Malam pertama untuk para pengantin mungkin adalah malam paling bersejarah. Sebuah simbol akan ikatan mutlak yang di dasari atas cinta. Sebuah simbol yang menunjukkan pengakuan bahwa keduanya saling memiliki. Tentu, Shasha yakin bahwa ia akan menemui hal semacam "malam pertama" saat ia menikah dengan Fabian. Sejujurnya, kecemasan pun melanda hingga tubuh dan hatinya tak bisa menolak sebuah rasa takut yang membuncah. Walau begitu, ia membulatkan tekad untuk menyerahkan diri pada Fabian. Sayangnya, semua kecemasan dalam hatinya menjadi sangat tidak berguna saat dihadapkan dengan fakta. Karena semua yang menjadi khayalannya kini hanya menguap tanpa ada sisa. Ya, tentu saja Fabian yang membuat semua kekhawatirannya pantas untuk ditertawakan. Gadis itu sama sekali tidak merasa kecewa atas semu

