Dikeluarkan

1221 Kata

Memalukan. Saat mulut berkata tidak, respon tubuh berkata iya. Seandainya saja di sana ada jurang, rasanya Erlangga ingin terjun ke sana demi menutupi rasa malunya. Malu setelah Kayla yang selalu dia ejek anak kecil, malah berhasil membuat senjatanya berdiri tegak bak keadilan. "Sial! Mau disimpen di mana muka gue kalau di rumah ketemu sama anak kecil itu? Masa mesti gue kantongin? Gue yakin, kalau ketemu, dia pasti ngeledekin gue habis-habisan," batin Erlangga tidak berhenti bergumam. Dia bahkan mengabaikan karyawannya yang sedang mempresentasikan hasil meeting tempo hari bersama dengan pihak Niso. "Bagaimana, Pak. Apakah Anda setuju atas keputusan pihak Niso yang ingin melakukan tes lebih dulu?" tanya salah satu karyawan yang saat ini duduk di kursi ujung sebelah kanannya. "Oh, iya? K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN