PERKELAHIAN

1305 Kata
Akhir pekan sudah lewat. Seperti biasa, aku yang masih berada disekolah menengah harus berangkat kesekolah pagi ini. Aku berjalan menyusuri halaman sekolah. Terlihat para siswa lainnya pun berjalan kearah yang sama dibarengi tawa yang mengundang riang dipagi hari. Namun tiba-tiba suara tawa itupun berubah menjadi sunyi. Mereka terlihat menoleh mengikuti arah sebuah mobil mewah yang melaju didalam sekolah menuju kearea parkiran. Karena penasaran siapa yang ada didalamnya. Aku pun menghentikan langkah ketika mobil tersebut berhenti tepat disamping ku. Salah satu pintu mobil perlahan terbuka dan seseorang keluar dari dalam. “Sae Hyeon-aa” ternyata dia adalah Areum. Ia terlihat begitu bersemangat. Lalu kemudian disusul oleh seseorang yang juga keluar dari dalam sembari membenarkan letak tas yang ada dipundaknya. Seperti harapan, pagi ini ia berangkat dengan sang pembuat heboh. Ahh apakah sudah waktu nya aku benar-benar harus memanggil nya dengan nama aslinya? Aku harus membiasakan diri dengan itu. Atau seseorang akan sangat marah jika aku menjelekkan kekasihnya. Semua orang tampak berbisik melihat kedua pasangan ini berangkat kesekolah bersama. Aku sangat tahu apa yang ada dipikiran mereka sekarang. Itu tak jauh dari pertanyaan “Apa mereka berdua berkencan?" "Bagaimana bisa mereka berangkat bersama?” Hmmm kira-kira seperti itulah. Kemudian Areum mendekat dan memeluk lengan kanan ku. Aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah lakunya yang malu sekaligus merona karena bahagia. Ternyata usaha ku yang memalukan ketika berusaha meminta ID sang pembuat heboh tak sia-sia hingga akhirnya mereka bisa sedekat ini. Banggalah pada sahabatmu ini Areum-aa. “Lihatlah wajah mu” ucapku menatap wajahnya yang masih menatap lekat kearah sang pembuat heboh. “Wajah ku kenapa?” jawabnya sembari memainkan jari-jari ku. “Kalian masuklah lebih dulu. Aku masih harus bertemu teman-teman ku” ucap sang pembuat heboh. “Hm” jawab Areum semangat. Lagi-lagi dia membuat ku tertawa karena tingkahnya. Dia terlihat seperti orang aneh sekarang. Kami kemudian berjalan hendak menuju kelas. “Apa kalian sudah berkencan?” goda ku. Aku ingin tahu lebih jelas lagi tentang mereka. Agar aku tak harus dipaksa berbuat aneh lagi hanya untuk membuat nya tambah dekat dengan sang pembuat heboh. Sudah cukup aku berurusan dengan lelaki idaman yang satu itu. Bukan apa. Hanya saja dia selalu membuat emosi ku meningkat. “Aku ingin kau menolong ku tentang sesuatu” Hahhh. Baru saja aku membuat permohonan. *** “Baiklah anak-anak. Sampai sini dulu pelajaran kita hari ini. Jangan lupa belajar. Karena ujian akan dilaksanakan 2 minggu lagi. Mengerti?” ucap guru yang mengisi kelas kami hari ini sembari merapikan buku yang berada diatas meja. Benar. Sebentar lagi ujian datang. Aku harus lebih bekerja keras untuk bisa melanjutkan disekolah ini. “Baik Sonsengnim” ucap para siswa serentak. Kemudian guru pun berjalan menuju pintu keluar. Ketika siswa hendak bangun dan pergi menuju kantin untuk makan siang. Pak guru menghentikan langkahnya dan menghadap kami. “Jangan pernah ada yang memesan makanan dari luar sekolah lagi. Itu tidak sehat untuk kalian yang masih dalam masa pertumbuhan” lanjutnya dengan senyum peringatan pada kami. Kemudian melanjutkan langkahnya. “Ahhh bukankah mereka harus menyiapkan kita hidangan yang lebih special?” terdengar sebagian para siswa menggerutu tentang hidangan dikantin yang selalu saja sama 1 minggu terakhir. “Aku ingin makan siang yang berbeda hari ini. Apakah hari ini kita perlu memesan makanan?” ucapnya membalikkan badan sembari meletakkan dagu nya pada senderan kursi. “Kau tak dengar apa yang dibilang Sonsengnim tadi?” ucapku geleng-geleng. “Tapi aku ingin jajangmyeon hari ini” “Tidak boleh” jawab ku spontan. “Kau pergi kekantin duluan. Aku harus kekamar mandi” lanjut ku. Aku pun melangkah keluar. Setelah sampai, aku segera memasuki salah satu kamar mandi. Tak lama setelah itu, terdengar beberapa siswi datang dan berbincang didepan cermin. Sepertinya mereka sedang memperbaiki riasan. “Apa kau lihat tadi pagi?” ucap salah satu siswi. “Lihat apa?” “Lee Areum berangkat kesekolah bersama Nam Do Hwan” Hahh ternyata mereka sedang bergosip di kamar mandi. Tapi itu sudah biasa bagi para gadis untuk bergosip disini. Namun yang tak biasa adalah mereka sedang menyebut nama sahabat ku. Aku tak ingin terbawa emosi. Jadi aku hanya perlu mendengar apa yang dipikirkan para siswa pada Areum tentang tadi pagi. “Benarkah?” “Hm tentu saja” “Apakah menurutmu mereka sedang berkencan?” “Eiyyy. Mana mungkin. Kau tahu Lee Yerin?” “Bukankah dia gadis tercantik dikelas XI” “Benar. Minggu lalu ku dengar dia menyatakan perasaannya pada Nam Do Hwan” dari nada bicaranya, pembahasan sudah mulai memanas. Hahhh, bukankah mereka seharusnya pergi makan siang? “Lalu?” ucapnya penasaran. “Ditolak” “Jinjja?” “Hm. Aku yakin dia tak akan diam saja. Kau tak ingat tahun lalu? Dia melabrak salah satu siswi yang mencoba mendekati lelaki yang disukainya” “Woahh. Kurasa aku tak ingin berurusan dengannya. Lagipula jika menyatakan perasaan pada Nam Do Hwan tidak akan diterima” “Tapi aku akan tetap mencobanya” mereka pun tertawa dan perlahan suara mereka semakin menjauh. Kurasa mereka sudah pergi. Aku pun keluar dari kamar mandi setelah buang air kecil lalu mencuci tangan di wastafel. “Bukankah kau yang seharusnya berhati-hati?” ucap seseorang yang tiba-tiba keluar entah dari mana. Ia kemudian berdiri disamping ku dan mencuci tangan. Spontan aku melihat dari cermin. Kang Seul. Sejak kapan ia berada disini? “Apa maksud mu?” ucap ku tak mengerti sembari menarik tisyu didepan ku. “Ku bilang jangan memperhatikan orang lain” lanjutnya membalikkan badan . “Aku mungkin tak mengerti yang kau bicarakan. Tapi aku berterimakasih karena telah mengingatkan ku. Aku pergi dulu” aku pun berjalan menuju pintu keluar dan menyusul Areum. Sekarang pasti ia sudah berada di kantin. Ketika hendak berjalan menuju kearah kantin. Aku mendengar suara ribut dari koridor depan kelas. Mungkin saja itu para siswa yang sedang bermain hingga menimbulkan suara gaduh. Aku mencoba melanjutkan melangkah menyusul Areum yang mungkin sudah lama menunggu ku. Namun karena suara semakin ricuh dan aku mendengar sedikit perbincangan siswa yang lewat disamping ku bahwa ada yang memulai pertengkaran. “Permisi. Disana ada apa ya?” aku menghentikan salah satu siswi yang berjalan kearah ku untuk mengetahui lebih jelasnya. “Areum dan Yerin sepertinya sedang bertengkar” ucapnya. “Hah? Areum-ii?” tanya ku tak percaya. “Benar” “Gomawo” aku kemudian mendekati keramaian dan menyisir siswa yang menutupi. Aku melihat Areum dan Yerin sedang berhadapan dengan raut wajah yang tampak sedang tersulut emosi. Aku tak tahu alasan nya kenapa. Jadi aku perlu mendengar perbincangan mereka berdua terlebih dahulu. “Ahh kau pikir ketika kau berbicara seperti itu tentang ku, Do Hwan akan menyukai mu?” “Setidaknya aku bukan penjilat seperti mu” “Yakkkkkk” Areum semakin tak dapat menahan emosinya lagi dan menjambak rambur Yerin tanpa aba-aba. Yerin yang tak menerima tindakan kasar, akhirnya membalas dengan menjambak pula rambut Areum. Melihat akan kejadian itu. Aku segera mendekat dan mencoba melerai keduanya untuk mengehentikan pertengkaran. Kedua nya tampak tak ada yang mau mengalah. Dan siswa disekitar pun hanya tau berbisik tanpa mau menolong. Jadi aku hanya seorang diri yang mencoba menghentikan mereka. Namun sepertinya kekuatan dua orang yang sedang emosi tak tertandingkan. Alih-alih dapat memisahkan mereka. Aku malah terpental karena dorongan dari keduanya ketika hendak saling memukul. “Akkk” Aku pun terjatuh ke lantai dan menimpa tangan ku. “Sae Hyeon-aa” ucap Areum menghentikan perkelahiannya. Aku memegangi lengan ku tanpa bisa mengangkat nya. Ini begitu menyakitkan. Tiba-tiba sang pembuat heboh sudah berada disamping ku. Ia mengangkat tangan ku perlahan dan mengecek keadaan ku. Kini semua pandangan tertuju padaku dan mulai membicarakannya. “Kau baik-baik saja?” ucapnya menatap ku. Namun kurasa disini ada yang salah. Aku menolehkan pandangan ku kearah Areum. Ia tampak terkejut karena Do Hwan tiba-tiba datang dan memegangi tangan ku. “Hey Kalian…” sorak seseorang dari kejauhan yang ternyata itu adalah Guru Keamanan sekolah. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN