“Val, gw dateng ke apartemen lu ya hari ini. Kita maen game bareng yuk.”, suara Donny diseberang sana.
“OK. Dateng aja. Gw uda di apartemen kok. Tadi bimbingan skripsi gw cepet beres.”
Sekitar jam 4 Donny datang sambil membawa banyak makanan.
Jika aku dan Donny bermain game bareng bisa selesai sampai malam, untuk itu harus ada makanan untuk mengganjal perut.
“Skripsi lu da selesai emangnya?”
“Uda.” Jawabku menyalakan laptopku untuk mulai bermain game. “Don, gw dapet tawaran kerja dari dosen pembimbing gw.”
Aku menyerahkan kartu nama yang tadi diberikan padaku.
Donny melihat kartu nama itu dengan teliti.
“Wah gila lu. Ini perusahaan terkenal di Eropa. Hebat banget kalo lu bisa keterima disini. Tapi orang tua lu uda tau belom?”
“Belom, baru juga dapet. Gw masih bingung ngomongnya. Belum tentu mereka setuju gw kerja di luar negeri.”
“Dah ga usah dipikirin dulu. Gw ada game baru yang lagi hits nih. Game online yang bisa maen bareng sama orang-orang dari seluruh negara.” hibur Donny untuk mencairkan suasana hatiku yang lagi galau.
Game yang di kenalkan Donny lumayan asik. Game survivor yang mengharuskan gamer dari berbagai negara untuk bergabung membentuk aliansi untuk bertahan hidup. Secara keseluruhan game ini OK. Grafis bagus, mudah dimengerti dan mudah dimainkan. Ga perlu mahal-mahal beli item yang rare.
“Lu uda maen ini game?”, tanyaku pada Donny
“Uda. Ini gw lagi maenin”
“Gw gabung alinasi lu dong.”
“Sory Val, uda penuh aliansi gw. Lu cari aja sendiri aliansi yang masih kosong. Cari aliansi yang 10 besar aja.”
Aku dan Donny bermain sampai sekitar jam 11. Makanan yang dibawa Donny juga sudah habis. Dan Donny sudah mau pamit pulang.
“Gw balik dulu ya. Uda malem.”
“OK. Thx ya bro uda nemenin gw.”
“No problem Val.”
Donny keluar dari apartemenku dengan wajah kusut karena kelamaan maen game. Untungnya Donny punya mobil dan rumahnya tidak jauh dari apartemenku. Jadi cukup aman kalau dia harus pulang malam.
Setelah Donny pulang aku berhenti bermain game dan langsung mandi. Sambil mandi aku memikirkan bagaimana bicara sama papa dan mama. Apa mereka akan melarang? Terutama papa yang sangat menyayangiku.
Selesai mandi aku melanjutkan bermain game baru. Seru juga. Gamer sejati tidak kenal waktu padahal jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi.
Dalam bermain game, kalau kebanyakan orang menggunakan nik-name atau nama samaran, tapi aku masih menggunakan nama asliku. Menurutku tidak penting juga harus menggunakan nama samaran.
Yang paling penting dalam bermain game online adalah menjalin pertemanan. Membentuk relasi yang siapa tau akan kita butuhkan nantinya.
Di lain negara, di sebuah padang salju di pinggir hutan. Ada sebuah pondok yang keseluruhannya terbuat dari kayu. Di dalamnya tinggal seorang pria berumur 32 tahun. Dia adalah penjaga hutan. Tugasnya menjaga hutan dari pembalakan liar dan dari pemburu gelap. Hidupnya hanya ditemani seekor anjing jenis Husky.
Setiap hari dia bangun pagi-pagi sekali. Menyalakan kayu bakar yang sebelumnya sudah dia bawa dari hutan, membuat sarapan dan kopi panas.
Karena cuaca sangat dingin pria itu tidak harus mandi, cukup membilas tubuhnya dengan kain basah dan menyikat giginya. Setelah itu dia akan berkeliling bersama anjingnya untuk menjaga setiap perbatasan zona pos yang dia jaga.
Jangan dipikir tempatnya tinggal memiliki fasilitas modern, semua serba sederhana, kecuali alat telekomunikasi dan fasilitas internet yang mumpuni. Itu dibutuhkan jika ada kejadian genting dan diharuskan untuk melapor ke pos pusat.
Di dalam sebuah hutan terdapat beberapa pos penjagaan, banyaknya tergantung dari seberapa besar hutan itu. Dan juga ada 1 pos pusat, tapi berbeda dengan pos kecil yang lain, pos pusat bisa dijaga oleh beberapa orang dan sudah dialiri listrik.
Pria itu hanya menjalani hidup yang monoton. Dia menyukai kesendirian. Dibanyak waktu senggang nya dia membaca berita dari gadget dan juga bermain game online.
“Lexi, jangan pergi terlalu jauh dan jangan memburu kelinci lagi. Kasihan anak-anaknya pasti menunggu orang tuanya kembali.”
Anjing itu berlari keluar pondok setelah pintu dibukakan.
Tak lama terdengar dari kejauhan suara serigala-serigala melolong. Itu seperti sebuah tanda baginya, ada orang yang masuk ke kawasan mereka.
Tidak butuh waktu lama, dia mengambil senapan dan memeriksa isinya. Peluru cadangan juga sudah dibawa. Orang asing pasti sudah memasuki hutan.
“Lexiiii…ayo.” Pria itu bersiul memanggil anjingnya.
Dia berjalan kaki menuju arah dimana serigala-serigala itu melolong dan benar saja dari kejauhan ada 1 mobil jenis off-road melintasi padang di ujung perbatasan.
Dia menembakkan senjatanya ke udara sebagai bentuk peringatan untuk tidak memasuki kawasan hutan. Menyadari adanya bunyi tembakan, mereka memutar balikkan kendaraannya dan pergi.
Malamnya dia mengenakan jaket tebal dan selimut, duduk dekat perapian karena dinginnya malam lebih menggila. Suhu bisa menyentuh -30˚C. Lexi anjingnya juga ikut merebahkan tubuhnya didekat perapian.
“Mari kita lihat, top chart game baru. Oh…sudah di download jutaan orang dan ratingnya 8. Layak dicoba.”
Dia mendownload dan mencoba memainkan game tersebut.
“Buat ID dan disini tertulis, carilah aliansi untuk memudahkan mendapat lebih banyak bonus. OK….tapi aliansinya sudah banyak yang penuh. Ini saja…sisa 1 orang...”
Dia mengirimkan permintaan untuk bergabung dan tidak berapa lama permintaannya diterima.
Tak terasa hari itu dia bermain sampai larut malam.
Keesokan harinya dia bangun pagi-pagi untuk bersiap-siap pergi membeli barang-barang kebutuhan yang sudah mulai menipis.
“Lexi…come girl.”
Anjing itu langsung masuk ke dalam mobil dan mobil segera melaju.
Butuh waktu hampir 2 jam untuk sampai ke pos pusat, disanalah dia bisa membeli kebutuhan pokok seperti daging, selai, sayur, baju hangat dan makanan anjing. Dan disana ada kamar mandi untuk mandi dengan air hangat.
Sebagai penjaga hutan, merusak lingkungan adalah hal yang dilarang, itu seperti melawan tugas mereka sebagai orang yang melestarikan hutan dan isinya. Jadi penggunaan sabun juga dilarang, untuk itu para penjaga pos hanya bisa mandi jika mereka pergi ke pos pusat.
“Hei Max. Bagaiman kabarmu?”
“Oh hai. Aku baik. Kemarin ada pemburu yang memasuki kawasanku tapi sudah aku usir. Mereka berjumlah 4 orang dan memakai mobil warna putih.”
“Ya aku juga mendapat laporan yang sama dari pos utara. Entah sampai kapan mereka baru sadar kalau keuntungan sesaat dari menjual binatang akan berdampak buruk untuk ekosistem hutan.”
“Yah…itu lah manusia. Baiklah aku harus kembali ke pos ku. Sampai bertemu lagi.”
“OK Max…hati-hati dijalan.”
Setelah mandi dan melapor pada pos pusat serta selesai memenuhi bagasinya dengan barang-barang untuk sekitar 3 bulan, dia kembali ke pos penjagaannya.