"Mas Erlangga! Ada telepon," panggil sang asisten rumah tangga bernama Bi Surti. Dia berjalan cepat menghampiri sang majikan yang saat ini sudah berada di dalam mobil hendak pergi bersama Kayla ke suatu tempat. "Dari siapa, Bi?" tanya Erlangga masih memegang handle pintu saat hendak ditutup. Bi Surti menjawab, "Dari mertua Mas Elang." "Bu Mira?" tebaknya. "Bukan, Mas." Surti masih menggenggam telepon, belum menyerahkannya kepada sang majikan. "Pak Sidik?" tebaknya lagi. Bi Surti menggelengkan kepalanya. Kalau bukan Bu Mira atau Pak Sidik yang menghubunginya, lalu siapa? "Jangan main tebak-tebakan, Bi. Saya udah nggak ada waktu," ujarnya, seraya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Yang mana saat ini waktu menunjukkan pukul sepuluh, sedangkan ia sudah punya janji akan

