Day 3 : Nitip Untuk Bersenang Senang

690 Kata
Luke menghentikan mobilnya, menatap kesal pada mobil keluaran terbaru milik teman papanya … satu lagi datang ! Tiba tiba senyumnya terkembang, karena dia akan punya alasan untuk mendekati Sassy. Gadis itu sedikit menarik diri seharian ini. “ Sore, om, tante …" sapanya setelah memeluk mamanya sekilas. “ Baru pulang Luke ? Kami mengantarkan ini.” perempuan parobaya yang duduk didepan mamanya menunjuk sekeranjang anggur ,” Kebetulan panen.” “ Terima kasih.” “ Itu Riska membuatkan puding untukmu, ditaruh di meja makan.” Luke mengguman, mengangguk sekilas pada gadis yang duduk di meja makan bersama Reina dan Cinta ,” Sassy mana ?” tanyanya pada Cinta, mengabaikan tatapan gadis berambut ikal yang sudah bersiap menyapanya. “ Di dapur tuh.” “ Sassy …..” Yang dipanggil menghela nafas, menyiapkan diri dengan perannya “ Ya Bang, sebentar.” Sassy keluar dengan segelas air ,” Baru pulang jam segini.” “ Makasih.” diteguknya air sampai tandas ,” Ngapain aja seharian ?” diselipkannya sejumput rambut ke belakang telinga Sassy. “ Ngikut tuan putri mempercantik diri.” ditunjuknya Cinta dengan dagunya. Cinta mengibaskan rambut dan menunjukkan hasil perawatan kukunya ,” Payah, sama aja dengan kak Reina .. gak sabaran dia di salon” Luke tertawa, mengacak rambut Sassy ,” Jadi kita jalan malam ini ?” Sassy menatapnya, mengangkat bahu saat dilihatnya Luke mengangkat alis tebalnya ,” Gak capek ?” Luke menggeleng ,” Aku ganti baju dulu.” “ Kalian mau kemana ?” tanya Reina. “ Makan malam diluar ….. jangan ikut.” Luke menjentik dahi Cinta perlahan melihat gadis itu hendak bersuara. “ Baiklaaaaaaah ….... pergi sana berduaan, puas puasiiiin.” seru Cinta pada punggung abangnya. “ Sassy, kalau mau pergi siap siaplah.” ujar mama Cinta ,” Mama nitip belikan beberapa barang ya … Sini mama ambilkan daftarnya.” “ Pergi beneran ini tante ?” bisik Sassy saat mama Cinta menggiringnya kedalam ,” Yang ini kelihatan baik baik saja, gak seperti yang kemarin .” “ Beneran.” perempuan cantik itu tersenyum penuh arti mengabaikan kalimat terakhir Sassy ,” Ada film bagus malam ini, dan kamu belum nyoba steak favorit Luke, kan ?” “ Lalu nitip apa ?” “ Nitip ajak Luke bersenang senang.” Sassy mendesah. “ Ajak Sassy nonton atau apalah … Yang jelas jangan lupa ajak dia menemui paman dan bibi Yo.” Luke yang baru keluar dari kamarnya mengangguk ,” Nitip apa sama Paman Yo ?” “ Melihatmu datang bersama Sassy akan membuat mereka jauh lebih senang.” “ Maaaa …..” Luke menghela nafas saat menerima tatapan ‘jangan membantah’ ,” Siap siaplah Sassy.” Sassy mengangguk dan berlalu ke kamarnya. Menekan ketakutannya dengan berulang kali mengatakan ini hanya sampai pesta pernikahan Cinta, sebuah penyangkalan yang terus diulang kendati tak berguna. “ Mau nonton ?” Luke menatap gadis yang menikmati angin pegunungan yang menerbangkan rambutnya dari jendela ,” Terlalu cepat untuk ke tempat Paman Yo sekarang.” Sassy memalingkan wajahnya “ Lagi gak kepingin nonton. Ada pilihan lain ?” Luke menahan senyumnya, gadis ini tahu menempatkan diri. Kapan harus mengemukakan pendapatnya, kapan harus mengikuti arus ,” Mau lihat apa ?” “ Pasar sore ada hari ini ?” “ Dari mana kamu tahu tentang pasar sore ?” “ Jane.” “ Ayolah.” ujar Luke sambil menambah kecepatan mobilnya. Dan untuk beberapa lama mengikuti gadis yang nampak antusias dengan beberapa tanaman kecil dan pernik pernik lokal yang dijual dipasar yang hanya buka sore hari dua kali seminggu itu ,” Nanti kamu kekenyangan.” tegurnya saat Sassy kembali membeli jajanan. “ Ini cuma untuk ganjal jempol kaki.” Sassy meleletkan lidah ,” Aku bahkan nyaris tidak makan siang tadi kecuali sepotong roti. Susah juga jalan ama yang lagi diet.” Luke tertawa kecil, menarik nafas panjang saat menyadari ia menikmati berjalan pelan mengikuti langkah Sassy. Disaaat harus berperan sebagai kekasihnya, Sassy terlihat sedikit menjaga diri. Lain halnya ketika mereka tidak dihadapkan dengan orang lain. Mungkin sikap apa adanya dari gadis itu yang membuat nyaman adik adik dan bahkan orangtuanya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN