Chapter 5 - Aku Menginginkanmu

1427 Kata
Lita menyandar tubuhnya ditembok, ada perasaan simpati dan kasihan yang seketika menggelayuti hatinya. Laki-laki yang pernah dia cintai dulu dan mungkin sekarang juga masih ada sisa-sisa itu, sedang terduduk merenungi nasib dilantai rumahnya. Ada amarah, kecewa dan perih yang tergambar jelas dalam raut wajah pria itu.Lita memandangnya lagi,”Bagaimana kamu bisa meragukan seorang gadis yang rela kamu tiduri bahkan sebelum kalian menikah?” “Dia sudah tidak gadis lagi saat kami mulai bersama.” “Maksudmu?” Lita mulai bingung dengan jawaban Rey yang menurutnya mulai tak jelas. “Dia sudah tak perawan saat kami pertama kali bercinta, Lit.” Rey tampak menyandarkan badannya pada pinggiran sofa, kepalanya menengadah seakan memutar kembali semua yang pernah dia lakukan dengan jihan. “Kamu tahu, Rey. Itu bukanlah alasan bahwa anak itu bukanlah anakmu. Ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.” Lita menanggapi setiap kata yang sudah Rey lontarkan. “Memang benar, Lit. Tapi beberapa hari yang lalu aku melihatnya sedang memandangi foto orang lain. Nada bicaranya sangat mesra. Dia juga berjanji  pada orang yang ada difoto itu, bahwa Jihan akan menjaga anak mereka dengan sangat baik. Aku… harus bagaimana, Lita? Aku benar-benar…. Ahhhh!” Rey tampak gusar dalam duduknya. Ada perasaan yang mungkin menyiksanya sangat dalam sekarang. Sedangkan Lita hanya terdiam tak bersuara. Dia memandang mantan suaminya yang kini terlihat menangis. Air mata beberapa kali tampak menetes, membasahi kemejanya. Rey memandang kearah wanita yang berdiri dibarisan anak tangga kedua sambil bersedekap tangan. Dia terlihat sangat cantik dan seksi dimata Rey sekarang walaupun hanya dengan balutan piyama. Matanya memandang ke arah Rey namun sama sekali tak membuka mulutnya. Pria itu segera berdiri, ada perasaan bodoh dalam dirinya karena sudah tega meninggalkan wanita anggun nan baik hati itu. Yang sudah benar-benar menjaga kesetiaannya hanya pada Rey seorang. Namun, dirinya, dengan sangat kejam mengkhianati cinta mereka. Menodai ikatan suci perkawinan yang sudah membuahkan satu anak cantik bernama Noora Danubharata. Rey mengusap sisa air mata yang sudah mulai mengering dipipinya dengan cepat. Dia berjalan kearah Lita yang mulai waspada kalau-kalau pria itu akan bertindak bodoh terhadapanya. “Berhenti disitu, Rey. Jangan coba-coba mendekati aku!” Kata Lita smbil menunjuk arah dimana Rey sedang berdiri. Namun agaknya pria itu sama sekali tak menggubris apa yang Lita perintahnya. Langkahnya terus melaju kearah dimana Lita berdiri, hingga dia ditempat yang sama dengan Lita sekarang. Di anak tangga kedua. “Aku menyesal sudah meninggalkanmu,Lita.” Kata-kata Rey sekarang terdengar begitu lembut ditelinga Lita, sama seperti Rey yang dulu pernah Lita kenal. Namun ingatan bahwa pria dihadapannya itu juga telah berkhianat padanya membuat Lita enggan menanggapi. “Kenapa kamu hanya diam saja, Lita. Jawab aku!” Tangan Rey menangkap kedua lengan Lita yang tak terlindungi piyama. “Aku harus berkata apa?” Tanya Lita kemudian sambil menatap tajam mata Rey. Hal ini membuat pria itu begitu frustasi. Dia melepaskan lengan Lita laku menjambak acak rambutnya dengan kasar. Lita hanya memandang kearah pria didepannya yang menurutnya sekarang sudah seperti orang gila. “Ahhhh!!’ Berulang kali Rey berteriak, mendesah dengan sangat kasar dihadapan Lita, sedangkan wanita itu hanya memandangnya tanpa bekomentar apapun. Rasa simpati sekarang berganti dengan rasa kasihan. Lebih kasihan lagi bila anaknya melihat keadaan papanya yang seperti ini. “Kamu harus pergi dari sini Rey, aku harus lanjut mengemasi beberapa barang Noora yang akan kami bawa besok.” Lita berbicara sambil menaiki anak tangga. Meninggalkan Rey dalam keadaan yang menurut Lita ‘mengenaskan’.menyuruhnya pergi sekarang merupakan langkah yang paling baik yang dapat Lita lakukan sekarang, dia tidak ingin jika Rey berlanjut melakukan tindakan bodohnya. Rey menganggap bahwa ini adalah suatu pengusiraan yang sangat menjatuhkan gengsinya sebagai seorang laki-laki. Rey mengikuti langkah lita yang sekarang telah berada dilantai dua, dimana bekas kamarnya dan Lita dulu serta kamar Noora berada. “Kamu mengusir aku, Lit?” Tangan kanan Rey mencengkram lengan kiri Lita. Lita terkejut dan segera menyentakan tangannya dari cengkraman Rey. Namun Lita salah, itu membuat cengkraman Rey semakin menguat pada tangan Lita. “Apa yang kamu mau, Rey?! Aku harus apa?!” Lita berteriak semampu pita suaranya mampu menghasilkan suara. “Aku mau kamu melakukan ini!” Seketika rey mencium lita, menghisapnya dengan kuat. Rey memasukan lidah nya lalu menyapu liar kearah setiap sudut mulutnya. Lita benar-benar sangat terkejut menerima perlakuan yang sedemikian liar dari Rey. Bibir Lita mungkin sedikit bengkak akibat Rey menghisapnya terlalu kuat. Tangan kanan Rey menesulup ke bagian depan tubuh Lita. Sedangkan tangan kirinya menahan tubuh Lita agar tak memberontak dan terlepas dari dekapannya. Dia meremas gundukan yang terasa semakin kencang bahkan lebih kencang dan menggemaskan dari saat terakhir dia menyentuh Lita 6bulan yang lalu. Lita sekuat tenaga mendorong rey menjauh dari tubuhnya yang mulai memanas, menolak setiap sentuhan yang Rey coba berikan kepadanya. Tak dapat Lita pungkiri, 6 bulan tanpa belaian laki-laki membuat sedikit sentuhan saja sudah dapat memantik gairahnya. Bagaimanapun Lita adalah seorang wanita normal yang membutuhkan belaian seorang laki-laki. Namun bukan lagi dengan Rey, karena dia hanya ingin melakukan itu dengan suaminya. Sedangkan Rey sudah bukan lagi haknya. “Rey lepas!!” Lita mendorong tubuh Rey lagi, walaupun sekarang tenaganya melemah. Ada sesuatu yang harus dia akhiri, jika dia tak ingin jatuh dalam pelukan Rey lagi. Namun ada sisi lain dirinya yang juga tak dapat menolak setiap sentuhan yang Rey berikan padanya. Lita tahu pasti bahwa pria ini sangat mengenal dirinya saat berada diranjang. Jangan sampai rey tahu bahwa sekarang dirinya sudah mulai memanas dan siap untuk ketahap selanjutnya. Rey menatap kearah wanita dalam pelukannya, dia merasakan dorongan tangan Lita padanya sudah mulai melemah. Ada gelenyar dalam dadanya yang membuat Rey semakin ingin memiliki Lita kembali ke sisinya. Rey tahu ini sangat gila bahkan saat proses perceraian mereka baru selesai 2bulan yang lalu. Tangannya bergerak menurun ke bagian paha Lita, mengusap liar menyentuh area dalam pangkal paha Lita. Lita sangat terkejut karena tangan rey bergerak menurun kearah area intimnya. Ini seperti halnya sedang menuju jurang nya sendiri bagi Lita,”Apa yang kamu lakukan, Rey!?” Lita membentak Rey. Lita memberontak sekuat tenaga, hal ini membuat Rey kewalahan menahan tubuh Lita yang sekarang sedikit lebih terasa berisi dibanding dulu. “Kamu sudah mulai basah, Lita. Aku yakin kamu juga menginginkannya bukan?” Rey sambil menunjukan telunjuknya