang ketika menyadari baru kali ini ada yang membacanya. Dan mereka melanjutkan perjalanan dalam diam.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN