Semenjak terakhir kali Fabian membaca pesan dari Nathan, pria itu benar-benar tidak tersenyum sedikit pun. Kiel menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan sang tuan dan nyonya, hanya saja ia belum mempunyai kesempatan untuk menggali informasi langsung dari Nathan. Mengingat jadwal meeting yang diperpadat karena Fabian mempercepat kepulangannya ke tanah air. Selama meeting berlangsung pun, hanya ada sebuah tekanan dan kesuraman yang terpancar dari wajah Fabian. Bahkan semua yang hadir di ruang meeting terlihat sangat tertekan. Sampai meeting selesai, Kiel masih menerka-nerka apa yang terjadi dengan sang tuan. Hingga saat ia meminta rekaman CCTV di kamar VIP Ain, barulah ia sadar. Ya, ia mengerti mengapa sang tuan benar-benar muram. Jika salah penanganan, mungkin Fabian bisa kehilangan Sha