yang terkena cairan milik Lita. Ntah mengapa hal ini membuat Lita merasa sangat malu dan risih pada Rey. “Jangan macam-macam kamu, Rey! Kamu bukan lagi suamiku! Pergi kamu dari sini atau aku akan menelpon security!” Kata Lita sambil berlari kearah kamar, dimana tas dan ponselnya berada. Namun tanpa Lita sadari, ini adalah tindakan yang paling bodoh yang pernah dia lakukan. “Ooh, kamu ingin kita melakukannya disini? Oke, Lita. Kamu ingin bernostalgia.” Rey bergerak secepat kilat menyusul Lita lalu mengunci pintu kamar. Rey berhasil menangkap lengan Lita dan menjatuhkannya kearah ranjang. Lita sama sekali tak pernah menduga bahwa perlakuan seperti ini dari Rey akan dia dapatkan pasca mereka berdua bercerai. “Kamu sudah gila, Rey!” Lita berusaha menghindari namun Rey sudah berhasil menindih tubuhnya, Rey mencumbu wanita yang dulu pernah sangat dia cintai. Sisi kelelakiannya menginginkan Lita lebih dari apapun sekarang. Entah mengapa, perasaan dan daya tarik Lita semakin kuat saat Lita bukan lagi miliknya. Bahkan hanya dengan memandang tubuh Lita saja sudah membuatnya sangat tertarik dan  menginginkannya. “ya, aku sudah sangat gila pada jandaku sendiri.” Kata-kata Rey terhenti saat dia mulai menghisap kuat d**a lita hingga menimbulkan kissmark berwarna marun dibeberapa tempat disekitar  sana. “Arggh…” hanya itu yang mampu Lita keluarkan dari mulutnya. Ada rasa yang menggelitik dibawah sana. Walaupun bibir dan hatinya berkata tidak, namun otaknya sungguh tak merespon itu. Dia terus saja membiarkan Rey melakukan hal itu padanya. Rey tersenyum saat mendengar desahan Lita, membuatnya yakin bahwa Lita juga masih mendambakan dirinya. “Aku ingin memasukimu, Lita..” Bisik Rey  pada telinga Lita disertai dengan sedikit kecupan dicuping telinga Lita, tangannya kemudian bekerja membuka sendiri resleting celananya. Lita mengalihkan wajahnya mendengar bisikan Rey, memikirkan sejenak apa yang rey katakan. Memasukinya? Lita sesegera mungkin menormalkan otaknya. Kembali pada keputusan awalnya untuk menolak setiap belaian yang datang padanya, termasuk belaian dari Rey yang sudah pada posisi mengarahkan miliknya pada Lita. Rey membuka sedikit kain yang menutupi area yang dulu sangat membuatnya tergila-gila itu. “Lita, lihat aku.” Rey menatap Lita dengan sayu, wanita dibawah badannya ini bukanlah Jihan. Dia adalah Lita, wanita yang sudah dia tinggalkan. Namun justru wanita ini yang sekarang sangat dia inginkan. Lita membalas tatapan Rey dengan wajah yang tak kalah sayu. Kedua insan ini sudah benar-benar dikuasai oleh nafsu. “Aku, menginginkanmu Lita.” Rey bergerak maju mengarah bibir Lita, lalu menciumnya dengan lembut kali ini. Tangan kirinya sudah mengarahkan miliknya untuk bersiap memasuki tubuh Lita yang sangat dia inginkan saat ini. “Hmmm…” lenguhan Lita tanpa sadar keluar saat merasakan sesuatu merangsek memaksa masuk pada area bawahnya. “Aku merindukanmu, Sayang.” Kata Rey yang kemudian menggerakan tubuhnya naik turun diatas Lita. “Rey… kita…” “Ya… Shh… sedang bercinta, Lita.” Rey merasakan milik Lita sekarang sangat nikmat, sangat mencengkram miliknya, membuatnya semakin terobsesi untuk mempercepat gerakannya. “Mamiiiii…. Noora pulang, Mami!!” teriakan anak kecil dari arah lantai 1 membuat Rey menghentikan gerakannya. Lita mendorong tubuh Rey yang sedang melakukan menyatuan terhadap Lita. Membuat mereka kocar kacir karena panik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN