Melemparkan tubuh di atas sofa, sang pria berkacamata pun memejamkan mata sembari memijat pangkal hidungnya. Setelah seharian melihat tingkah Fabian, Kiel pun akhirnya tumbang juga. Tidak, pria itu tidak menyinggung tentang kartu kredit dan debit yang Fabian berikan pada Shasha, bukan juga karena sang tuan muda membeli sebuah restoran dan toko lalu mengubah nama pemiliknya menjadi Shanaya Yin. Hanya saja, perlakuan Fabian pada Shasha memang cukup untuk membuatnya geleng-geleng. Tak cukup dengan menyeret sang gadis untuk mendaftarkan pernikahan mereka, pria itu bahkan menculik Shanaya Yin dan mengurungnya di apartemen. Baik, apa yang Fabian lakukan memang bukan mutlak sebuah penculikan. Walau begitu, tetap saja Shasha mengiakan semua kemauan Fabian dengan terpaksa. “Kau terlihat sangat lel

